Day 102



Well, masalah lagi mulai dipagi hari.
Si Tomboy Princess dan Boy Knight mencoba berpastisipasi didalam pelatihan pagi kami. Saya tidak merasa punya masalah dengan Boy Knight yang ingin mencoba berpastisipasi tapi sang putri juga bertujuan untuk ikut juga. Ini menyebalkan. Mereka berkeinginan seperti “kami ingin juga belajar bagaimana caranya bertarung” atau “coba bertarung dengan kami” saya mencoba untuk mengabaikannya, tapi saya mempunyai batas sabar.
Karena tidak ada jalan untuk menghindarinya, saya berpikir sesuatu yang melibatkannya, sang klien untuk tidak membuatnya terluka. Maksudku, dengan satu jari saya bisa menyebabkan kematian langsung baginya, meski saya tidak berkeinginan melakukannya.
Suka atau tidak, saya sudah memprediksikan kejadian ini akan terjadi dan meminta para sister untuk membuat beberapa baju latihan untuk sang putri Tomboy.
Saya harus memastikan magic ke bajunya dengan ketahanan fisik yang berat. Bahkan jika saya menamparnya dengan lembut, maka tidak ada luka yang ada didalam badannya dengan tubuh yang lemah itu. Dengan begitu, saya memberitahukan pada Boy Knight dan sang putri Tomboy untuk saling bertarung satu sama lain. Saya sudah tahu bahwa Boy Knight akan menahan diri sebisa mungkin bagi sang putri, jadi resiko dari melawannya lebih rendah dibandingkan dengan kemungkinan yang lain. Meski sang putri akan dia bertahan dengan menggunakan pedang kayu, dia benar benar memiliki kekurangan kedisiplinan. Itu benar benar masalah besar yang mungkin dia tidak sadari.
Setelah pelatihan dimulai, mungkin butuh beberapa saat, tapi Boy Knight mulai membalas sedikit. Setelah melihat pergerakannya, jelas sekali bahwa dia terlalu bergantung pada [Job]nya.
Tentu saja, dengan mengikuti dasar [Job]nya maka akan meningkatkan kemampuannya. Meningkatkan level dengan membunuh monster dan tubuh lebih kuat adalah hal yang biasa. Meski begitu, berdasarkan dari pergerakannya, bocah ini tipe barisan depan, yang bisa melakukan pergerakan yang berbeda beda. Dia pastinya memiliki kemampuan bertarung melawan Ogre yang biasa, meski tidak ada satupun Ogre yang biasa disini. Akhirnya, ada seseorang yang memiliki kemampuan yang menggunakan kemampuan pedang yang berhubungan dengan [Art(senibeladiri)] dan satunya [Profesi]
Tentunya, seseorang dengan mudah menjadi egois jika hanya berpikir tentang menjadi kuat melalui pengalaman dan dengan begitu, banyak sekali orang berpikir bergitu. Tapi bocah ini nampaknya terlalu muda untuk dipengaruhi dan sepertinya dia menjadi guru pribadi sang putri, tentu saja ayunan dia sedikit lebih lambat untuk membuat sang putri dengan mudah menahannya.
Meski begitu, yang pastinya bocah itu melakukan [Job]nya dengan sangat serius. Saya terkejut betapa sulitnya dia menyerang sang putri, sang putri yang dipenuhi dengan keringat dan terengah engah. Sepertinya dia sangat menikmatinya, jadi saya berpikir itu mungkin sesuatu yang bagus untuk jangka panjang.
Pikiran tersebut menyadarkanku bahwa alasan dari usahanya untuk memastikan keselamatan sang putri dimasa akan datang.
Well, latihan pagi sudah selesai. Dhammi-chan, Redhead, Wind Lord-chan dan sang putri pergi berenang sekalian mandi di sungai terdekat. Beberapa saat, para pria hanya bisa mengusap keringat sampai giliran mereka tiba, meski begitu sang putri sepertinya ingin saya menjadi penjaganya menuju ke sungai dan menjaga jaga. Hmm, mau bagaimana lagi. Setidaknya, tidak ada gadis yang lainnya keberatan dengan kehadiranku.
Sungai jernih dan memantulkan langit sebagai gambaran yang ada diatas air. Pemandangan di keseluruhan lokasi cukup bagus, meski jalanan dan daratan pada Sternbild kingdom lebih berbahanya dibandingkan dihutan. Meski begitu, belum ada satupun monster yang lebih kuat dibandingkan dengan Hind Bear selama perjalanan kami, jadi tidak perlu khawatir.
Kami sudah sepakat bahwa rute yang terpendek yang akan dilalui, sudah tentu jelas karena menuju ke ibukota kerajaan.
 Menurut rincian peta yang dimiliki Boy Knight, hutan kami agak cukup kecil, tanda dari peta adalah Shirisuka Forest “dihuni dari berbagai monster, memiliki air terjun yang terkenal besar dan Hot Spring”. Rincian peta lokasi seperti lokasi dari suku Fomor, sebuah spesies raksasa, rincian tentang desa pengrajin yang kami lewati didalam perjalana menuju kota benteng Trient dan beberapa cluster pegunungan. Beberapa dungeon yang ada didalam daftar peta. Dungeon ini juga rupanya menyebabkan masalah besar di area sekitarnya, meski itu bukan masalahku kecuali jika seseorang ingin memperkerjakanku, tentu saja saya melayaninya.
 Saya mulai mengkategorikan lokasi peta yang kami kembangkan. Ada beberapa Boruforu, meski itu tidak cukup untuk seluruh kelompok, saya tidak mengganggu dan membiarkan mereka mengisi perut mereka. Sambil melihat peta, saya menyadari bahwa kami mengambil rute 13 menuju ke kota benteng Trient dan saat inin ada rute 7, yang merupakan rute terpendek menuju ibu kota Osvel.
Sejak saya sepakat untuk mengambil misi ini, saya mulai membuat rencana untuk kabur dari ibukota jika ada terjadi sesuatu. Skenario terburuk yang akan terjadi maka hanya saya dan Ogakichi yang mungkin bisa bertahan. Dhammi-chan dan anggota Lord lainnya memiliki kesempatan tapi dengan kekuatan penuh dari [Royal Army]. Kami mungkin kehilangan beberapa anggota terpenting didalam pelarian, karena itu saya harus waspada dan menyiapkan untuk situasi apapun.
Tapi untuk sekarang, kami adalah tim pengawal yang disewa oleh sang putri untuk mengawalnya ke ibukota. Selama kami memegang gelar sebagai pengawalnya, maka tidak ada resiko serangan yang lebih lanjut dari para petualang(Adventurer). Saya yakin didalam bayanganku ini akan menjadi liar dan berisiko tapi seseorang tidak akan pernah terlalu waspada ketika mendekati sesuatu yang tidak diketahui.
Bagaimanapun, saya mencoba berbicara dengan Boy Knight beberapa saat yang lalu tapi dia tidak tertarik berbicara denganku. Mungkin sesuatu seperti sang putri yang sekarang ini memanjat kebahuku lagi. Selain itu, kami membuat kemajuan yang bagus menuju ketempat tujuan kami. Meski jalanan cukup tidak bagus karena kemakan usia. Itu bukanlah masalah yang besar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar