Day 100


Blacksmith-san dan pengawalnya, membawaku berjalan jalan sebentar dan memberi beberapa bahan bahan persediaan untuk oleh oleh. Saya tidak keberatan jalan jalan, malahan saya merasa lebih senang.
Menjelang pagi sebelum kami siap pergi berangkat dari kota. Well, rencananya sih gitu.
Saya mulai bersiap pergi dari penginapan, tiba tiba konvoi dari Boy Knight diikuti dengan Sang Putri, dia menghentikanku untuk memberiku lagi kontrak yang lain.
Awalnya percakapan kami cukup membosankan, jadi saya akan mmengatakan rinciannya nanti, saya bukanlah orang yang ingin menyenangkan para bangsawan. Intinya bahwa, sang putri berterima kasih karena sudah menyelamatkannya kemarin.
Bahwa, sebenarnya saya seorang Ogre yang duduk disebelah sang Putri yang sedang berbincang bincang, yang merupakan cobaan yang cukup bagus jika saya mengatakannya. Jadi saya memutuskan pada situasi untuk bersabar sepenuhnya.
Saya melihat pada Boy Knight apa yang sedang dibawanya. Ditangannya dia sedang mengangkat tas yang setengah ukuran dengan tubuhnya yang suaranya seperti koin emas. Pada saat itu, saya mendapatkan firasat buruk tentang apa yang dia minta untuk pembayaran sebanyak ini. Saya harus bilang bahwa saya sedikit gelisah mendengar misi yang mereka berikan padaku dan kelompokku.
Kemudian, Sang Putri Tomboy mengatakan apa yang dia inginkan. Dia khawatir tentang keselamatannya, mengingat bahwa pengawal sebelumnya gagal melindunginya dan dia ingin kami mengawalnya kembali ke Royal Capital(ibukota Kingdom).
Keinginannya membuatku merasa sedikit terganggu, mengingat tentang situasi sekarang kami. Masih ada sedikit emas, tapi akan ada anak anak yang akan segera lahir
Saya baru saja mau pergi ketika saya diberitahu bahwa tas yang berisi emas itu hanyalah uang muka dan imbalannya ialah Gold Plate. Saya pernah mendengar bahwa satu Gold Plate berharga satu juta koin emas, otakku mulai berpikir.
Menurut siRambut Merah, kita bisa mengambil pelat itu, seperti Silver Plate yang diberikan sebagai imbalan, pada Royal Capital dimana bisa ditukarkan dengan sepuluh ribu emas koin.
Itu salah satu alasan untuk dimengerti. Menurutkan sebuah koin emas seharga sepuluh yen, jadi sebuah Silver Plate berharga seratus ribu yen, sedangkan imbalan yang diberikan yang diberikan oleh pengawal sang Putri seharga sepuluh juta Yen. Saya bahkan tidak memiliki kekhawatiran apapun mengambil uang dari Royalty, bahkan jika itu uang pajak. Para bangsawan hanya menghabiskannya untuk bersenang senang saja.
Katanya, karena keseimbangan dari resiko dan imbalan yang cukup banyak bahkan jika merencakan untuk melawan sang Putri sebagai pertimbangan, itu bukanlah pilihan yang cukup buruk untuk masuk kedalam Royal Capital.
Karena saya selalu bisa melatih anak anak ketika mereka lahir, maka seharusnya tidak akan ada masalah. Karena kunjungan kami sudah tercapai, saya berpikir jika kami bisa meyakinkan sang Putri untuk mengizinkan kami tidak mengusir wanita yang tidak bisa bertempur di tempat pemukiman kami.
Kami menunggu sekitar satu jam di gerbang Demuki sesuai janji. Ketika mereka sampai, hanya sang Boy Knight dan Sang Putri saja. Kereta yang diisi dengan berbagai barang barang mewah untuk mengakomodisi sang Putri saat sedang berada diperjalanan.
Ketika saya bertanya, kemana penjaga mereka. Saya diberitahu bahwa mereka dicurigai merencakan untuk menculik dan dikirim dengan jalur berbeda setelah kontrak kami dibuat.
Ketika saya ingin penjelasan yang lebih, sepertinya dua tim pengawal langsung keluar dan ikut bersama kami. Mendengar hal itu, saya berkeringat dingin.
Sejujurnya, kedua logika ini membuatku pusing, tapi kontraknya sudah dibuat jadi tidak bisa ditarik kembali sekarang. Dari sekarang, saya hanya perlu waspada.
*sigh” misi ini jauh lebih tidak masuk akal.
Setelah itu, saya langsung menuju ke ibu kota kerajaan secepat mungkin. Dengan peperangan yang akan datang nanti yang ada dipikiranku, kami berangkat. Dimisi ini, saya tetap mengaktifkan kemampuan [Luck] dan [Golden Rule]. Semoga dengan ini mencegah hambatan yang bisa menghambat kami didalam misi ini.
Saat kami diperjalanan, saya sadar ada yang mengejar kami. Sekali lagi, saya bertanya pada kedua orang itu. Mereka bilang orang orang tersebut adalah anggota dari tim penjaga, bersama dengan beberapa preman.
Saat pengejar berhasil menyusul, saya didesak sang putri untuk melindunginya.
Ini yang terburuk. Saya berakhir dengan membantai mereka semua. Situasi ini tidak memperbaiki penampilan sipilku dengan bayangan apapun, meski saya bisa mengabaikan tanggung jawab bagi kematian dari tim penjaga pada sang putri jika itu dibutuhkan.
Saya penasaran berapa hari lagi bisa sampai di ibukota kerajaan.
Karena kami selalu bergerak terus menerus, saya memindahkan barang barang sang putri di item box dan meninggalkan keretanya. Sang putri dipindahkan dikeretaku karena itu tempat teraman baginya. Bahkan, sang putri rupanya menyukai pundakku, duduk disitu seperti kursi, dia duduk beberap lama.
Suasana keseluruhan tidaklah buruk tapi didalam pikiranku bahwa memastikan sang putri tiba tanpa ada cidera.
Hmmm, makluk buas dengan seorang gadis di pundaknya.. saya pikir pernah melihatnya disuatu tempat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar