Setelah pelatihan pagi dan makan
siang, Minokichi dan kelompoknya telah datang kembali ke markas.
Setelah dia kembali, Minokichi-kun
meminta untuk spar dengannya dan saya sangat tertarik oleh karena pertumbuhan
yang dialami Minokichi-kun, saya tidak bisa menolaknya begitu saja.
Saya mempersiapkan arena khusus dan
kami akan memulai pertarungan pertama kalinya dalam waktu yang cukup lama.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sternbild Kingdom mempunyai Four
Symbolic Heroes (4 Pahlawan Simbolik) dan Kirika mempunyai Eight Great Knight
(8 Ksatria Agung). Hutan ini merupakan pinggir perbatasan antara dua bangsa.
1200 tahun yang lalu, wujud dewa
Nuboru yang Rank Up menjadi Demigod of Deep Green dimana dia bertemu dengan
Fairy King Gufusuto.
Geneha lahir di kuil dimana dia
hidup dan mati.
Setelah 1200 tahun berlalu sejak
wujud dari dewa Noboru yang telah Rank Up, pemancaraan dari [Divine Power] dari
peristiwa itu masih ada didalam hutan Kuuderun Great Forest.
Tubuh Elf yang lebih selaras dengan
alam dibandingkan manusia yang paham betul bahwa hutan sangat berbeda
dibandingkan dengan tempat lainnya, maka Elf hidup didalam dalam kedamaian.
Karena ada situasi tertentu, Empire
dan Kingdom memaksa dari keduanya menjadi sekutu, mereka menyerang Elf yang
hidup dihutan, tapi serangan serangan itu dibalas dengan bantuan yang kuat
yaitu Ogre yang hidup misterius berada hutan paling dalam dan kedamaian sekali
lagi kembali.
Namun bekas luka yang ada di
beberapa tempat di hutan Kuuderun Great Forest.
Karena adanya wujud dari sisa
Demigon of Deep Green [Divine Power], pertumbuhan pohon dan tumbuh tumbuhan
lainnya lebih cepat dibandingkan yang biasanya. Bekas luka perang kembali
tumbuh dengan membutuhkan waktu beberapa bulan
Disatu bagian dari hutan misterius
ini, yaitu benteng kuat Mercenary Company Parabellum ada.
Ketika matahari berada pada titik
tertinggi, pembangunan dari lapangan pelatihan eksternal telah terbentuk.
Dengan dinding yang tingginya sekitar 20 meter dan sebuah lubang cilinder yang
ada didalam tanah dengan diameter sekitar 130 meter, zona ini terlihat mirip
dengan Colosseum Kekaisaran Romawi Kuno.
Disana ada dua makhluk buas yang
sedang saling berhadapan.
Salah satu dari dua makhluk Demon
ini memegang tombak merah spear [Starving Impaler of a Thousand Thorns] diatas
bahunya.
Disana, ada Aporou yang berdiri
dengan lengan silver kuatnya, tiga tanduk dikepalanya, sebuah aura hitam gelap
yang memancar, sesuai dengan namanya [Yatendouji].
Didepanya ada makhluk kuat yang
berdiri dan memiliki kekuatan yang mengerikan. Salah satu tangan memegang kapak
roh yang kuat [Scorching Acquittal Axe] dan yang tangan satunya perisai seperti
perisai roh menjulang [Minotaur’s Thunder Flame Shield].
Didepan Aporou berdiri
Minokichi-kun yang kuat yang mana dia sebagai subspecies dari Minotaur. Petir yang bergemericik dari
napasnya dan berdiri menjulang tinggi diatas lawannya. Nama aslinya merupakan
[Lightning Bull Emperor Keraunos].
Mereka berdua mengeluarkan perasaan
cemas dan kegembiraanya, mengeluarkan kegembiraan mereka dengan senyuman yang
mengerikan.
“sudah lama sejak kita bertarung,
bukankah begitu, Minokichi-kun? Meski begitu, sepertinya kau selalu sekali lagi
menjadi lebih kuat.”
“benar, saya bertarung sendirian di
Labyrinth paling dalam untuk meningkatkan kekuatan dan kemampuanku. Sebagai
perbandingannya, saya melihat orang didepanku yang kuat. Yang saya inginkan
yaitu setara denganmu, Aporou, dan mengalahkanmu.”
“ohh, setara denganku?”
“begitu. Saya ingin menjadi setara
denganmu Aporou, teman lama sejatiku. Karena itu, saya membutuhkan banyak
kekuatan.”
Mereka saling bertukar kalimat.
Tidak ada kebohongan yang diucapkan
oleh Minokichi-kun, mereka mengeluarkan kata kata kuat itu untuk bisa didengar
oleh orang orang supaya mengerti dari maksud yang sebenarnya.
Karena perasaan senang hatinya,
Aporou menjadi malu karena situasi dan mengubah ekspresinya. Mengusap pipinya
dengan jari lengan silvernya yang membuat suara menderit saat dia melakukannya.
“apa itu benar? Hmmm.. well, saya
merasa bermotivasi saat ini, jadi mari hentikan suasana ini dan mulai
bertarung.”
Aporou menarik nafas dan memperkuat
kemauannya, mengarahkan tombak merahnya kearah jantung Minokichi-kun.
Disisi lain, kapak Minokichi-kun
dan perisai mulai bergerak, saat merespon pertanyaan Aporou.
“meski begitu, selalu saja, sikap
yang mengagumkan.. tapi...” “tapi?”
“kali ini, ini akan menjadi
kemenanganku!!”
“hahaha!!! Sangat menarik. Kalau
begitu, saya akan menggunakan kekuatan penuhku dari awal, persiapkan dirimu!!”
Kedua orang itu saling bergantung
saling tersenyum lebar.
Kemudian, seolah olah ketegangan
yang mulai berhenti, pertarungan dimulai dengan raungan hebat dari
Minokichi-kun.
“Itu.....!?”
Itu raungan yang agresif seperti
ledakan.
Raungan yang luar biasa kuat itu
menyebabkan gemericik ditanah diantara mereka berdua. Hal itu menyebabkan tanah
yang lembek dan batu menjadi bergemuruh dan tanah terasa bergetar. Intensitas
dari raungan itu membuat yang memiliki pikiran lemah membuatnya pingsan, bahkan
pergerakan dari Aporou menjadi tidak stabil beberapa saat.
Salah satu dari mereka bisa mati karena
ketakutan jika perbedaan diantara mereka berdua sangat beasar, begitulah efek
dari level raungan itu.
Kemudian Aporou memilih tipe
raungan yang sama untuk menyerang kembali.
Dari berbagai kemampuan yang dia
dapatkan, banyak yang terpikirkan diotaknya dan kemudian ada satu yang
dipilihnya [Black Demon Roar].
“--------------------------------------------da!!”
biasanya, Minokichi-kun, yang pada
dasarnya Minotaur, harusnya menang dari konfrotasi raungan dengan mudah.
Karena ada batas volume dimana
badan Aporou memungkinkan menghasilkannya sebagai anggota dari ras Ogre, [Roar]
yang menjadi serangannya seharusnya tidak bisa mengalahkan Minotaur.
Meski begitu, karena kemampuannya
dikenal sebagai Aporou [Black Demon Roar], sepertinya bisa menghancurkan akal sehat
dan volume suara yang aslinya tidak bisa dicapai sebelumnya oleh Aporou,
akhirnya bisa dicapainya.
Raungannya seperti petir.
Raungan diantara kedua sisi saling
bertabrakan, saling melepaskan energi satu sama lain dari keduanya menciptakan
celah celah yang menghancurkan tanah, tepat titik ditengah dimana mereka berdua
berdiri.
[Paralyze] dan [Fear] yang
merupakan dua kemampuan serang abnormal tidak terlihat membuat orang orang
mengalami kondisi buruk mengganggu pikiran dan tubuh.
Bagi anggota anggota yang sedang
melihat pertarungan Aporou dan Minokichi-kun dari jarak jauh, presentase orang
orang yang pingsan karena efek setelahnya sekitar 50% dengan 40% tidak bisa
lagi bergerak dan terdiam ditempatnya.
Tapi, penilaian sederhana dari
Minokichi-kun Aporou mengatakan bahwa raungan itu hanyalah sebuah sapaan bagi
mereka.
Aporou dan Minokichi-kun tidak
mengalami status buruk karena kedua serangan saling serang satu sama lain.
“Buumooooooo…..ooooo…...oooooooooooo!”
Raungan mereka berhenti dan
Minokichi-kun sekali lagi yang melakukan pergerakan terlebih dahulu.
Saat mendapatkan teriakan semangat
perang, Minokichi-kun menggerakkan dirinya kedepan, menepatkan daya geraknya
pada perisainya yang berkepala sapi emas. Kapaknya diangkat ke atas bahunya,
dia berlari kearah Aporou.
Serangan Minokichi-kun gunakan
merupakan serangan yang Aporou sudah dia sadari. Arah serangan itu telah jelas
dan keahliannya itu diketahuinya dengan baik.
Serangan Minokichi-kun gunakan
sederhana, tapi serangan itu kuat. Itu adalah teknik yang sering diajarkan
Aporou kepada Minokichi-kun untuk sering sering digunakan.
Itu adalah suatu teknik yang
digunakan untuk mendekati jarak antara diri sendiri dengan lawan, mencegah
lawan menyerang dengan menggunakan perisai besar dan menabrakkan tubuh sendiri
menuju ke arah musuh untuk menghancurkan dan merusak posisi berdirinya. Pada saat
terakhir, kapak di ayunkan dan menggunakan serangan efektif itu sebagai salah
satu serangan paling kuat dilepaskan.
Itu adalah serangan dasar yang
dimana orang yang menggunakan perisai dan kapak dapat melatihnya seperti biasa.
Oleh karena itu, Aporou mengatahui
dengan baik tindakan yang dibutuhkan untuk mengalahkan serangan yang ditujukan
padanya.
Meski, kecepatan dari serangan itu
berbeda yang diketahui Aporou kepada
Minokichi-kun yang sering dia gunakan. Bobotnya sangat berbeda, kekuatan yang
lepas dan skalanya pun berubah juga.
Ada berbagai insiden yang terjadi
didepan Aporou.
Dibagian bawah tubuhnya yang tampak
seperti wol emas terdengar suara berderak dan sebuah petir emas disetiap
langkah yang meremukkan tanah.
Tapak kaki, dia menekannya figur
yang besar maju kedepan, situasinya menjadi berkembang seperti pemboman.
Ujung kapak yang masih bertengger
diatas bahunya, api putih mulai melonjak keluar dan maju dengan kecepatan yang
meningkat.
Mirip dengan booster, kecepatan
akselerasi Minokichi-kun semakin cepat.
Udara yang pecah dibuat
Minokichi-kun, sebuah gelombang kejut terjadi. Itu adalah bukti bahwa
kecepatannya telah melebih kecepatan suara. Sebuah badai yang menghancurkan
area sekitar, seberkas cahaya yang mengembang, jejak dari petir emas dan api
putir yang muncul ditengahnya.
Kecepatan Minokichi-kun telah
melampui kecepatan cahaya sejak lama, saat itu, hanya suara yang tersisa saat
mendekati Aporou.
Karena dia menjadi Minotaur dan
mendapatkan kekuatan yang menakjubkan dan Divine Protection dari beberapa dewa.
Serangan Minokichi-kun sampai pada titik dimana tidak terlihat lagi.
“jelas sekali, ini cepat”
Saat ini, Aporou yag sebagai
Apostle Lord mempunyai kemampuan prepepsi yang sangat baik dengan kemampuannya
[Speed Parallel Thinking] dikombinasikan dengan prepepsi dan pengalaman, pergerakan dunia ini
menyebabkan semuanya menjadi bergerak dalam gerakan lambat.
Didunia Aporou, jika sebuah peluru
ditembakkan oleh senjata yang berkekuatan padanya, itu akan menjadi sama jika
menghentikan saat Aporou menjadi serius.
Bahkan, pergerakan Minokichi-kun
berada pada kecepatan yang tidak biasa.
20 meter jarak antara keduanya
ditutup dengan hanya beberapa langkah saja, figur besar itu menutupi jarak.
Kapak itu diayunkan, dengan raungan
yang kuat. Semuanya terasa terbang sebelum terjadi serangan terjadi, apapun
yang disentuhnya akan hancur seketika.
Itu mirip dengan batu besar yang
hancur.
Aporou menggunakan tombak merahnya
[Starving Impaler of Thousand Thorn] untuk menerima sambil membelokkan momentum
serangannya. Hasilnya pun berhasil menghalanginya dari atas.
Kapak yang bertabrakan dengan
tombak merah dan terdengan suara yang abnormal, percikan api tercipta dimedan
perang dan nyala api putih keluar dari kepala saat mengenai tombak merah.
Kepala Aporou yang diselimuti oleh
api putih, meski itu hanya sesaat. Sementara Aporou menangkis kapak dari yang
biasanya terkena di tubuhnya, dikepalanya yang terbakar oleh api putih. Daging
dan darahnya keluar dari guncangan kapak membuatnya terpengaruh.
Meski tekanan dari serangan itu
sama sekali tidak bisa membelahnya, tapi serangannya membuat kakinya masuk
kedalam tanah.
Jika Aporou tidak menggunakan
tombak merah tapi hanya menggunakan Halberd yang dibuat oleh Blacksmith-san
maka dia tidak bisa menangkis serangannya dan bisa membuatnya terbelah menjadi
dua.
Tapi karena menggunakan tombak
merah, kekuatannya bisa dialihkan disamping tanpa menghancurkannya.
Bagaimanapun, serangan itu lebih
kuat dibandingkan sebelumnya. Aporou yang tercengang dan merasa gembira karena
hal itu.
“hahaha! Kerja bagus Minokichi-kun,
seperti diharapkan, kau yang terbaik!!” kapak itu ditangkis dari target awalnya
menuju tanah menjadikannya tanah hancur.
Tanah itu hancur dan membuat area
sekitar berguncang membuat batu batu menjadi kecepatan peluru.
(Gambar)
Batu batu itu mengenai kulitnya,
tapi tidak ada yang terjadi, Aporou tidak merasakan kesakitan apapun.
Aporou, tidak mendapatkan luka
apapun, dan langsung menyerang balik, tapi api putih dan petir emas itu
diselimuti diujung kapak disekelilingnya dan jarak kehancurannya meluas.
Pergerakan Aporou menjadi kaku saat
melihatnya.
Minokichi-kun sekarang mempunyai
tiga [Divine Protenction]: [Divine Protections]: [Divine Protection of the
Demigod of Fire], [Divine Protection of the Demigod of War], dan [Divine
Protection of the God of Tlightning], yang mana petir emas dan api putih dari
Demigod Fire dan God of Lightning yang memberikan Minokichi-kun kekuatan.
Tapi karena Aporou memakan Red
Bear, dia juga mendapatkan [Divine Protection of the Demigod of Fire], meski
dengan hal itu, mendapatkan sebuah api kuat dengan sebuah [Divine Protection]
sendiri akan menyulitkan, bahkan dengan kemampuan yang bertumpuk dan berlebihan
akan menyebabkan masalah.
Tentu saja ada alasan, mengapa
Minokichi-kun bisa menggunakan api petir yang kuat itu.
Ketika dia menjadi varian baru dari
spesies Minotaur, dia mendapatkan sebuah unsur yang dapat sangat meningkatkan
kekuatan dari serangan kapaknya.
Itu adalah kemampuan unik baginya,
dan efeknya menakjubkan, di namai dengan [One who becomes an Axe] dan kemampuan
lainnya yang dia dapatkan bernama [Thunder Flames of the God of Murder] yang
sangat bisa meningkatkan kekuatan dari serangan api petirnya.
Minokichi-kun suka menggunakan [Scorching
Acquittal Axe] yang mana memiliki kemampuan unik [Fire that Burns the
Sinful](menyemburkan api).
Meski, unsur yang membantunya daya
bantunya sangat tinggi dengan atribut api.
Kekuatan Minokichi-kun yang dia dapatkan
adalah sesuatu yang bisa menyamai kekuatan Aporou. Itu sangat jelas dari
situasi yang terlihat.
Biasanya, hanya dengan satu
pukulan, pertandingan akan selesai.
Bahkan jika seseorang yang bisa
menghindari ayunan kuat itu, dikombinasikan dengan kuatnya dari api putih yang
menakjubkan itu dan petir berwarna emas itu dilepaskan setelah serangan itu maka itu sudah cukup bisa
membantai musuh yang normal.
Pada awalnya, hanya dengan serangan
dari kapak itu sudah cukup membuat musuh manapun pingsan.
Untuk bisa menangkisnya atau
menghindari serangan dari Minokichi-kun sekarang ini, tidak ada satupun dari
semua anggota dari Parabellum selain Aporou sendiri yang mampu melakukannya.
Bahkan jika ada yang mencoba
menghindari dari kapak itu sendiri, apa yang dinantinya setelah itu adalah api
putih brutal dan petir emas menunggunya.
Meski Aporou memiliki kemampuan
[Null Electric Damage] ditubuhnya tidak terbakar oleh petir emas yang diarahkan
padanya. Tidak peduli seberapa kuat petir itu, serangan [Thunder and Lightning]
tidak akan berefek pada Aporou yang hebat.
Tapi bukan berarti saya bilang
bahwa dia tidak terkalahkan. Meski dengan [Divine Protection of the Demigod of
Fire] dan [Complete Fire Resistance] cidera yang didapatkan dari api putih
tidak alami dengan suhu yang sangat tinggi, cideranya tidaklah langsung
menghilang begitu saja.
Itu hal wajar karena Aporou tidak
memiliki kemampuan untuk bisa menyembuhkan secara penuh, meski dengan
mengurangi cideranya, dia masih bisa mendapatkan beberapa luka.
Rambut Aporu yang terbakar oleh api
putih yang kuat itu, begitu pula bagian pipi dan bagian atas kepalanya yang
sebagian terbakar. Ada bau terbakar dan mata kirinya yang benar benar terbakar.
Wajah Aporou yang mengalami
kesakitan yang luar bisa dari mata bagian kirinya hancur dan jadi secara naluri
menggunakan [Hyper Speed Regeneration]. Kulit yang busuk dan terbakar telah
sembuh seolah olah waktu itu sendiri berbalik.
Kulit terbakar dan bola mata beregenarasi
seketika dan semua cidera yang ada telah sembuh.
Tapi dalam kasus singkat ini, bukan
hanya Aporou mencegah serangan itu, tapi juga ingin menyerang kembali.
“Jangan menurunkan kefokusanmu
kepada musuhmu, pertimbangkan seluruh medan perang”
Sambil memberikan saran setiap hari
sebagai kebiasaan, Aporou membuat bentuk tombak dari air dan tanah dibelakang
Minokichi-kun.
Pada saat bersamaan, lengan
silvernya berbenturan dengan perisai Minokichi-kun. Suara keras terdengar saat
perisai menyambut serangan itu.
Kedua petarung itu merasakan
kejutan disekujur tubuhnya.
Pada waktu itu, melakukan serangan
dengan air dan tanah seperti tombak.
Sementara mengingat bahwa Minokichi
hanya fokus arah depan, metode serangan standar Aporou yang merupakan serangan
pada waktu yang sama dengan serangan dari depan, belakang, dan titik buta untuk
menghancurkan keseimbangan musuh.
Sangat sulit untuk menghindar atau
bertarung dengan efektif melawan bentuk serangan ini karena hampir tidak
mungkin Minokichi-kun melihat kebelakang, mengingat bahwa lawannya ada
didepannya.
Jika Minokichi-kun yang dulunya,
postur tubuhnya akan mudah dipatahkan keseimbangannya, meski begitu,
Minokichi-kun telah menjadi lebih kuat dibandingkan sebelumnya.
Peningkatan kekuatan dan kemampuan
yang dimiliki telah meleset dari apa Aporou harapkan, bahkan jika itu hanya
perbedaan kecil.
Oleh karena itu...”...Ap!!”
(Aporou)
“BUUUUMOOOOOOOOO----------------------”
Petir emas dan api putih meledak
disekujur tubuh Minokichi-kun.
Dari belakang, api putih dan petir
emas terbakar dan menguapkan tombak air dan tanah. Potongan potongan meledak di
udara dan pada waktu yang sama lengan silvernya menyentuh kepala banteng emas
perisai dan mulai bersinar.
Aporou lompat kebelakang untuk
mengambil jarak, tapi Minokichi-kun maju lebih cepat dibandingkan dengan Aporou
yang mundur kebelakang. Dia tertangkap dan tidak bisa mundur karena sosok figur
ilusi yang kepala benteng yang berwarna emas yang seolah olah membuat benteng
itu keluar dari perisai itu.
Ilusi dari benteng berwarna emas,
dengan tanduk yang tajam, menusuk daging Aporou.
Luka yang sangat serius sehingga
bisa menelan isi perutnya, dan karena hal itu Aporou melompat dan sekarang
berada di udara, tidak bisa dengan mudah menghindarinya baik dari kiri maupun
kanan.
Menghindarinya akan menyulitkan dan
tangan Aporou telah menggantungkannya untuk menemui serangan itu yang cukup
terbatas dalam pertahannya.
Meski begitu, Aporou memilih untuk
mengambilnya, Ilusi itu, dengan lengan silvernya.
Tangannya yang berdarah memegang
tombak merah, dia tidak bisa mengeluarkan suatu senjata selama pertarungan ini
Meski orang mungkin berkata bahwa
hanya mudah sekali untuk memegangnya, hal tersebut tidak mudah karena kecepatan
yang tinggi melebihi kecepatan suara yang dimiliki Minokichi-kun. Jarak anata
mereka berdua hanyalah lima meter, total jarak dekatnya.
Itu mungkin cukup normal untuk
mengatakan bahwa seseorang akan langsung terbunuh jika terserang oleh serangan
itu, bahkan jika dengan menangkapnya. Kekuatan dari benturan tubuh akan mudah
tertusuk.
Meski begitu, Aporou berhasil
menangkapnya, karena pengalaman yang sebelumnya dengan Minokichi-kun dan
sebenarnya tangan Silvernya yang dia gunakan untuk menangkapnya bahkan tidak
bergerak 1 milimeter dari tempatnya.
Dengan begini, Aporou berhasil
mencegah serangan itu.
Tapi karena sulit menjaga
keseimbangan dalam satu titik, Aporou mendorong ujung bawah tombak bagian kanan
kearah perisai. Lengan silverl dan tombak merahnya, yang mana berada di dua
titik diperisai, mencegah kepala tanduk banteng emas yang mendekati Aporou.
Meski begitu, Aporou masih
mengambang ditengah udarah dan Minokichi tidak berhenti begitu saja.
“OOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO--------------------------!!!”
Minokichi-kun maju kedepan dengan
kecepatan tinggi seperti sebelumnya, mengambil ancang ancang. Dengan api putih
yang keluar dari ujung kapak dan petir emas gelombang dari rambut emas,
kecepatan yang ditunjukkan sangat luar biasa.
Suara ledakan terdengar, sensasi
dan suara ledakan dinding yang rusak, kemampuan Aporou [Sense Area] membuat
dinding rusak parah yang ada dibelakangnya.
Sepertinya Minokichi-kun ingin
melempar Aporo menuju dinding.
Aporou terlempar menuju dinding dan
bukan hanya itu, perisai itu sendiri ikut juga terlempar menuju dinding.
Tubuh Aporou yang hancur oleh ilusi
tapi nyaris karena dihentikan menggunakan tangan silvernya.
kerusakan yang ditujukan kepada
Aporou tapi meleset ke dinding. Sangat cepat dan kuat otot yang dimiliki
Minokichi-kun.
Sepertinya tidak ada kemungkinan
bagi Aporou untuk menang dengan hanya bertahan. Kemudian ada senyum kecil yang
terlihat dimuka Aporou.
“jadi tidak perlu diberi kemudahan
lagi padamu.”
Aporou menggunakan salah satu
kemampuan terbaiknya, salah satu kemampuan yang di pikirkan bahwa dia tidak
akan menggunakannya, , [Great Power of the Black Demon].
Karena dia menyadari kekuatan yang
dimiliki Minokichi-kun dan juga karena instirng bertarungnya sendiri
memberitahunya seperti itu, Aporou mengambil ancang ancang.
Udara tiba tiba dipenuhi dengan
udara yang menakutkan. Bahkan dengan hanya menggunakan satu kemampuan saja,
seseorang seharusnya tidak menghadapinya.
Itu memberikan perasaan bahwa kau
tidak perlu untuk bertarung melawannya karena itu terlalu berlebihan bagimu.
Biasanya, Minokichi-kun juga
menyadari perubahan drastis pada Aporou. Saat dia menyadari perubahan yang ada
diudara, keringat dingin mulai keluar darinya, dan pada saat dia menyadarinya,
dia memilih untuk terburu buru menyerang tanpa pikir menuju ke arah Aporou.
Dia tidak bisa dihentikan sekarang,
dia tidak akan bisa menang jika dia memiliki perasaan keraguan. Sekarang tubuh
Aporou tidak berada lagi di udara lagi dan salah satu tangannya memegang
tanduknya, dia berpikir bahwa akan sulit untuk bertahan dengan tubuh yang
sekarang ini.
Meski begitu, Aporou menggunakan
kemampuan [Gravity Law] yang membuat Minokichi-kun berjalan dengan ujung kakinya di tanah. Tubuhnya yang terlihat seperti menjinjit tapi, itu belum
cukup bagi Aporou.
“Ini dia” (Aporou).
[Great Power of the Black Demon)
adalah kemampuan yang memberikan kekuatan kepada Aporou untuk memberhentikan
pergerakan Minokichi-kun. Tubuh Aporou terperosot, bahkan, lengan sivernya yang sedang berada di Illusion tidak merubah
posisinya dari awal.
Hasilnya.
“Serangan Balik!!!??
(Minokichi-kun)
Dengan aliran kekuatan yang berubah
tiba tiba, namun hebat, tubuh besar Minokichi-kun dengan mudah terbang
kebelakang dengan mudah diudara.
Suara dari perasaan yang penuh
keterkejutan benar benar jelas terdengar.
Tubuh minokichi-kun berputar putar
dan kearah vertikal lurus. Minokichi-kun yang tidak bisa mengetahui perbedaan
atanra surga dan bumi karena dia tidak bisa mengendalikan postur tubuhnya di
udara, dan yang paling parahnya membuatnya dia terjatuh ditanah dari atas.
Butuh energi untuk bisa
menggerakkan objek seberat yang sangat besar itu, tapi semua energi langsung
menghilang saat terjatuh ke tanah. Dengan kata lain, tubuh Minokichi-kun akan
berhenti ketika dia jatuh ke tanah.
Kemungkinan untuk menyerang kembali
yang sebelumnya kemudian tidak mungkin untuk sekarang dan itu bukanlah suatu
hal yang ingin Aporou lewatkan.
“...Shaaaa”
Aporou mulai melepaskan satu
persatu kemampuannya.
[Aero Master] membuat 30 gumpalan
dari angin, [Gravity Law] yang memungkinkan Aporou untuk menyerang dengan
kecepatan tinggi menggunakan gravitasi.
Seketika, semua gumpalan angin
mengarah ke arah Minokichi-kun menyebabkan dia terpental ketanah, untuk
mencegah Minokichi-kun kembali berdiri. Suara keras yang terdengar seperti palu
besar yang menghantam daging keras yang terdengar disepanjang arena.
“Buuumooo!!!”
Sebuah suara kesakitan mulai
terdengar.
Salah satu dari karakteristik utama
seorang spesies Minotaur adalah tubuh yang luar biasa kerasnya, dimana
Minokichi-kun merupakan orang yang paling tangguh.
Sedangkan untuk serangannya,
dimaksudkan untuk bisa menembus armor besinya dengan menggunakan satu pukulan.
Setiap kekuatan pukulan itu
dampaknya berkurang karena sepanjang tubuh Minokichi-kun dilapisi dengan baju
besi otot jadi serangannya itu sendiri tidak menyebabkan cidera yang tidak
terlalu parah.
Dengan memberikan pukulan berulang
ulang pada Minokichi-kun, karena itu untuk membuktikan bahwa telah cukup untuk
tidak membuatnya bergerak pada satu tempat.
Karena Minokichi-kun tidak bisa
bergerak, Aporou mendekat dan mulai menyerang dengan tombak merahnya.
Dengan ujung tombaknya, dia
memotong udarah dan suara dari benturan terdengar.
Serangan dari tombak merah yang
diarahkan pada bahu sebelah kiri Minokichi-kun dan nyaris terkena tapi
ditangkis menggunakan perisai besar itu. Percikan api terlihat, tapi serangan
Aporou tidak sampai disitu saja.
Sekali lagi tombak di ayunkan dan
mengulang kembali kearah target.
Sebuah cahaya merah mulai memancar
diujung tombak merah saat kecepatan tombak meningkat lebih dari seratus kali.
[Aporou battle technique [Arts]
[100 Blossoms 1000 Spears] was activated]
[With the battle technique [Arts]
[100 Blossoms 1000 Spears] spear effectivity is increased]
Kemudian, Aporou mengaktifkan kedua
kemampuannya [Job - Master Spearman] dan [Spear King].
Keduanya [Art] berlevel tinggi,
yang mana bisa digunakan pada level tinggi [Job] seseorang, dimana tombak
sebagai senjata utamanya.
Pada awalnya manusia diberikan
kemungkinan untuk bisa melampaui kemampuan fisiknya dan batasan kecepatannya,
tapi akibatnya bisa mengurangi stamina penggunanya.
Jika digunakan saat berada didalam
situasi ambang kematian, ada kemungkinan besar bahwa penggunanya akan mati
karena hasil dari yang dilakukannya.
Karena hal itu, teknik yang
digunakan oleh Aporou, [100 Blossoms 1000 Spears] sangatlah kuat, yang mana
lebih tinggi kelas [Art]nya dibandingkan dengan yang lainnya.
Tapi karena kenyataanya bahwa tubuh
Aporou yang lebih kuat dibandingkan dengan seorang manusia, dengan menggunakan
[100 Blossom 1000 Spears] tenaganya hanya sedikit berkurang. Selain itu setelah
menggunakan teknik tersebut, dia hanya perlu beberapa detik sebelum dia kembali
pulih seperti sebelumnya tanpa ada efek samping sama sekali.
Tombak merah yang berat itu
memperkuat kekuatan [Art] Aporou dan menghantamnya ke arah perisai
Minokichi-kun. Pada saat benturannya, sebuah suara ledakan dengan kilatan
cahaya terlihat.
Pemandangan yang tidak masuk akal
terlihat diantara kedua monster yang bertarung terurai didepan semua anggota
Parabellum. Semuanya, kecuali anak Aporou, yang benar benar kehilangan kata
kata yang terlihat didepan mereka.
Cahaya merah yang terlihat dari
serangan tombak merah merah Aporou yang mempunyai kekuatan besar disetiap
serangannya yang bisa berakibat fatal bagi yang terkena oleh serangannya. Jika bukan
karena daya tahan, dia tidak akan pernah bisa menahan serangan gencar seperti
itu.
Pemandangan ini merupakan yang
pertama kali bagi Aporou yang memaksanya pada situasi dimana dia memperlihatkan
kekuatan tersembunyinya, pertempuran dengan menggunakan [Art] dan kemampuan
spesialnya pada semua orang.
Ada sebuah hukum didunia ini yang
menyatakan bahwa “hanya satu manusia yang bisa mempunyai satu [Job] dan satu
juga [Ability].
[Art] yang membuat manusia bisa
bertarung dengan kecocokannya melawan raksasa dan naga, itu berikan pada mereka
oleh [Gods] dan [Blessing]nya.
Oleh karena itu, tidak ada spesies
lain yang bisa mendapatkan sebuah [Job] atau memiliki akses bertempur [Art]
Tapi sekerang, didepan mataku
didepan semua orang yang ada di arena pertempuran, Aporou baru saja menggulingkan
hukum yang ada didunia yang mereka kenal.
Pemandangan seperti itu terlihat
didepan mereka. Pemandangan yang mengejutkan bagi Rusty Iron Knight dan Female
Knight yang kehilangan kata kata karena melihat sesuatu yang tidak terbayangkan
“””Bagaimana mungkin...”””- banyak
orang yang mulai bergumam.
Suara itu mulai menghilang ketika
mereka mulai memerhatikan dengan penuh apa yang mereka lihat didepan mereka.
Sebuah suaran tabrakan yang dilakukan oleh Aporou [Art] dari ] [100 Blossoms of
1000 Spears] yang dihantamkan kearah perisai Minokichi-kun.
“Lihat sekarang Minokichi-kun, saya
akan berhenti menahannya sekarang sebentar, jadi persiapkan dirimu” –Aporou.
Dari bobot masing masing serangan
itu, Aporou berhasil mulai mendorong pertahanan Minokichi-kun dengan menggunakan [Art] ] [100 Blossoms of
1000 Spears] dengan kombinasi bonus sinergis dari beberapa kemampuan lainnya.
Hasilnya, perhitungan sederhana
dari situasinya sesuai dengan perkiraan jumlahnya dua kali dari banyaknya
pukulan.
Sebuah warna merah kehitaman pada
tombak dan dampaknya mulai merusak bagian permukaan dari tombak karena,
kerasnya hantaman serangan, lengan Minokichi-kun yang sedang memegang perisai
harus memegangnya dengan serius.
Jika bukan karena kuatnya badan
Minokichi-kun, mungkin akan ada lubang yang tercipta dalam beberapa detik.
Dengan banyaknya kekuatan yang
diberikan pada serangan itu, tombak merah memungkinkan bisa rusak. Meski
begitu, serangan ini dengan cepat mendekati akhir karena daya tahan Aporou
telah mendekati klimaks. Dengan pertarungan [Art] ada batas tetap dalam setiap
teknik, dimana setelah itu ada sedikit celah pembukaan.
Bahkan bagi Aporou, yang bisa
menggunakan [Art] tidak ada yang lain dan juga manusia yang mempunyai akses hal
tersebut, itu tidak merubah kenyataanya.
Dengan berakhirnya dari pertarungan
[Art] ada kemungkinan kecil untuk menyerang balik, yang mana kelemahan besar
Minokichi-kun tidak akan melihatnya.
bagaimanapun,
“....SSSsssssaaaaaaaaah” (Aporou).
Aporou mulai menggunakan kemampuan
lainnya [Continuation Thrust].
Serangan yang terus menerus yang
dibuat oleh penggunaan kemampuan [Continuation Thrust] dan [100 Blossoms 1000
Spears] yang mana tidak meninggalkan pembukaan sedikitpun atau kesempatan untuk
bisa menyerang balik.
Tampilan serangan yang
diperlihatkan sesuatu yang tidak mungkin oleh Aporou, yang mana menggunakan
beberapa [Abilities] untuk membuat pertempuran [Art] yang asli.
“Buuumoooooooooooo!??........”
(Minokichi-kun)
Banyak serangan yang menusuk tidak
bisa dirasakan lagi, seperti aliran lumpur. Sambil menahan serang yang tidak
bisa lagi dikatakan, karena kebrutalan berlanjut, bahkan Minokichi-kun yang
hebat ini hanya bisa mengeluarkan suara erangan kesakitan.
Musuh yang kesakitan saat dibantai,
aliran serangan brutal yang menusuk daging menjadi beberapa bagian. Sementara
perisai berhasil memblok sebagian besar serangan, beberapa darah yang terkena
disekitar perisai yang mana merupakan anggota tubuh yang Minokichi-kun. Luka
kaki Minokichi yang dideritanya sangatlah parah.
Sebelumnya, dikaki bawah kaki
Aporou ada batu besar yang dihancurkan. Dengan menggunakan [Gravity Law] batu
itu hancur, batu batu yang hancur itu naik dengan cepat di udara.
Seketika, lebih dari 100 batu batu
yang naik di udara. Batu batu itu bermacam macam besarnya, ada yang kecil dan
ada yang sangat besar, yang paling kecil sekitar lima centimeter dan yang
paling besar sekitar lima meter. Beberapa batu itu bisa dilihat dengan berbeda
ukurannya, tapi kenyataannya, orang orang bisa melihat batu batu itu seperti
dengan batu batu yang berkumpul diluar angkasa.
“...................!!?”
Pada saat ini, persiapan Aporou
telah selesai dan sebuah raungan terdengar yang mirip ketika Minokichi-kun
terhempas ke tanah. Pada saat yang sama, api putih dan petir emas sekali lagi
keluar kearah Aporou sepanjang tubuhnya.
Api petir yang membungkus sekujur
tubuh Aporou saat dia berada didekat Minokichi-kun tapi tidak ada efek yang
serius kali ini. Bahkan dengan ini, serangan lanjutan dari [100 Blossoms 1000
Spears] dan [Continuation Thrust] tidak berhenti walaupun hanya sebentar saja.
Tubuh Minokichi-kun menghilang
sejenak dari penglihatan Aporou karena api petir, kurang lebih ada penghalang
sedikit dari serangan menusuk yang hebat itu.
Hanya seketika, sebuah celah kecil
yang bisa dilihat diantara serangan dan Minokichi-kun menggunakan semua
kekuatan yang tersisa, memaksa dirinya mundur. Itu adalah tindakan yang mungkin
dilakukan karena serangan Aporou pada saat itu hanyalah serangan ringan.
Tombak merah yang meleset dari
targetnya menuju kearah tanah dan langsung di gerakkan.
Bagian anggota tubuh telah tidak
terkena oleh target, malah tombak merah itu terkena ke arah tanah.
Minokichi-kun melirik kearah Aporou
beberapa saat untuk melihat pengaktifan salah satu dari kemampuan tombak merah.
[Unique ability [Bloody Armor of
the Shuyari Tepes] aktif].
Dengan mengaktifkan kemampuan itu,
puluhan serangan tombak merah mengarah ke bawah Minokichi-kun untuk mengenai
kakinya.
Serangan itu hanya ditujukan
sebagai serangan tunggal, jika hanya sementara, itu mengurangi kecepatan luar
biasa Minokichi-kun yang mana melebihi kecepatan pembatas suara. Hal tersebut
sangatlah sulit untuk mencegah kemampuan yang menyerang dari bawah menuju ke
arah titik buta kritis. Tanpa mengetahui kapan akan menyerang, itu tentu saja
merupakan sebuah pergerakan pembunuhan.
Meski begitu, dari hanya tatapan
sekilas, Minokichi-kun bisa membaca pergerakannya, akhirnya reaksi
Minokichi-kun secepat kilat.
Dengan tombak merah yang menuju
arahnya, tubuh besar Minokichi-kun melompat mundur sekitar duapuluh meter ke
langit. Apa yang mengenai tombak merah hanyalah bayangan Minokichi-kun saja.
Aporou melihat kearah langit,
disana ada Minokichi-kun yang mengangkat kapaknya. Tidak sulit membayangkan
bagaimana kekuatan dari serangan yang dilakukannya. Bahkan bagi Aporou, jika
serangan itu mengenainya akan menjadi sangat berbahaya. Meski begitu, Aporou
tidak ingin untuk terkena oleh serangan tersebut.
Dengan gerakan dari tangannya,
“Gooo....”(Aporou)
Batu batu yang beterbangan diudara
diterbangkan kearah Minokichi-kun. Serangan itu mirip seperti muatan yang
terbang, hanya membutuhkan seseorang untuk merubah tarikan gravitasi untuk
mengirim serangan itu dimana yang diinginkan. Masih ada tujuan lain untuk batu
batu yang beterbangan itu, tapi itu untuk nanti.
“Buuumoooooo…”
Batu batu yang mendekat kesemua
sisi, Minokichi-kun memiringkan perisainya dengan menerjang dengan menggunakan
kakinya. Dengan merubah arah batu batu yang mengenai perisai, itu seperti
sedang berselancar di sebuah ombak. Batu batu yang bertabrakan dengan perisai
mengeluarkan suara benturan, tapi tidak terlalu membuat rusak perisai karena
daya gerak dari serangan diarahkan untuk mengurangi dampaknya.
Minokichi-kun yang tampak sangat
tegang sampai pada titik dimana Aporou bisa membuatnya tercengang.
“...........ooooooooooooooooooooooooo”
Pola dari Golden Cow sekali lagi
bersinar dan ilusi dari kepala Cow muncul.
Sisa sisa batu batu yang diarahkan
pada Minokichi-kun semuanya hancur dan pada saat yang sama serangan diarahkan
pada Aporou.
Karena dia memiliki kekuatan yang
luar biasa, kerikil yang dilemparkan pada Minokichi-kun berubah menjadi hujan
batu. Aporou yang membuat jaring dari jaring emasnya yang dikeluarkan dari
ujung jarinya bisa mencegah kerikil yang jatuh dengan memutarkan dengan
serangan centrifugal dan sekali lagi mengirimkan serangan balasan pada
Minokichi-kun yang terjatuh.
Untuk bisa menghindari serangan
yang ditujukan pada Minokichi-kun, batu batuan dan jaring mengikuti lintasan
yang tidak bisa ditahan oleh perisai. Meski ada perasaan kekecewaan saat kapak
yang terbakar itu memotongnya, menahan kerikil kerikil yang dikirim sebagai
serangan. Dengan begitu, kerusakan besar itu yang diarahkan pada Minokichi-kun
bisa dihindarinya.
“Buuumooooo!!!”
Dengan perasaan frustasi, suara
teriakan dipenuhi dengan kemarahan dikeluarkan Minokichi-kun.
Sebuah figur besar yang marah
mencapai tanah, dampaknya terasa seperti melepaskan semua perasaan yang
terkubur sekaligus saat mengayunkan kapaknya. Energi yang didapatkannya saat
jatuh dan berat dari semua peralatannya mencapai melebihi satu ton, dikombinasikan
dengan kekuatan otot supranatural yang mana berasal darinya yang merupakan
seorang Minotaur, menciptakan ledakan besar saat jatuh. Mungkin ada alasan
lainnya, tapi pada akhirnya kerusakan besar dibuat oleh Minokichi-kun.
Saat Minokichi-kun mendarat, tanah
bergetar seperti Meteor yang jatuh. Perisai yang digunakan seperti papan
selancar terkubur dalam tanah dan debu yang tidak normal meluas.
Aporou yang kehilangan keseimbangan
karena getaran tanah, tapi cepat memperbaiki keseimbangannya.
Sudah pasti bahwa banyak makhluk
hidup yang akan terbunuh jika mereka mendapatkan serangan seperti itu, meski
begitu, masalahnya bukan perisai berat yang membuat tanah bergetar, tapi
serangan yang dari kapak itu sendiri tenggelam setengah ditanah.
Api petir putih emas dari ujung
kepala kapak menunjukkan kekuatan kehancuran penuh saat meledak di bawah tanah,
membuat tanah retak dan membuat beberapa ular besar keluar.
Itu mungkin masih baik baik saja
jika hanya begitu.
Meski begitu, kemarahannya,
Minokichi-kun mengayunan kapaknya kebawah dengan api terbakar.
Bahkan tanah yang dihancurkan
dengan mudah Minokichi-kun terlihat tidak puas dan api yang membara itu
diluncurkan keatas langit untuk membuat kerusakan.
Saat retakan tanah mulai bercahaya
putih keemasan, tanah itu meledak. Sebuah api yang berdiri meledak menuju ke
langit, saling bertemu dan meledak menjadikan tontonan menjadi luar biasa.
Jaraknya mendekat disepanjang
arena, membuat Aporou tidak mempunyai ruang untuk kabur.
Bebatuan yang tersisa terbang di
langit dihancurkan oleh nyala api dan menghilang saat terbakar.
Bahkan dengan tubuhnya yang
diselimuti dengan nyala api yang membara, Aporou memanipulasi arus udara
sedemikian rupa sehingga api tersebut tidak menimbulkan masalah bagi anggota
yang berada didekatnya.
Api Minokichi-kun tertiup ditengah arena.
Meski begitu, serangan
Minokichi-kun tidak hanya berfokus pada Aporou, kemarahannya sangat kuat
sehingga bisa melukai sebagian besar kerumunan orang orang.
-Jika saya tidak melakukan apapun,
sekitar 70% yang melihat akan gagal keluar pada waktu tertentu, jika saya tidak
beruntung, itu akan menjadikan beberapa korban kematian parah..
Itu adalah skala besar, serangan
yang berlevel tinggi dengan kekuatan serangan yang tidak masuk ajal. Setelah
beberapa detik, api yang meluncur kelangit akhirnya menghilang.
Batuk* *Batuk* “Ohhh,
Minokichi-kun, apa anda sudah mendinginkan kepalamu?”
Bahkan setelah semua itu, Aporou
belum mendekati kematian. Petir emas tidak memiliki efek bagi Aporou, meski
begitu, tidak disangka bisa terluka oleh api putih.
Meski begitu, karena kemampuan [Hyper Speed Regeneration]
membuatnya sembuh dengan segera, jadi dia tidak berada dalam bahaya.
“meski sedikit sakit, saya masih
bisa menahannya untuk sekarang.” (Aporou)
Aporou, yang baru saja menahan
serangan Minokichi-kun, yang sedang berada dibatas kesabarannya.
Itu adalah pertarungan antara
Aporou dan Minokichi-kun, diserang sama sekali bukanlah masalah. Itu adalah hal
yang biasa, jadi orang pada umumnya tidak akan marah. Marah, meski begitu,
kemarahan tidak datang dari situ.
Alasan kemarahan Aporou karena Minokichi-kun,
tanpa berpikir sama sekali, menggunakan serangan dengan skala besar yang mana
bisa melibatkan anggota anggota lain.
Minokichi-kun, yang merupakan
seorang Komandan dan di posisinya yaitu memimpin bawahannya, menarik keluar,
tanpa berpikir, bahwa serangan yang dia lakukan bisa membunuh bawahannya.
“Grrrrrr….. Aaaaaaaaaaaaaaaa……”
(Aporou)
Dari kejauhan, Minokichi-kun bergumam
mengatakan “Apa yang.... telah saya lakukan...” pada saat bersamaan, Aporou
yang berada di ambang batas kesabarannya, memicu kemampuan [Black Ogre's Evil
Eye] dan [Black Demon's Dignity]. Hasilnya, pergerakan Minokichi-kun sedikit
lamban.
Lebih dari setengah kapak besar
Minokichi-kun berada di bawah tana, dengan perisai besarnya yang benar benar
terkubur dikakinya.
Meski, biasanya dia dengan mudah
bisa menariknya, tapi karena Aporou, pergerakan Minokichi-kun menjadi lambat.
Sambil menyimpan tombaknya didalam
item boxnya, Aporou berlari mendekati Minokichi-kun dengan kecepatan penuh.
Bahkan etelah tubuhunya melompat dengan menggunakan kemampuan [Great Power of
the Black Demon], itu malah mempercepatnya. Dikombinasikan dengan [Black
Demon's Charge] kecepatannya benar benar melampaui Minokichi-kun. Aporou tiba
pada posisi Minokichi-kun melewati kecepatan suara, jaraknya langsung tertutup.
[Giant's Iron Hammer] yang dipegang
ditangan Aporou and [Destructive Fists of Flesh Crushing Rage] disiapkan untuk
bertarung
Selain itu, dua atau lebih
kemampuan yang digunaka untuk memperkuat kepalan tangan Aporou, tangan tangan
itu lenyap dipandangan Minokichi-kun. Kecepatan yang tidak masuk akal bagi
mata.
Dia tidak mempunyai waktu yang
cukup untuk mengambil perisainya dan saat dia memutuskannya, Minokichi-kun
dengan paksa menarik kapaknya dari tanah dengan kedua tangannya untuk
memperkuat pertahannya. Pada saat itu serangan Aporou meledak.
Kepalan tangan meewati sisi kanan
Minokichi-kun, melewati pertahanannya. Kekuatan yang tidak masuk akal yang
menuju ke arah Minokichi-kun menghancurkan dan mematahkan tulang rusuknya
dengan mudah.
Lengan kiri Aporou yang mengenai
dada Minokichi-kun. Itu hanyalah karena pertahanan Minokichi-kun sehingga dia
bisa bertahan, jika dia adalah manusia biasa, tulang rusuknya akan patah dan
akan menusuk paru paru dan organ dalam lainnya karena saking kuatnya serangan
yang diarahkan padanya.
Bahu kanannya ditahan dengan
kapaknya saat dia terkena, meski sebagian besar ditahan oleh kapaknya, tulang
lengannya tetap patah sehingga membuat ada tulang keluar dari kulitnya dari
serangan tersebut.
Disisi kiri kepalanya yang mana
menjadi tidak memiliki pertahanan ketika serangan terjadi, otaknya jadi
terguncang dan membuat retakan yang melintang disekitar tengkoraknya dari
serangan yang dilakukan oleh Aporou.
Yang terakhir, pukulan langsung
kearah bagian atas rahangnyam membuat salah satu taringnya hancur berserakan.
Tubuh besar Minokichi-kun berputar putar.
Tubuh besar Minokichi-kun terbang
di udara beberapa detik, setelah itu mendarat diluar arena dan jatuh ditanah
dengan suara keras mencempung.
Tempat dimana di mendarat berubah
warna. Ditempat dimana dia mendarat, beberapa tulang keluar dari kulit tubuh
Minokichi-kun dan banyak darah yang keluar.
Karena cidera serius, semua orang
mengetahuinya, bahwa dia tidak akan bisa lagi melanjutkan pertarungan karena
menderita luka yang serius yang dialaminya.
Meski begitu, Minokichi-kun berdiri
seolah tidak ada yang terjadi. Semua anggota yang telah melihat pemandangan ini
dari luar arena, khususnya anggota manusia, tercengang dengan apa yang dia
lihat. Api yang membara mulai keluar dari luka Minokichi-kun dan luka yang
serius itu disembuhkan hanya beberapa detik.
Taring yang hancur itu menjadi
sebuah taring baru tumbuh ditempat taring yang hancur. Tulang yang keluar dari
kulitnya berderak ketika tulang tulang itu masuk kembali ke tubuh Minokichi-kun
dan tulang rusuknya yang seharusnya patah menusuk organ dalamnya berderik
kembali ketempat semulanya.
Dengan ras Minotaur yang memiliki
kekuatan daya tahan yang luar biasa, kekuatan penyembuhan Minokichi-kun tidak
masuk akal sama sekali. Itu membuktikan bahwa kekuatan regenerasi
penyembuhan Minokichi-kun mirip tapi
tidak sama dengan kekuatan penyembuhan Aporou.
Minokichi-kun yang telah sembuh,
tidak pernah melepaskan kapaknya ketika dia diserang. Dia memasuki kembali
Arena dan setelah itu memperbaiki keseimbangannya, dia berlari maju kedepan.
Minokichi-kun mengambil perisainya
di jalan. Dari penglihatan Aporou, sepertinya jika seorang figur besar mulai
mendorong perisainya didepannya. Masih ada jalan lain sebelum bisa saling
berbenturan, tapi senyuman Minokichi-kun dengan mudah dilihat dari bayangan
dibelakang perisainya. Itu hal yang biasa, melihatnya dibelakang perisai, Aporou
melihat Minokichi-kun dan membalasnya dengan senyuman juga.
Tombak merah dikeluarkan kembali,
kapak di ayunkan kebawah, tombak merah menahannya, benturan, sebuah kilatan
cahaya dan gelombang kejut tercipta. Setelah pertarungan yang saling menghancurkan
satu sama lain, tanah tanah hancur berantakan, kerikil ditembakkan seperti
panah, hawa menjerit karena ketegangan yang terjadi.
Tapi kedua monster itu hanya saling
bertarung. Kapak dan tombaknya saling berbenturan, percikan api tercipta dan suara
raungan dari pertarungan terdengar di sepanjang hutan. Setelah itu
Minokichi-kun kembali, kami melanjutkan latihan bertarung sepanjang hari.
Saat pertarungan dengan
Minokichi-kun mencapai akhir, bintang bintang dan bulan telah mencapai
puncaknya langit. Saya benar benar kelelahan, karena kelelahan itu, kami berdua
Minokichi-kun dan saya sendiri menghabiskan malam di tempat External Training
Field.
Ahh langit yang diterangi bintang
sangatlah indah sekali. Saya sedikit bernostalgia dengan pertarungan yang ada
diluar angkasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar