Setelah saya bangun dari tidur, hujan masih turun dengan deras.
Karena hal tersebut, kami tidak mempunyai pilihan yang lain kecuali menghabiskan waktu didalam goa.
Untungnya, goa itu cukup luas, setelah menghabiskan waktu untuk membuat sedikit lebih luas lagi supaya cocok apa yang kami butuhkan, jadi tidak ada masalah.
Karena saya juga memiliki makan didalam item boxku yang bisa dimakan oleh pemukiman sekitar satu minggu, jadi makanan bukan jadi masalah lagi.
Hujan mereda ketika sore harinya, tapi tak lama kemudian salju mulai turun. Angin yang cukup kencang dan karena dari hujan yang sebelumnya, jalanan menjadi kondisi yang tidak bagus untuk bisa dilewati.
Katanya, mungkin lebih baik bagi para sister untuk menghabiskan satu hari lagi untuk penyembuhannya dan menghabiskan waktunya dengan anak anak mereka.
Besok, cuaca akan lebih baik lagi.
Karena keputusan tersebut, Blacksmith-san dan saya memutuskan untuk menghabiskan waktu untuk melakukan berbagai aktivitas.
Dhammi-chan mulai membaca novel pada sang putri tomboy.
Sirambut merah yang mulai berlatih dengan Fire Lord-kun dan Boy Knight. Sesekali, sang putri meluangkan waktu dari membaca buku untuk ikut berpastisipasi juga.
Blacksmith-san mengeluarkan alat penempa besinya dan memulai bekerja dengna beberapa Spirit Stone. Dia mengedipkan mata padaku, yang mana sangat manis dilihat. Sedangkan Alchemist-san mengeluarkan peralatannya dan mulai mengolah beberapa obat baru yang mau digunakan. Para sister bersama dengan Auro dan Argento, yang masih tertidur lelap, saya tidak ingin menganggu mereka untuk saat ini.
Sedangkan saya, saya beranjak keluar dari goa, sendiriann...
Saya meminta dua Lord untuk bertanggung jawab menjaga jalan masuk goa dengan satu perempuan untuk membantu Dhammi-chan merawat para sister jika mereka membutuhkan sesuatu.
Saya memtuskan untuk berburu, karena tidak ada sesuatu hal yang perlu dilakukan.
Lokasi saya putuskan untuk berburu monster adalah <<Cluster Mountains>>
Karena ini seperti sekali mendayung dua pulau terlampau, maka memantau area sebelum kami maju, jadi tidak ada masalah jika melakukan hal ini.
Saya sedang berjalan di atas salju tanpa banyak kesulitan melewatinya.
Saya memakai jas hujan dan celana panjang yang terbuat dari kulit Cuckoo yang saya beli dari Fotress City Trient (kota benteng) yang tidak bisa sama sekali ditembus air. Dengan menggabungkan dengan kemampuan [Null Cold Damage], [Aqua Resistance] dan [Complete Wind Resistance].
Cuaca yang tidak berpengaruh padaku, dengan penggabungan itu karena saya seorang Ogre, jadi saya menganggap tidak banyak masalah.
Biasanya, mencari mangsa akan menyulitkan jika lingkungan seperti ini. Walau begitu, dengan menggunakan kemampuan [Sense Presence]. Saya bisa mengetahui tanda tanda dan jejak untuk melacak mereka. Saya memutuskan untuk melacak hewan yang bersembunyi dariku.
Pelacakan pertama, saya menemukan beruang yang saya bantai sebelumnya didalam goa yang dimana dijadikan tempat tinggal sementara.
Beruang itu tidak bisa dimakan, meski spesies itu tidak memiliki kemampuan apapun yang saya belum dapatkan.
Setelah itu, ada sepasang jejak yang mengarah ke goa dekat sini.
Didalam goa, ada sepasang beruang, satu jantan dan satu betina, sang betina yang sedang hamil tua.
Beruang jantan mengarahkan taringnya pada arahku untuk mempertahankan pasangan dan anaknya. Biasanya saya hanya membantai mereka semua dan memakannya tapi karena saya baru saja menjadi seorang ayah, saya menahan diri untuk tidak membunuh beruang betina. Beruang betina tidak akan lari jika saya membunuh beruang jantannya.
Karena saya tidak terlalu bersemangat, saya berpura pura untuk tidak melihat mereka. Karena saya bisa dengan mudah melacak beruang lainnya, jadi tidak akan sulit menemukan yang lainnya. Meski harus kuakui, saya mencoba untuk menggodannya untuk menyerangku. Itu bukanlah kesalahanku jika beruang jantan memutuskan meninggalkan si betina untuk mencoba menyerangku. Meski begitu, ketika dia mulai menyerangku, saya tidak sadar menggunakan kemampuan [Intimidation of the Strong].
Beruang jaantan berhenti dan kembali kedalam goa.
Hmm, kau seharusnya menghargai kehidupanmu.
Setelah mencari badai salju beberapa saat, saya menemukan beruang yang lain, dan ini hanya seekor beruang jantan. Maka tidak ada belas kasihan. Saya memutuskan tidak menggunakan kemampuanku dan mempersiapkan tombakku.
Meski kekuatannya lebih rendah dibandingkan Lord of the Forest, keempat tangannya sangat mengganggu dan kuat, membuat menjadi lawan yang imbang.
Pada akhirnya, saya memotong lengannya satu persatu, kemudian memotong kepalanya dan memakannya.
Ability unlocked [Bristle Guard]
Saya berjalan lebih jauh kedalam pegunungan, mencari mangsa selanjutnya. Selanjutnya saya menemukan sesuatu seperti seekor rusa, monster yang bertubuh lima meter (White Stag)<<ingat ini kata kata karena penting sekali dan panjang penjelasannya dibawah>>.
Warnanya putih murni dengan otot otot yang mengembang seperti macan tutul. Walau seperti seekor rusa, jelas sekali bahwa itu adalah karnivora. Yang berdiri dan memberikan aura seperti seorang juara.
Sedangkan sisa dari karakteristiknya, sangat besar, seperti raksasa. Yang diselimuti rambut putih yang memancarkan cahaya samr dari salju dan sedikit sinar matahari yang menerpanya.
Seolah terlihat seperti langit itu sendiri yang berkatan bahwa makhluk ini hebat. Seolah olah berlukiskan semangat yang agung. Tanpa melihat dari depan, saya bisa tahu bahwa ini adalah boss dari <<Cluester Mountain>> itu makhluk raksasa dari raksasa [Fomori]. Bentuk dari kehidupan bumi.
Saya pernah diberitahu bahwa Fomorians merupakan wujud yang paling kuat dibandingkan dengan bos monster hutan biasa dan pegunungan dan yang berdiri ini didepanku merupakan puncak dari semuanya.
Karena makhluk buas ini, maka dari itu saya harus bertarung melawannya tidak peduli apa hasilnya. Sekarang, saya mulai memilih dari sekitar tiga ratus kemampuan yang kumiliki.
Indera dan tubuhku meningkat tajam, saya mengenakan [Red Bear Beast King Prestige]. Saya menggunakan tombak Halberd dan Shuyari. Dengan persiapan tersebut, saya berbalik berhadapan dengan makhluk buas ini.
Makhluk buas ini mungkin bisa dibunuh secara seketika tapi kenyataannya tidak bisa, saya harus menggunakan semua apa yang kumiliki untuk bertahan hidup. Dengan melawan makhluk buas ini saya tidak mempunyai harapan menang melawannya. Dengan hawa keberadaan yang tipis itu.
Saya memiliki kemungkinan menang 30%. Dengan kata lain, kemungkinan bahwa saya dibunuh 70%.
Kemungkinan menang saat melawan Lord of the Fores ketika saya masih Hobgoblin lebih dari dua kali kemungkinan dari sekarang. Saya dipenuhi oleh keringat dingin, firasat akan kematian menyapu seluruh bagian tubuhku, tapi ini adalah sesuatu yang harus saya lakukan.
Makhluk buas berwarna putih itu menyadariku disudut matanya. Dengan menggelengkan kepalanya, kedua tandukku berada di tanah terpelanting. Itu membuatku kebingunan dan pada saat itu, kefokusanku rusak, kesalahan besar.
Kemudian, sebelum saya menyadari kesalahanku, makhluk buas itu tiba tiba menepuk tanah, menyebabkan tanah gempa dan saya kehilangan keseimbangan sehingga terjatuh. Seketika, makhluk buas itu melompatiku, jantungku berhenti berdetak.
Dia menatapku beberapa saat. Kemudian seketika, mulai bergerak dengan cepat.
Saya tidak terlalu mengerti kenapa, tapi dia memberiku kesempatan kedua. Saya harus lebih memperkuat kewaspadaanku.
Saya menggunakan tandukku dan mulai maju dengan cepat.
Tindakan setelah makhluk buas itu, indera saya meningkat tajam. Saya bergerak cepat sebisa mungkin tapi dalam satu lompatan, tanah bergetar dan makhluk buas itu terlempar beberapa meter jauhnya.
Sungguh kecepatan yang luar biasa. Pengejaran itu berlanjut beberapa saat tanpa melihat kebelakang tapi jika dia lelah, makhluk buas itu sepertinya mengaktifkan kemampuannya.
Tidak ada satupun pendeteksi jebakan yang bekerja kecuali kemampuan [Intuition] yang aktif, memperingatkanku bahwa saya akan mati. Seketika, saya tidak mempunyai pilihan selain “Lari”
Tapi pada akhirnya tidak lagi mengejarku, saya berbalik melihat makhluk buas itu yang sedang menatapku kejauhan.
Benar benar dikalahkan. Saya kalah tanpa memberi pukulan satupun padanya.
Setidaknya, saya bisa kembali pada anak anakku. Saya memtuskan bahwa saya akan memberikan tanduk tanduk ini pada mereka sebagai hadiah. Karena saya tidak memenangkan pertarungan, saya tidak mempunyai hak untuk memakan barang tersebt.
Dengan begitu, saya mulai berjalan di pegunungan untuk menemukan sesuatu untuk diburu. Sambil saya berjalan, saya menemukan Slime putih yang sedang bersembunyi di salju.
Slime itu tampaknya berwarna abu abu. Sistem magic seperti meningkat membuatnya mengeras dan sangat sulit untuk mengenainya dan juga tahan pada serangan fisik.
Saya penasaran ketahanan apa yang dimiliki pada spesies ini. Berpikir tentang itu, saya melihatnya lagi. Saya tidak mencoba untuk membunuhnya. Saya membungkuk dan mengisapnya seperti jelly.
Satu satunya yang bisa kudapatkan hanya meningkatkan keefektivitas dari ketahananku. Sayang sekali. Saatnya untuk pulang.
Diperjalanan pulang, saya mendengar suara samar samar yang bercampur dengan suara badai salju. Saya bisa juga mendeteksi getaran kecil ditanah. Dari kejauhan, ada pertempuran yang cukup hebat.
Setelah meningkatkan inderaku, saya memutuskan untuk pergi kearah suara tersebut. Saya cukup penasaran.
Setelah saya sampai dekat pusat suara tersebut, getaran tanah cukup hebat dan saya bisa dengan jelas mendengar suara pertarungan. Rupanya seseorang bertarung melawan sesuatu. Karena pertarungan memanas, saya putuskan untuk mendekat lagi. Saya harus berhati hati, jika terjadi sesuatu saya harus mundur.
Karena saya tidak tau bentuk pertarungan apa ini, jika medan tempur antar kedua sisi, saya tidak bisa ikut campur atau mendapat resiko dari jumlah musuh dari kedua belah pihak.
Karena saya tambah penasaran, saya berjalan turun dari jalanan pegunungan. Salju yang terlihat lebat tapi saya tetap maju kedepan.
Saya berjalan beberapa menit. Tiba tiba, ada beberapa objek yang masuk pada [Sense Presence](seperti radar), empat titik kecil biru dan dua titik kuning. Disekitar mereka ada titik merah besar, empat titik besar berwarna silver dan satu titik yang samar samar.
Itu terlihat campur aduk dan sulit untuk membedakannya.
Ketika saya mendekati lokasi, ada suara yang kuat dari pertempuran diudara. Suara gemuruh yang hampir seolah olah dunia sedang gempa, bergetar hebat.
Saya terus maju sampai saya mencapai tempat terbuka di pinggir tebing. Disana, pertarungan sedang berlangsung. Seperti yang saya bayangkan, pertarungan sengit mulai berkecamuk.
Saat saya mendekat, saya melihat satu kelompok yang berjumlah enam, empat manusia dan dua demi-human. Disekitar mereka ada beberapa raksasa, salah satu dari mereka ada yang lebih besar dari yang lainnya dan memiliki aura sebagai pemimpin yang kuat.
Terlihat, makhluk buas lainnya seperti Fomorian yang biasa. Kepala mereka mirip seperti kambing. Mereka memiliki mata yang berapi api dan tubuh bagian atasnya tegak dengan sebuah ekor mirip dengan ualar. Tubuh bagian bawahnya seperti kambing, yang tertutup dengan bulu hitam. Disetiap tangan mereka mempunyai pentungan batu tajam yang cocok dengan ukuran mereka.
Fomorian yang merupakan titik silver, rupanya yang titik merah merupakan pemimpin dari kelompok. Saya memutuskan menamai mereka sebagai Giant King.
Seperti saya bilang, Party yang berjumlah empat manusia dan dua demihuman. Untuk menggambar mereka. Manusia yang pertama berambut yang pirang, seorang pemakai pedang (Swordsman) yang bermata biru, cukup muda. Satunya bersenjata berat dan memakai pelindung baja, seorang pendeta wanita cantik dengan tangannya memegang Bible (Clergywoman) dan satunya magician cantik yang mengeluarkan mantra. Ada juga gadis yang menarik dengan dada yang besar memegang tombak besar(spearwoman). Beberapa saat, saya terpikat dengan kecantikannya. Dia memiliki telinga kucing dan ekor yang panjang. Yang terakhir gadis yang cantik dengan dua telingan dan ekor, memegang sebuah busur besar (archer).
Hanya ada dua laki laki dan empat wanita. Bagi laki laki, peluang mereka bagus dan terencana. Sementara susunan pertempuran mereka cukup bagus dan kerja sama mereka sangat bagus, pendapatku dari mereka cukup tinggi.
Swordsman dan Spearwoman mengambil alih sebagai barisan depan sementara barisan bertahan dari mantra bertahan dari Clergywoman dan magician yang menjaga bagian saya dengan bantuan magic dan penyembuhan magic sementara Archer bergerak masuk kedalam medan perang melemparkan busur api.
Seluruh pertempuran terlihat menarik.
Manusia manusia ini menyerang penuh beberapa makhluk buas, termasuk makhluk buas unik yang memiliki aura yang kuat
melihat lebih dekat, manusia memaksa mundur para Giant, meski lambat.
Formasi mereka sangat maju dan memiliki pola canggih. Orang orang ini jelas merupakan orang yang berpengalaman.
Sejujurnya, tidak sulit untuk mengakui mereka bertarung dengan baik. Di medan tempur, mereka tidak bergantung pada level mereka, [Arts] atau [Job] mereka, menggunakan kemampuan bertarung naturan untuk bertarung. Secara khusus, pergerakan dari si Swordsman sangat luar biasa. Diantara party mereka, ketangkasan dan keberaniannya yang paling menonjong dari semuanya sebagai pemimpin.
Mencoba dan memberikan mereka perintah, sang pemimpin berdiri lebih jauh dari sisa sisa kelompoknya. Dibelakangnya ada dua demihuman. ketiga lainnya sudah cukup bagus tapi tidak memiliki tingkat level kemampuan yang sama dengan yang lainnya.
Kemudian, mereka bisa membuat pingsan salah satu Fomorian dan membuat terluka sebelum bala bantuan datang dari kedua Fomorian tersebut. Fomorian itu mungkin tidak bisa selamat dengan luka seperti itu tapi membutuhkan beberapa waktu sebelum dia mati. Jika kedua sisi tidak saling menyerah satu sama lain, maka saya menunggu kesempatan untuk membantai Formorian dan menyimpannya didalam Item Boxku kemudian memakannya nanti.
Sepertinya para manusia membuat kemajuan, Giant King maju dan mengirimkan gelombang kejut untuk menjatuhkan kelompok manusia itu dari keseimbangannya. Seketika, para manusia itu jatuh ketanah tapi dengan kejelian dari Swordsman, mereka bisa bangkit. Meski mereka dipaksa untuk bertarung kembali, Giant king yang sepertinya tidak mempunyai kesabaran lagi bagi manusia dan mencoba untuk membunuh mereka cepat.
Jika hanya saja Fomorian yang ada, manusia manusia ini sudah memiliki kemungkinan tapi didalam situasi seperti sekarang ini dengan adanya keberadaan Giant King, ini disebut dengan sebagai misi bunuh diri.
Karena begitulah, saya memutuskan untuk menunggu dan mengamati situasi.
Pertarungan berkecamuk beberapa kali. Saya memperkirakan waktu yang saya habiskan mengamati situasinya kira kira dua jam.
Empat penyerang utama memperlihatkan tanda tanda jelas kelelahan, meski korban dari Fomorian banyak yang lebih parah. Kerja sama yang bagus dari kelompok manusia yang bisa membunuh Fomorian biasa, dengan hanya tersisa Giant King saja.
Pemuda Swordsman secara pribadi bisa mengalahkan dua dari mereka, membacok leher mereka setelah mendapatkan dukungan dari Magician dan Archer. Disituasi yang lain, Spearwoman berhasil menembus tengkorak dari Fomorian yang lain setelah memotong urat daging dikaki musuh. Meski disituasi ini, Spearwoman menerima luka saat menyerangnya. Fomorian yang terakhir dikalahkan setelah saling bertarung dengan lama. Pada akhirnya Magician dan Archer mengurangi sampai Fomorian itu pingsan.
Tanah yang seperti lautan darah dengan tebing yang meneteskan darah dari sejumlah mayat yang ada.
Kemudian, kabut racun mulai terbentuk. Pohon pohon yang ada disekitar area layu dengan ceat. Saya sebenarnya menyukai racun yang kuat seperti ini.
Sepertinya kabut itu berasal dari Cleric, jadi ada kemungkinan racun itu bukanlah racun biasa.
Seperti yang diduga, dengan level mereka, tapi kelompok manusia tentu tidak lengkap.
Shield Warrior yang rusak setelah menerima beberapa serangan dari pentungan batu Fomorian. Dia diselamatkan dengan adanya campur tangan dari Spearwoman, dengan pengorbanannya dia mendapatkan luka berat pula. Karena lamanya pertempuran, Cleric dan Magician memiliki Mana rendah pada titik seperti ini. Magician yang sudah kelelahan karena kehabisan Mana dan dia diselamatkan lagi kedua kalinya oleh Archer.
Archer harus mengumpulkan panahnya dari mayat disekitar medan peran untuk menggunakannya kembali, karena terlalu lamanya pertarungan ini. Archer terbang. Untungnya dia ditangkap oleh Spearwoman, tapi lukanya masih parah.
Dengan luka parah dari anggota kedua, ini menjadi pertarungan yang tidak mungkin. Jika tidak mundur, setidaknya ketiga dari mereka mungkin akan mati.
Sepertinya, Archer dan Shield Warrior mulai sekarat.
Setelah pertempuran ringan, Spear woman terjatuh karena luka lukanya, hanya Sworsman yang tersisa dari garis depan tempur.
Cleric yang putus asa mencoba menyembuhkan luka luka Swordsman. Dia sepertinya menggunakan sejumlah besar Mananya saat dia melakukan operasi dan memindahkannya pada tubuh Swordsman. Yang tersisa hanya tinggal tiga.
Sejujurnya, beberapa orang ini sudah bertarung cukup bagus. Bayangkan figur Dwarf (kurcaci) melawan Fomorian yang tingginya lebih besar dari kita. Faktanya bahwa pertarungan ini adalah sesuatu yang tidak masuk akal sama sekali.
Pertempuran yang masih berkecamuk beberapa kali, pemuda Swordsman melanjutkan pertarungan, memperlihatkan besarnya kedisplinannya dalam berlatih beberapa [Art] dan peralatan yang bagus. Meski begitu, berapa lama dia berjuang, Giant king tetap bisa menahannya dengan mudah, pertarungan tanpa batas merupakan hal yang bagus untuk dilihat.
Tapi mencapai akhirnya, kedua belah pihak masih berdiri, sementara Giant King yang menerima luka luka pada titik tertentu, Swordman yang tubuhnya dipenuhi dengan luka luka yang tidak bisa disembuhkan lagi oleh Cleric karena tidak bisa berdiri lagi.
Pemenangnya yang yakin pada titik ini. Kemudian, udara disekitar area berubah.
Saya bisa mendengar Giant King mulai mengucapkan magic.
Meski hasilnya dari kelas tinggi magic hanyalah luka yang tidak terlalu parah, ekspresi muka manusia terlihat frustasi dan menakutkan.
Semua gadis berubah menjadi ekspresi putus asa ketika melihat apa yang mereka sebagai malapetaka bagi mereka
Satu satunya yang masih membulatkan tekadnya diekspresinya hanyalah pemuda Swordsman. Ketika saya melihatnya, saya membuat keputusan.
Saya mengeluarkan senjata laras panjang dan langsung mengubah menjadi seusutu yang menyerupai Sniper Rifle. Tong yang besar akan membuat akurasi tembakan lebih akurat. Pada akhirnya tong tersebut dua kali lebih besar dibandingkan dengan tubuhku. Saya memutuskan menamai item baru ini [Ginude]. Saya bergerak cepat, karena saya tahu bahwa kelompok itu hanya memiliki waktu kurang dari sepuluh menit sebelum pemuda Swordsman itu pingsan dan kelompok itu akan dibantai.
Saya menambahkan beberapa kemampuan kedalam [Ginude] dan memasukkan peluru hitam besar. Peluru ini lebih kuat lima kali dibandingkan dengan yang biasanya, dan juga atribut dari Origin magic yang saya tambahkan untuk meningkatkan kekuatannya.
Bahkan jika tembakan ini adalah sesuatu yang bisa menghancurkan dinding kastil, kemungkinan itu tidak cukup untuk membunuh Giant King. Makhluk ini mempunyai banyak pengalaman yang dilalui beberapa tahun dan sebuah pertahanan yang lebih kuat dibandingkan dengan saya sendiri, saya bakan tidak yakin apakah serangan ini bisa sukses.
Dengan pikiran tersebut, saya berpikir lebih jauh melebihi kemampuanku.
Saya ingin meningkatkan peluang membunuh sesuatu untuk mencapai batas tertinggi. Entah saya bisa membunuhnya atau tidak, jika saya gagal, maka cerita ini mungkin bukan cerita yang lucu. Sudah sekitar hampir satu menit sejak Giant King memulai persiapan untuk membentuk serangannya. Yang harus kulakukan menunggu pembukaan ketika dia datang untuk membunuh. Pada saat itu, saya bisa menyerangnya apapun yang saya miliki.
Dan kemudian dimulai lah. Giant king mengeluarkan tawa kemenangan dan mengeluarkan gelombang kehancuran dan magic untuk mulai menghancurkan seluruh tanah pijakan.
Saya menjadi Sniper di bukit, bersiap membunuh target dan ini kesempatanku.
[Gunide] yang telah siap dan diisi dengan gas hydrogen bertekanan tinggi. Ledakan tembakan dari peluru yang keluar dengan kecepatan yang luar biasa. Hasil dari penggabungan kemampuanku dengan senjata api yang merupakan perwujudan dari sebuah senjata yang lebih hebat dibandingkan dengan senjata lain. Senjata ini merupakan senjata laras panjang yang mampu menembakkan proyektil secara cepat dan targetnya akan terkena sebelum gravitasi mempunyai kesempatan untuk mempengaruhi peluru tersebut.
Udara yang terpotong secara cepat dari suara dan gelombang kejut dari baut terlihat dengan jelas. Giant king yang beberapa meter dari kelompok manusia ketika saya menembakkannya.
Efek dari tembakan itu membuat telinga mendengung, gelombang kejut yang membuat dar keluar tiba tiba dan darah tersebut mengenai kelompok manusia itu
Peluru itu menembus tebing, menyebabkan ledakan besar yang membuat sebagian besar tebing longsor. Beberapa mayat Fomorian langsung terkubur di kejadian tersebut. Hasil dari tes pertama senjata ini sukses.
Kepala Giant King hancur dan badannya mulai jatuh ke tanah.
Tubuh Giant King yang terjatuh itu, jatuh diatas kelompok manusia.
Saya sudah menduga situasi seperti ini dan pada saat yang sama ketika saya menembakkan peluru itu, saya melompat dengan kecepatan tinggi. Dengan sepersekian detik ketika peluru itu ditembakkan, saya sudah mendekati jaraknya dan bersiap untuk melakukan serangan mendadak untuk menyelesaikan serangannya. Ketika Giant King mati, saya menggunakan kemampuan kecepatanku supaya manusia tidak mati tertimpa oleh Giant King.
Kemudian, seluruh bagian tebing longsor. Dengan demikian, saya memastikan bahwa manusia itu tidak akan meninggal dari longsor tersebut. Karena mereka telah memberikanku pertunjukan yang menakjubkan untuk waktu yang lama, saya akan menganggapnya itu sebagai pembayaran.
Saya orang yang baik juga ternyata. :v
Meski untuk menambahkan pertimbangan lebih lanjut, mereka bukanlah mangsaku, jadi itu bukanlah alasan untuk mengizinkan banyaknya kelemahan manusia agar tidak diratakan oleh batu yang berjatuhan
Kemudian, saya mengalihkan perhatianku pada Giant King, badannya yang patah dan kepalanya terpisah dari tubuhnya. Saya tersenyum melihatnya. Disini Giant King melepaskan sebuah gelombang kejut penghancur, hanya untuk menghancurkan dirinya sendiri. Dia hancur dalam sekejap, tidak menyadari dirinya bahwa hidupnya berakhir, bingung bahwa mengapa tubuhnya berada di tempat lain ketika dia mati.
Sambil merayakan kemenangan, saya memasang kembali mayat Giant King dan Fomorian yang lain. Saya tidak ingin meninggalkan bagian yang tersisa didalam koleksiku, menempatkan mereka semua pada tempat yang luas didalam item boxku. Saya tidak yakin jika sesuatu yang besar tersebut bisa masuk didalam item boxku, tapi pasti cukup, itu masuk tanpa ada masalah.
Setelah saya selesai, saya harus mempertimbangkan apakah saya membunuh Party tersebut dan mengumpulkan peralatan mereka dan kemampuannya. Itu pilihan yang sulit. Kemungkinan menambahkan mereka pada kelompok Mercenary (tentara) kemungkinannya akan rendah.
Gee,, ini pemburuan yang baik, pada awalnya, saya tentu akan membunuh semuanya jika kedua belah pihak cukup lelah, meski sekarang saya mempertimbangkan keputusan itu.
Cleric itu tidak mengerti situasi sama sekali. Dia bingung dan panik. Ketika mereka akan dibunuh oleh Giant King, lehernya langsung keluar darah yang banyak, sehingga dipenuhi darah. Kemudian mereka menjauh dan menyelamatkan sebelum mereka terkena batu yang berjatuhan. Ini tentu situasi dimana seseorang hanya bisa terdiam.
Dalam situasi saat ini, saya bisa membunuh mereka tanpa masalah karena itu adalah saya.
Saya mendekati mereka dimana semua kemampuanku aktif, hawa membunuhku meningkat.
Kemudian, Shield Warrior yang sangat terluka dan Spearwoman yang mengambil posisi didepan Cleric, meski luka mereka sangat parah. Peralatan mereka kebanyakan rusak, pakaian mereka sobek sobek dan mereka dipenuhi dengan darah. Dua didepanku dengan tubuh yang tidak seperti biasa, mereka berdua memiliki banyak tulang patah karena luka luka mereka.
Mata mereka terbakar dengan api. Melihat hal tersebut, saya menghilangkan hawa darah dinginku, sesuatu terlihat dari keduanya. Meski mereka tidak membiarkan kewaspadaan menurun, mereka berjalan tidak beratuan sehingga tidak bisa melewatiku.
Kemudian saya benar benar mulai untuk berpikir. Saya tidak bisa begitu saja membuat alasan mereka dikalahkan olehku karena mereka lemah. Saya sudah mengamati mereka bertarung dan kembali pada situasi yang menyesal ini setelah sebuah pertarungan yang luar biasa melawan musuh yang kuat. Tiba tiba, saya muncul dan ikut campur dalam pertarungan mereka dan mengumpulkan semua barang jarahan. Meski ide untuk membunuh mereka ketika didalam keadaan situasi sekarang ini pasti tidak enak.
Kemudian, saya berbalik dan berhadapan dengan pemuda Swordsman. Saya berjalan ke arahnya dan melihat ke matanya. Matanya yang terlihat kelelahan tapi matanya dipenuhi dengan api dalam semangatnya, sesuatu seperti itu yang saya sukai. Membunuh orang ini yang tidak menunjukkan ketidak takutan padaku akan menjadi sia sia. Memakan daging dan darahnya ketika saya belum bertarung melawannya akan menjadi sia sia. Jadi membunuh dia akan sia sia saja.
Saya memutuskan bahwa saya akan menangkap mereka dan membawanya bersamaku. Saya mengatakan bahwa saya tidak akan membunuh mereka tapi dalam satu kondisi bahwa mereka ikut denganku. Mendengar ini, pemuda Swordsman melihat kemataku beberapa menit kemudian setuju.
Saya mendapatkan beberapa mayat Fomorian, mayat dari Giant King hari ini. Lebih dari itu, saya berhasil mengumpulkan beberapa manusia kuat juga. Sebuah bonus beberapa dari mereka bercampur dengan yang cantik didalam kelompoknya.
Setelah Swordsman itu setuju dengan permintaanku, dia tidak menunjukkan tanda tanda permusuhan, meski yang lainnya masih waspada. Saya mencoba untuk menyembuhkan mereka satu persatu. Pertama, saya menyembuhkan Shield Warrior, karena dia bisa mati kapan saja. Saya memberikan salah satu potion life Alchemist-san untuk menstabilkan kondisisnya sementara saya menyembuhkan dua demihuman.
Cleric dan Magician bisa menyembuhkan diri mereka sendiri tapi meski begitu, saya memaksa mereka untuk meminum Mana penyembuh, berkat karya dari Alchemist-san.
Selama pertarungan mereka menghabiskan kekuatan mereka. Kasusnya dimana terlalu habis sangat cepat, itu bisa memberi efek negatif ditubuh, sesuatu yang saya ingin hindari.
Saya bisa menggunakan [Blood Elixir]ku untuk menyembuhkan secara menyeluruh tapi saya berpikir untuk menggunakannya. Resiko memiliki informasi seperti itu terlalu sangat berisiko. Semua luka mereka stabil dan sembuh secara alami jika dibiarkan sendiri.
Mereka memulai mengurangi kewaspadaan mereka ketika saya melanjutkan menyembuhkan mereka. Mereka mungkin berpendapat bahwa saya adalah Ogre Mage, wujud yang dikenal memiliki kekuatan yang luar biasa tapi tidak akan menyerang manusia.
Sebenarnya niat membunuhku lebih kuat lagi untuk mencegah menyerang mereka.
Saya ditanya apa yang terjadi pada mayat mayat itu dan saya membohongi mereka bahwa saya menggunakan item magic untuk menyimpan mayat tersebut.
Dalam keadaan ini, masih ada resiko didalam bertahan diriku, meski kelompok tersebut masih lemah, sebenarnya si pemuda Swordsman bisa bertarung melawanku. Saya tidak ingin menjadi serakah untuk beberapa barang yang mengorbankan nyawaku, jadi pilihan yang terbaik membuat mereka berada disisiku. Beberap dari mereka belum sepenuhnya yakin tapi pada saat itu, mereka tidak melakukan penyerangan apapun. Ketegangan perlahan menurun.
Saya yang tergoda untuk membawa wanita itu untukku sendiri tapi saya dengan cepat menyingkirkan pikiran tersebut karena resiko yang terlibat jika menangkat si cantik tersebut. Tentu saja itu membuat berselisih dengan pemuda Swordsman. Setelah saya selesai menyembuhkan meeka, saya ditanya, mengapa saya keluar menyelamatkan mereka. Jawabanku bahwa saya ada di area tersebut dan tertarik mengumpulkan bahan bahan. Karena mereka akan dibantai, saya membuat keputusan untuk berhenti menunggu dan mengambil kesempatan.
Kelompok itu curiga pada ceritaku, ada beberapatitik yang membuatku curiga jika seandainya saya yang ditolong, meski semua yang saya katakan kurang lebih benar, saya memang ingin mendapatkan bahan bahan dan hanya bertindak ketika mereka hampir dibantai. Hanya satu yang bisa menerima alasanku yaitu si pemuda Swordsman yang mana menundukkan kepalanya dan memberikan rasa terima kasihnya padaku.
Ketegangan yang tinggi langsung memudar ketika tanda tanda semua akan baik saja dari pemuda Swordsman. Saya belum mengumpulkan semua alat dan mayat dari Fomorian, jadi saya menyelesaikannya cepat.
Samentara saya melakukan apa yang kulakukan, saya memutuskan bahwa karena kami sedang berada dalam misi, tidak baik jika membawa banyak lebih banyak bantuan, jadi membuat resiko dari kelompok kami. Jadi pada akhirnya, kami berpisah, saya memberikan beberapa bagian dari Fomorian dan itu saja.
Saya dengan cepat berjalan di tempat itu karena kalau terlalu lama memakannya maka saya tidak mendapatkan kemampuan apapun. Saya masih cemas karena ketika saya mulai memakannya, kewaspadaanku kendor jadi mudah diserang dan akan kehilangan barang jarahanku didalam situasi buruk.
Saya menghabiskan sekitar sepuluh menit dengan kecepatan tinggi untuk menemukan tempat aman memakan mayat mayat tersebut.
Meski kepalanya menghilang, tubuh dari makhluk buas tu cukup besar. Akan membutuhkan waktu cukup lama untuk memakan semua bagiannya, jadi saya memutuskan untuk mencoba salah satu teoriku. Dengan mengubah tubuku menjadi slime beasar dengan kemampuan [Metamorphosis]. Saya memenuhi bagian tubuh Giant King dengan cairan tubuhku untuk menyerapnya. Tubuhnya yang besar itu membutuhkan berjam jam untuk memakannya seperti biasa, tapi dengan cara ini membuktikan eksperimenku berhasil dengan sempurna. Pada akhirnya, tidak ada masalah muncul ketika saya menyerap mayat mayatnya dengan mudah.
Ability Learned: 【Deadly Evil Eye】
Ability Learned: 【Overkill】
Ability Learned: 【Giant King's Supreme Strike】
Ability Learned: 【Giant King's Dignity】
Ability Learned: 【Giant King's Wisdom】
Ability Learned: 【Giant King's Flesh and Blood】
Ability Learned: 【Giant King's Body】
Ability Learned: 【Vitality of the Mysterious Giant】
Ability Learned: 【Giant's Iron Hammer】
Ability Learned: 【Giant Killing】
Ability Learned: 【Aspect of the Giants】
Ability Learned: 【Left Arm of Penetrating Rain (Parjanya)】
Ability Learned: 【Right Arm of Roaring Thunder (Illatici)】
Ability Learned: 【Complete Aqua Resistance】
Ability Learned: 【Complete Lightning Resistance】
Ability Learned: 【Complete Evil Eye Resistance】
Ability Learned: 【Complete Earth Resistance】
Ability Learned: 【Region Ruler】
Ability Learned: 【Tyranny of the King】
Ability Learned: 【Lesser Summoning: Giant】
Ability Learned: 【Language of the Giants】
belum terjadi sebelumnya, saya mendapatkan kemampuan sebanyak ini dari hanya satu spesies, dua puluh kemampuan lebih yang didapatkan sekali melahapnya.
Saya tidak bisa menyembunyikan keterkejutanku bahkan jika saya mengingikannya.
Bayangkan bahwa makhluk ini sangatlah kuat sekali, tapi sekarang, saya harus tenang terlebih dahulu dan kembali.
Saya ingin menghabiskan waktu dengan para anak anakku, jadi perlu pemburuan hari ini selesai.
Di tengah perjalanan, saya memutuskan mencoba beberapa kemampuanku sewaktu berjalan. Kebetulan ada Snow Rabbit (kelinci salju) muncul dan saya memilih [Giant King Iron Hammer] menggunakannya untuk melawannya. Dalam sekejap, ada sesuatu bayangan besar dilenganku. Ketika saya mengayunkannya, kelinci itu berubah seenggok darah dan menghilang, senjata yang menakutkan tapi cukup berguna.
Setelah itu tidak ada sesuatu yang menarik dan saya kembali ke dalam goa. Saya memeluk anak anaku tanpa sadar.
Kemudian, saya mendengar suara “Papa”. Rupanya, para sister mengajarkan beberapa kata pada anak anak ketika saya keluar. Yang mengatakannya anakku Argento. Ahh, sangat bagus, saya ingin sebuah kamera untuk merekam suasana ini. Saya akan mengingat memori memori ini untuk tahun kedepannya.
Bagaimanapun, saya menghubungi Dwarves dan Elves kembali ke markas untuk melaporkan pertumbuhan anak anak ini. Ini hanya pendapat karena saya tidak normal, maka anak anakku mungkin akan mirip juga.
Setelah saya bermain bersama Auro dan Argento beberapa saat, saya membuat bubuk dari tanduk White Stag dan menempatkannya di oppai para sister. Keduanya tubuh Auro dan Argento mulai bersinar sedikit dan bola Ogre mereka mulai bersinar juga. Kemungkinan mereka memiliki kemampuan yang sama dengan sepertiku, mereka akan menjadi seorang pejuang yang hebat di masa akan datang nantinya.
White Stag pasti sangatlah kuat. Dengan besar tanduk itu, ini akan berlangsung cukup lama untuk melengkapi pertumbuhan anak anakku. Itu hanya sebagian kecilnya saja. Dari kekuatan makhluk buas itu, melakukan hal ini akan meningkatkan potensial kekuatan mereka ketika mereka tumbuh.
Setelah berpikir beberapa menit, saya memberikan sebagian kecil para si rambut merah, yang sedikit gigitan kecil, matanya langsung bersinar berwarna merah dan seluruh bagian tubuhnya bergetar dari kekuatan yang melimpah dari tanduk tersebut.
Melihat hal tersebut saya tergoda dan mengambil sedikit bagian.
Ability unlocked [Protection of the ■ Beast]
Ability unlocked [Beloved child of ■■■]
Melihat hal tersebut, saya dengan jelas bahwa saya salah menilai makhluk buas ini. Makhluk ini bisa bersanding dengan dewa dewa kuno. Kekuatannya sangat luar biasa, sehingga saya merasa sombong berpikir bahwa saya memiliki kemungkinan untuk mengalahkan makhluk ini. Kenyataannya, hanya nol persen saja kemungkinan saya bisa bertahan.
Kenyataannya, saya tidak dibunuh oleh White Stag karena belas kasihan.
Saya terlalu tidak dewasa dan tergesa gesa. Dari sini, saya bersumpah pada diriku bahwa saya akan tumbuh lebih kuat lagi melebihi White Stag.
Well, jika saya bertemu dengannya lagi, saya akan berhati hati dan respek padanya.
White Stag mungkin memiliki daging sangat lezat, saya tidak akan bisa membandingkan rasanya
Pikiranku kemudian kembali ke masa kecilku, saya penasaran jika mereka sudah mendapatkan beberapa kemampuan atau kurang lebih jika mereka sudah mendapatkannya dan mengambil kemampuan tersebut atau maka hal itu akan cukup berguna untuk jangka panjangnya.
Berpikir tentang itu, saya penasaran mengetahui entah apa atau tidak ada makhluk lain selain saya sendiri, memiliki kemampuan bisa mengambil kemampuan yang dimiliki mangsanya.
Ngomong ngomong, sirambut merah mendapatkan profesi baru [Job Sacred Beast Eater]. Melihat hal seperti itu terjadi juga pada anak anakku, mereka mungkin mengambil Job yang sama atau mungkin mendapatkan [Protection of the Beast]
Well, anak anak tersebut masih kecil untuk memahami situasi. Selain itu, saya kelelahan hari ini, jadi saya pergi tidur.
[Level has surpassed the specified value]
[levelnya sudah melewati angka yang ditentukan]
[levelnya sudah melewati angka yang ditentukan]
[Special Conditions fulfilled « Army Massacre »« Pseudo Divinity »« Landlord Killing »« Giant King Killing »« ■■ Declaration» and has unlocked [Apostle Lord Extinct Species] for [Rank-Up] is now possible].
[kondisi spesial sudah memenuhi « Army Massacre »« Pseudo Divinity »« Landlord Killing »« Giant King Killing »« ■■ Declaration» kemampuan terbuka [Apostle Lord Extinct Species] jadi memungkinkan untuk bisa [Rank-Up].
[kondisi spesial sudah memenuhi « Army Massacre »« Pseudo Divinity »« Landlord Killing »« Giant King Killing »« ■■ Declaration» kemampuan terbuka [Apostle Lord Extinct Species] jadi memungkinkan untuk bisa [Rank-Up].
[Do you wish to [Rank-Up]?] [«YES» «NO»]
[apa anda mau [Rank-Up]? [«Ya» «Tidak»]
[apa anda mau [Rank-Up]? [«Ya» «Tidak»]
I selected «YES» with the last shreds of my consciousness before I pass in to the darkness of sleep.
saya memilih «Ya» dengan kesadaran yang tinggal sedikit sebelum saya tidur
saya memilih «Ya» dengan kesadaran yang tinggal sedikit sebelum saya tidur
[Ogarou had Ranked-up to the required rank] [Ogarou sudah naik tingkat ke tingkat yang di inginkan]
[True name granted by ※※※ is now available] [nama asli diberikan oleh ※※※sekarang tersedia]
[Ogarou has received True Name: {Yatendouji}] [Ogarou mendapatkan nama yang asli {Yatendouji}]
[Yatendouji has been granted Unique Skills] [Yatendoji mendapatkan kemampuan yang unik]
[Yatendouji's Unique Skills:]
- [Ability granted {Leader of the Demon's Gathering} ]
- [Ability granted {Acceptance of the Demon's Gathering} ]
- [Yatendouji has received special conditions in favor of the Gods]
[Specific Conditions Required, as designated from ※※※, Yatendouji will receive five special abilities granted from ※※※ ] [kondisi tertentu dibutuhkan, seperti yang ditentukan oleh ※※※, Yatendouji akan menerima kemampuan spesial yang diberikan oleh ※※※]
[An error has been detected] [Error terdeteksi]
[Among the special abilities to be granted, there are two release conditions that have not been met]
[diantara kemampuan spesial yang diberikan, ada dua kemampuan dilepaskan karena tidak memenuhi standar] (motor :v)
[diantara kemampuan spesial yang diberikan, ada dua kemampuan dilepaskan karena tidak memenuhi standar] (motor :v)
[Releasing abilities for which the conditions have been met] [melepaskan kemampuan tersebut yang mana kondisinya sudah terpenuhi]
[Yatendouji will Acquire the following abilities:] [Yatendouji akan mendapatkan kemampuan sebagai berikut]
- [Wrath of Heaven]
- [Fate Stealer]
- [Destiny of a great Mythological Figure {Black Eclipse Demon} ]
- [Special ability ■■■■] remains locked {Conditions not met} ]
- [Special ability ■■■■] remains locked {Conditions not met} ]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar