Kami tiba di hutan Shirisuka pagi ini. Ditempat ini, ada binatang yang belum pernah saya makan sebelumnya. Maka dari itu saya bersemangat.
Ada beberapa spesies hewan buas dan spesies serangga disekitar danau dan sungainya yang jauh masuk kedalam hutan. Dari sini, banyak sekali spesies dari hutan yang bertipe amfibi.
Dari spesies yang saya dengar dari hutan ini, ada beberapa yaitu;
- Red Lizard yang memiliki cakar merah dan sisik yang terbakar seperti api.
- Guriforundo seperti makhluk Cheetah yang bisa menembakkan api merah dari kedua ekor dan cakarnya.
- Kelpie makhluk kuda yang berlendir sepert kodok dengan sisik biru muda yang memiliki kaki belakang dan sebuah ekor yang tebal – makhluk yang cukup menarik.
- Crystal Crocodile, sebuah makhluk hidup yang panjangnya sekitar 8 meter dengan kulit dan taringnya terbuat dari kristal.
- Ness Frog spesies kodok kuning yang memiliki racun yang memiliki nuansa berwarna ungu.
- Rock Turtle Frog, sebuah makhluk yang memiliki kepala dengan cangkang kura kura yang terlihat seperti batu.
- Silent Mosquito, sebuah nyamuk yang tidak bersuara yang bertipe menyedot darah, yang berukuran sekitar 10cm.
- Shell Grasshopper, seekor makhluk serangga yang berkecepatan tinggi yang menyerang secara acak tanpa banyak alasan.
Saat ini, saya berencana untuk melihat makhluk makhluk tersebut secara langsung. Saya ingin melakukannya dengan cepat, jadi saya melepaskan Kumajirou dan Kurosaburou sementara mengirim beberapa yang lainnya. Ketika kami maju, beberapa kali kami mendapatkan makhluk yang baru kami lihat, meski memakan mereka tidak memberiku kemampuan baru.
Kemudian seekor Silent Mosquito (nyamuk) dan beberapa serangga Shell Grasshopper yang diikuti oelh Ness Frog yang semuanya berhasil menyerang kami. Itu kumpulan dari beberapa binatang spesies, karena itu saya membunuh mereka semua dan kemudian memakan mereka. Harus kuakui, bahwa saya sedikit serakah dan memakan seluruh badannya, tidak menyimpan bahan bahan apapun.
Itu hanya mungkin seperti lapisan gula yang ada di kue, tapi yang paling menyulitkan dari semua monster, yang mengejutkan yaitu serangga Shell Grasshopper.
Untuk lebih jelasnya, jalan satu satunya untuk bisa menangkap mereka dengan memperkuat tubuhku dengan beberapa kemampauan, atau menghindari mereka dan menyuruh seseorang yang memiliki mata tajam untuk menangkap mereka ditengah mereka terbang, seperti Dhammi-chan. Ada beberapa serangga yang mencoba mendekat dan menyerang pada orang orang yang tidak bisa bertarung seperti Blacksmith-san dan sang putri tomboy, meski kecepatan dari serangan mereka bukanlah apa apa jika saya serius, jadi tidak terlalu masalah. Namun, jika mengatakan seperti itu, sepertinya cukup bermasalah juga.
Kali ini, serangga Shell Grasshoppers cukup kecil untuk ukurannya dan hanya beberapa. Mereka juga mulai menyerang kuda Skeleton, meski kerasnya tulang yang dimiliki oleh kuda kuda, serangga ini tidak bisa menghancurkannya. Konon katanya, setelah bertabrakan, kerasnya dari serangga Grasshopper bisa bertahan dengan sendirinya dari akibat kecepatan tinggi tersebut, itu menarik sekali. Saya ingin menggunakan makhluk ini sebagai semacam amunisi.
Sejujurnya, mereka cukup berguna jika digunakan. Jika memiliki banyak dari serangga Grasshpper sebagai amunisi, maka bisa menembus tembok dan jika penggunaannya terlalu banyak, bahkan tembok bisa hancur. Dengan hancurnya tembok, maka kota hancur dan segera menjadi kota laupan api. Meski sekarang, minat saya adalah meningkatkan kualitas anak anak generasi baru dan mendapatkan hubungan dengan keluarga kerajaan dari Sternbild Kingdom.
Monster monster yang kami tangkap menjadi makanan siang yang lezat. Kami juga menangkap seekor Ness Frog tapi karena tingginya tingkat racun yang dimilikinya, hanya saya yang bisa memakannya. Meski ada kemungkinan si rambut merah bisa memakannya karena [Job] yang dimilikinya sebagai [Noir Soldier].
Meski, bukanlah hal yang mustahil karena saya bisa menetralkan racun dari Ness Frog, jadi saya mengizinkan sirambut merah untuk memakannya sedikit.
Dengan begitu, saya memakan sebagian besar buruan yang kami kumpulkan selama beberapa jam.
Ability unlocked [Epidemic Scatter]
Ability unlocked [Disease Carrier]
Ability unlocked [Burning Claw]
Ability unlocked [Refractory Mucus Secretion]
Ability unlocked [Plague Infection]
Ability unlocked [Hard-Head]
Ability unlocked [Head-Butt]
Ability unlocked [Silent Flight]
Ability unlocked [Weak Intimidation]
Ability unlocked [Variable Temperature Weakness]
Rasa dari daging Ness Frog sangat lembut sehingga meleleh didalam mulut. Bahkan rasa dari serangga Sheel Grasshopper ternyata enak dan renyah, sangat enak sekali.
Meski manusia seperti Blacksmit-san mengakui bahwa cukup sulit memakan makhluk makhluk tertentu, terutama dengan serangga, menatapku memakan cukup banyak tidak peduli berapa kerasnya daging, itu bukanlah sesuatu yang mereka bisa lakukan. Berpikir tentang itu, saya menyeringai tapi hanya itu saja.
Sesuatu yang enak adalah hal yang lezat. Dengan mencampurkannya nasi dari makanan ini maka ini pasti sangat luar biasa. Lemak yang keluar dari daging makhluk ini, membuat semakin enak rasanya.
Daging Kilpie rasanya mirip dengan daging kuda, tapi ada perbedaan dari kehalusan rasanya. Meski berbeda, rasanya tidak terlalu buruk, hanya rasanya lezat.
Selama kami makan, kami saling berbagi cerita.
Ditengah diskusi kami, tiba tiba seekor Crystal Crocodile tiba tiba keluar dari sungai dibelakangku.
Itu bukanlah binatang bodoh dan tentu mengerti bahaya dari mangsa, karena itulah dia menunggu dimana dia akan menyerang dan percaya bahwa kami sangatlah mudah diserang. Tentu saja karena dia adalah raja dari air dihutan ini.
Muluat yang terbuka yang besarnya bahkan seorang Ogre tidak bisa melawannya. Seekor Crystal Crocodile memiliki tingkat yang lebih tinggi didalam kekuatan dibandingkan dengan Ogre yang biasanya dan ada beberapa kasus dimana seekor Crystal Crocodile bisa membunuh beberapa Ogre sekaligus.
Meski begitu, serangan mendadaknya gagal karena saya sudah menyadarinya sejak awal.
Tanpa sedikit panik pun dengan kemampuan [Sense Presence] saya tidak perlu melihat kebelakang untuk mengetahui seberapa kuatnya lawanku. Saya mengambil tombak. Seketika tembus didalam mulut makhluk tersebut dan kemampuan [Triple Strike] yang aktif. Lebih cepat dibandingkan dengan kilat, dan jika saya menggunakan pedang yang tak terlihat, monster tersebut langsung memiliki lubang seketika langsung tewas. Pada saat itu, saya mengumpulkan bahan bahan dan mulai membakar daging, bau dari daging membuat ngiler. Karena daging sudah hampir masak karena dari petir tombakku, jadi itu dagingnya cepat masak.
Karena material dari Crystal Crocodile bisa dijual dengan harga yang cukup tinggi, saya memutuskan sebagia besar menyimpannya untuk menjualnya nanti. Meski akhir akhir ini, saya membiarkan Dhammi-chan dan sirambut merah untuk mengelolanya jadi mereka bisa meningkatkan kemampuan penyembunyiannya. Setelah saya mengumpulkan beberapa material untukku sendiri, saya menyisahkan untuk mereka. Daging yang saya ambil dari ekor, karena banyak dari hewan reptil daging yang paling berharga yang merupakan ekornya.
Yah, sangat luar biasa. Saus yang mengalir dimulutku, dengan begitu, nafsu makanku naik beberapa tingkat lebih luar biasa. Tubuhkuh yang terasa menakjubkan dari energi yang didapat daging tersebut.
Ability learned: [Crystal Crocodile's Armored Hide]
Ability learned: [Crystal Crocodile's Sharp Fangs]
Ability learned: [Predator of the Water]
Tubuh dan kemampuanku meningkat sekaligus, ini adalah sesuatu yang paling saya sukai. Saya puas dan tersenyum.
Pada keadaan tersebut, sang putri menatapku dengan muka bingung.
Itu adalah suatu hal, karena itulah mengapa saya selalu tertarik berburu begitu banyaknya spesies yang berbeda dan mengapa kebanyakan dari mereka selalu menargetku.
Jawabanku sederhana karena saya ingin membunuh mereka, dan mereka ingin membunuhku. Atau sesuatu seperti itu.
Membunuh atau dibunuh, yang paling kuat bertahan dan tumbuh lebih kuat. Jika ada musuh yang kuat, bertarung dan bunuh lawan tersebut untuk tumbuh lebih kuat. Saya memakan mereka karena saya lapar dan dengan memakan mereka, saya tumbuh lebih kuat. Inilah hukum alam, yang mana itu yang kujalani sekarang.
Saya menghindari fakta bahwa saya memakan apapun untuk mendapatkan kemampuan baru. Dalam arti tertentu, itu adalah kewajibanku karena sudah membunuh mereka untuk mengambil kemampuannya. Terlihat seperti suatu ritual bagiku pada hal tersebut, tidak ada salah satu dari kelompok yang memikirkannya sekarang. Meski berpikir tentang itu, memakan kulit dari mangsaku terlihat aneh jika dari sudut mata normal.
Setelah dari penjelasku, sang putri menjadi terdia seolah memikirkan sesuatu, dia bahan tidak menyadarinya. Saya telah mengatakannya bahwa kami semua mengalami perubahan saat kami tumbuh lebih kuat. Seperti dia terlihat pusing karena hal tersebut.
Well, itu mungkin bukanlah suatu hal ketika dia mulai curiga padaku karena dia masih senang naik di pundakku,
Untuk sekarang, kami membunuh monster yang mendekati kami dan melanjutkan perjalanan masuk hutan.
Today's synthesis results:
[Dissonance] + [Panic Voice] = [Death Voice]
[Shell Defense] + [Shell Retreat] + [Adamantine Spider's Strong Carapace] = [Indestructible Castle Shell]
[Conceal Presence] + [Recognition Obstruction] + [Sneaking] = [Recognition Difficulty]
[Surging Combat Instinct] + [Survival Instinct] = [Berserker Mode]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar