Day 124



Setelah pelatihan pagi dan makan siang, Minokichi dan kelompoknya telah datang kembali ke markas.
Setelah dia kembali, Minokichi-kun meminta untuk spar dengannya dan saya sangat tertarik oleh karena pertumbuhan yang dialami Minokichi-kun, saya tidak bisa menolaknya begitu saja.
Saya mempersiapkan arena khusus dan kami akan memulai pertarungan pertama kalinya dalam waktu yang cukup lama.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sternbild Kingdom mempunyai Four Symbolic Heroes (4 Pahlawan Simbolik) dan Kirika mempunyai Eight Great Knight (8 Ksatria Agung). Hutan ini merupakan pinggir perbatasan antara dua bangsa.
1200 tahun yang lalu, wujud dewa Nuboru yang Rank Up menjadi Demigod of Deep Green dimana dia bertemu dengan Fairy King Gufusuto.
Geneha lahir di kuil dimana dia hidup dan mati.
Setelah 1200 tahun berlalu sejak wujud dari dewa Noboru yang telah Rank Up, pemancaraan dari [Divine Power] dari peristiwa itu masih ada didalam hutan Kuuderun Great Forest.
Tubuh Elf yang lebih selaras dengan alam dibandingkan manusia yang paham betul bahwa hutan sangat berbeda dibandingkan dengan tempat lainnya, maka Elf hidup didalam dalam kedamaian.
Karena ada situasi tertentu, Empire dan Kingdom memaksa dari keduanya menjadi sekutu, mereka menyerang Elf yang hidup dihutan, tapi serangan serangan itu dibalas dengan bantuan yang kuat yaitu Ogre yang hidup misterius berada hutan paling dalam dan kedamaian sekali lagi kembali.
Namun bekas luka yang ada di beberapa tempat di hutan Kuuderun Great Forest.
Karena adanya wujud dari sisa Demigon of Deep Green [Divine Power], pertumbuhan pohon dan tumbuh tumbuhan lainnya lebih cepat dibandingkan yang biasanya. Bekas luka perang kembali tumbuh dengan membutuhkan waktu beberapa bulan
Disatu bagian dari hutan misterius ini, yaitu benteng kuat Mercenary Company Parabellum ada.
Ketika matahari berada pada titik tertinggi, pembangunan dari lapangan pelatihan eksternal telah terbentuk. Dengan dinding yang tingginya sekitar 20 meter dan sebuah lubang cilinder yang ada didalam tanah dengan diameter sekitar 130 meter, zona ini terlihat mirip dengan Colosseum Kekaisaran Romawi Kuno.
Disana ada dua makhluk buas yang sedang saling berhadapan.
Salah satu dari dua makhluk Demon ini memegang tombak merah spear [Starving Impaler of a Thousand Thorns] diatas bahunya.
Disana, ada Aporou yang berdiri dengan lengan silver kuatnya, tiga tanduk dikepalanya, sebuah aura hitam gelap yang memancar, sesuai dengan namanya [Yatendouji].
Didepanya ada makhluk kuat yang berdiri dan memiliki kekuatan yang mengerikan. Salah satu tangan memegang kapak roh yang kuat [Scorching Acquittal Axe] dan yang tangan satunya perisai seperti perisai roh menjulang [Minotaur’s Thunder Flame Shield].
Didepan Aporou berdiri Minokichi-kun yang kuat yang mana dia sebagai subspecies dari  Minotaur. Petir yang bergemericik dari napasnya dan berdiri menjulang tinggi diatas lawannya. Nama aslinya merupakan [Lightning Bull Emperor Keraunos].
Mereka berdua mengeluarkan perasaan cemas dan kegembiraanya, mengeluarkan kegembiraan mereka dengan senyuman yang mengerikan.
“sudah lama sejak kita bertarung, bukankah begitu, Minokichi-kun? Meski begitu, sepertinya kau selalu sekali lagi menjadi lebih kuat.”
“benar, saya bertarung sendirian di Labyrinth paling dalam untuk meningkatkan kekuatan dan kemampuanku. Sebagai perbandingannya, saya melihat orang didepanku yang kuat. Yang saya inginkan yaitu setara denganmu, Aporou, dan mengalahkanmu.”
“ohh, setara denganku?”
“begitu. Saya ingin menjadi setara denganmu Aporou, teman lama sejatiku. Karena itu, saya membutuhkan banyak kekuatan.”
Mereka saling bertukar kalimat.
Tidak ada kebohongan yang diucapkan oleh Minokichi-kun, mereka mengeluarkan kata kata kuat itu untuk bisa didengar oleh orang orang supaya mengerti dari maksud yang sebenarnya.
Karena perasaan senang hatinya, Aporou menjadi malu karena situasi dan mengubah ekspresinya. Mengusap pipinya dengan jari lengan silvernya yang membuat suara menderit saat dia melakukannya.
“apa itu benar? Hmmm.. well, saya merasa bermotivasi saat ini, jadi mari hentikan suasana ini dan mulai bertarung.”
Aporou menarik nafas dan memperkuat kemauannya, mengarahkan tombak merahnya kearah jantung Minokichi-kun.
Disisi lain, kapak Minokichi-kun dan perisai mulai bergerak, saat merespon pertanyaan Aporou.
“meski begitu, selalu saja, sikap yang mengagumkan.. tapi...” “tapi?”
“kali ini, ini akan menjadi kemenanganku!!”
“hahaha!!! Sangat menarik. Kalau begitu, saya akan menggunakan kekuatan penuhku dari awal, persiapkan dirimu!!”
Kedua orang itu saling bergantung saling tersenyum lebar.
Kemudian, seolah olah ketegangan yang mulai berhenti, pertarungan dimulai dengan raungan hebat dari Minokichi-kun.
“Itu.....!?”
Itu raungan yang agresif seperti ledakan.
Raungan yang luar biasa kuat itu menyebabkan gemericik ditanah diantara mereka berdua. Hal itu menyebabkan tanah yang lembek dan batu menjadi bergemuruh dan tanah terasa bergetar. Intensitas dari raungan itu membuat yang memiliki pikiran lemah membuatnya pingsan, bahkan pergerakan dari Aporou menjadi tidak stabil beberapa saat.
Salah satu dari mereka bisa mati karena ketakutan jika perbedaan diantara mereka berdua sangat beasar, begitulah efek dari level raungan itu.
Kemudian Aporou memilih tipe raungan yang sama untuk menyerang kembali.
Dari berbagai kemampuan yang dia dapatkan, banyak yang terpikirkan diotaknya dan kemudian ada satu yang dipilihnya [Black Demon Roar].
“--------------------------------------------da!!”
biasanya, Minokichi-kun, yang pada dasarnya Minotaur, harusnya menang dari konfrotasi raungan dengan mudah.
Karena ada batas volume dimana badan Aporou memungkinkan menghasilkannya sebagai anggota dari ras Ogre, [Roar] yang menjadi serangannya seharusnya tidak bisa mengalahkan Minotaur.
Meski begitu, karena kemampuannya dikenal sebagai Aporou [Black Demon Roar], sepertinya bisa menghancurkan akal sehat dan volume suara yang aslinya tidak bisa dicapai sebelumnya oleh Aporou, akhirnya bisa dicapainya.
Raungannya seperti petir.
Raungan diantara kedua sisi saling bertabrakan, saling melepaskan energi satu sama lain dari keduanya menciptakan celah celah yang menghancurkan tanah, tepat titik ditengah dimana mereka berdua berdiri.
[Paralyze] dan [Fear] yang merupakan dua kemampuan serang abnormal tidak terlihat membuat orang orang mengalami kondisi buruk mengganggu pikiran dan tubuh.
Bagi anggota anggota yang sedang melihat pertarungan Aporou dan Minokichi-kun dari jarak jauh, presentase orang orang yang pingsan karena efek setelahnya sekitar 50% dengan 40% tidak bisa lagi bergerak dan terdiam ditempatnya.
Tapi, penilaian sederhana dari Minokichi-kun Aporou mengatakan bahwa raungan itu hanyalah sebuah sapaan bagi mereka.
Aporou dan Minokichi-kun tidak mengalami status buruk karena kedua serangan saling serang satu sama lain.
“Buumooooooo…..ooooo…...oooooooooooo!”
Raungan mereka berhenti dan Minokichi-kun sekali lagi yang melakukan pergerakan terlebih dahulu.
Saat mendapatkan teriakan semangat perang, Minokichi-kun menggerakkan dirinya kedepan, menepatkan daya geraknya pada perisainya yang berkepala sapi emas. Kapaknya diangkat ke atas bahunya, dia berlari kearah Aporou.
Serangan Minokichi-kun gunakan merupakan serangan yang Aporou sudah dia sadari. Arah serangan itu telah jelas dan keahliannya itu diketahuinya dengan baik.
Serangan Minokichi-kun gunakan sederhana, tapi serangan itu kuat. Itu adalah teknik yang sering diajarkan Aporou kepada Minokichi-kun untuk sering sering digunakan.
Itu adalah suatu teknik yang digunakan untuk mendekati jarak antara diri sendiri dengan lawan, mencegah lawan menyerang dengan menggunakan perisai besar dan menabrakkan tubuh sendiri menuju ke arah musuh untuk menghancurkan dan merusak posisi berdirinya. Pada saat terakhir, kapak di ayunkan dan menggunakan serangan efektif itu sebagai salah satu serangan paling kuat dilepaskan.
Itu adalah serangan dasar yang dimana orang yang menggunakan perisai dan kapak dapat melatihnya seperti biasa.
Oleh karena itu, Aporou mengatahui dengan baik tindakan yang dibutuhkan untuk mengalahkan serangan yang ditujukan padanya.
Meski, kecepatan dari serangan itu berbeda  yang diketahui Aporou kepada Minokichi-kun yang sering dia gunakan. Bobotnya sangat berbeda, kekuatan yang lepas dan skalanya pun berubah juga.
Ada berbagai insiden yang terjadi didepan Aporou.
Dibagian bawah tubuhnya yang tampak seperti wol emas terdengar suara berderak dan sebuah petir emas disetiap langkah yang meremukkan tanah.
Tapak kaki, dia menekannya figur yang besar maju kedepan, situasinya menjadi berkembang seperti pemboman.
Ujung kapak yang masih bertengger diatas bahunya, api putih mulai melonjak keluar dan maju dengan kecepatan yang meningkat.
Mirip dengan booster, kecepatan akselerasi Minokichi-kun semakin cepat.
Udara yang pecah dibuat Minokichi-kun, sebuah gelombang kejut terjadi. Itu adalah bukti bahwa kecepatannya telah melebih kecepatan suara. Sebuah badai yang menghancurkan area sekitar, seberkas cahaya yang mengembang, jejak dari petir emas dan api putir yang muncul ditengahnya.
Kecepatan Minokichi-kun telah melampui kecepatan cahaya sejak lama, saat itu, hanya suara yang tersisa saat mendekati Aporou.
Karena dia menjadi Minotaur dan mendapatkan kekuatan yang menakjubkan dan Divine Protection dari beberapa dewa. Serangan Minokichi-kun sampai pada titik dimana tidak terlihat lagi.
“jelas sekali, ini cepat”
Saat ini, Aporou yag sebagai Apostle Lord mempunyai kemampuan prepepsi yang sangat baik dengan kemampuannya [Speed Parallel Thinking] dikombinasikan dengan prepepsi  dan pengalaman, pergerakan dunia ini menyebabkan semuanya menjadi bergerak dalam gerakan lambat.
Didunia Aporou, jika sebuah peluru ditembakkan oleh senjata yang berkekuatan padanya, itu akan menjadi sama jika menghentikan saat Aporou menjadi serius.
Bahkan, pergerakan Minokichi-kun berada pada kecepatan yang tidak biasa.
20 meter jarak antara keduanya ditutup dengan hanya beberapa langkah saja, figur besar itu menutupi jarak.
Kapak itu diayunkan, dengan raungan yang kuat. Semuanya terasa terbang sebelum terjadi serangan terjadi, apapun yang disentuhnya akan hancur seketika.
Itu mirip dengan batu besar yang hancur.
Aporou menggunakan tombak merahnya [Starving Impaler of Thousand Thorn] untuk menerima sambil membelokkan momentum serangannya. Hasilnya pun berhasil menghalanginya dari atas.
Kapak yang bertabrakan dengan tombak merah dan terdengan suara yang abnormal, percikan api tercipta dimedan perang dan nyala api putih keluar dari kepala saat mengenai tombak merah.
Kepala Aporou yang diselimuti oleh api putih, meski itu hanya sesaat. Sementara Aporou menangkis kapak dari yang biasanya terkena di tubuhnya, dikepalanya yang terbakar oleh api putih. Daging dan darahnya keluar dari guncangan kapak membuatnya terpengaruh.
Meski tekanan dari serangan itu sama sekali tidak bisa membelahnya, tapi serangannya membuat kakinya masuk kedalam tanah.
Jika Aporou tidak menggunakan tombak merah tapi hanya menggunakan Halberd yang dibuat oleh Blacksmith-san maka dia tidak bisa menangkis serangannya dan bisa membuatnya terbelah menjadi dua.
Tapi karena menggunakan tombak merah, kekuatannya bisa dialihkan disamping tanpa menghancurkannya.
Bagaimanapun, serangan itu lebih kuat dibandingkan sebelumnya. Aporou yang tercengang dan merasa gembira karena hal itu.
“hahaha! Kerja bagus Minokichi-kun, seperti diharapkan, kau yang terbaik!!” kapak itu ditangkis dari target awalnya menuju tanah menjadikannya tanah hancur.
Tanah itu hancur dan membuat area sekitar berguncang membuat batu batu menjadi kecepatan peluru.
(Gambar)
Batu batu itu mengenai kulitnya, tapi tidak ada yang terjadi, Aporou tidak merasakan kesakitan apapun.
Aporou, tidak mendapatkan luka apapun, dan langsung menyerang balik, tapi api putih dan petir emas itu diselimuti diujung kapak disekelilingnya dan jarak kehancurannya meluas.
Pergerakan Aporou menjadi kaku saat melihatnya.
Minokichi-kun sekarang mempunyai tiga [Divine Protenction]: [Divine Protections]: [Divine Protection of the Demigod of Fire], [Divine Protection of the Demigod of War], dan [Divine Protection of the God of Tlightning], yang mana petir emas dan api putih dari Demigod Fire dan God of Lightning yang memberikan Minokichi-kun kekuatan.
Tapi karena Aporou memakan Red Bear, dia juga mendapatkan [Divine Protection of the Demigod of Fire], meski dengan hal itu, mendapatkan sebuah api kuat dengan sebuah [Divine Protection] sendiri akan menyulitkan, bahkan dengan kemampuan yang bertumpuk dan berlebihan akan menyebabkan masalah.
Tentu saja ada alasan, mengapa Minokichi-kun bisa menggunakan api petir yang kuat itu.
Ketika dia menjadi varian baru dari spesies Minotaur, dia mendapatkan sebuah unsur yang dapat sangat meningkatkan kekuatan dari serangan kapaknya.
Itu adalah kemampuan unik baginya, dan efeknya menakjubkan, di namai dengan [One who becomes an Axe] dan kemampuan lainnya yang dia dapatkan bernama [Thunder Flames of the God of Murder] yang sangat bisa meningkatkan kekuatan dari serangan api petirnya.
Minokichi-kun suka menggunakan [Scorching Acquittal Axe] yang mana memiliki kemampuan unik [Fire that Burns the Sinful](menyemburkan api).
Meski, unsur yang membantunya daya bantunya sangat tinggi dengan atribut api.
Kekuatan Minokichi-kun yang dia dapatkan adalah sesuatu yang bisa menyamai kekuatan Aporou. Itu sangat jelas dari situasi yang terlihat.
Biasanya, hanya dengan satu pukulan, pertandingan akan selesai.
Bahkan jika seseorang yang bisa menghindari ayunan kuat itu, dikombinasikan dengan kuatnya dari api putih yang menakjubkan itu dan petir berwarna emas itu dilepaskan setelah  serangan itu maka itu sudah cukup bisa membantai musuh yang normal.
Pada awalnya, hanya dengan serangan dari kapak itu sudah cukup membuat musuh manapun pingsan.
Untuk bisa menangkisnya atau menghindari serangan dari Minokichi-kun sekarang ini, tidak ada satupun dari semua anggota dari Parabellum selain Aporou sendiri yang mampu melakukannya.
Bahkan jika ada yang mencoba menghindari dari kapak itu sendiri, apa yang dinantinya setelah itu adalah api putih brutal dan petir emas menunggunya.
Meski Aporou memiliki kemampuan [Null Electric Damage] ditubuhnya tidak terbakar oleh petir emas yang diarahkan padanya. Tidak peduli seberapa kuat petir itu, serangan [Thunder and Lightning] tidak akan berefek pada Aporou yang hebat.
Tapi bukan berarti saya bilang bahwa dia tidak terkalahkan. Meski dengan [Divine Protection of the Demigod of Fire] dan [Complete Fire Resistance] cidera yang didapatkan dari api putih tidak alami dengan suhu yang sangat tinggi, cideranya tidaklah langsung menghilang begitu saja.
Itu hal wajar karena Aporou tidak memiliki kemampuan untuk bisa menyembuhkan secara penuh, meski dengan mengurangi cideranya, dia masih bisa mendapatkan beberapa luka.
Rambut Aporu yang terbakar oleh api putih yang kuat itu, begitu pula bagian pipi dan bagian atas kepalanya yang sebagian terbakar. Ada bau terbakar dan mata kirinya yang benar benar terbakar.
Wajah Aporou yang mengalami kesakitan yang luar bisa dari mata bagian kirinya hancur dan jadi secara naluri menggunakan [Hyper Speed Regeneration]. Kulit yang busuk dan terbakar telah sembuh seolah olah waktu itu sendiri berbalik.
Kulit terbakar dan bola mata beregenarasi seketika dan semua cidera yang ada telah sembuh.
Tapi dalam kasus singkat ini, bukan hanya Aporou mencegah serangan itu, tapi juga ingin menyerang kembali.
“Jangan menurunkan kefokusanmu kepada musuhmu, pertimbangkan seluruh medan perang”
Sambil memberikan saran setiap hari sebagai kebiasaan, Aporou membuat bentuk tombak dari air dan tanah dibelakang Minokichi-kun.
Pada saat bersamaan, lengan silvernya berbenturan dengan perisai Minokichi-kun. Suara keras terdengar saat perisai menyambut serangan itu.
Kedua petarung itu merasakan kejutan disekujur tubuhnya.
Pada waktu itu, melakukan serangan dengan air dan tanah seperti tombak.
Sementara mengingat bahwa Minokichi hanya fokus arah depan, metode serangan standar Aporou yang merupakan serangan pada waktu yang sama dengan serangan dari depan, belakang, dan titik buta untuk menghancurkan keseimbangan musuh.
Sangat sulit untuk menghindar atau bertarung dengan efektif melawan bentuk serangan ini karena hampir tidak mungkin Minokichi-kun melihat kebelakang, mengingat bahwa lawannya ada didepannya.
Jika Minokichi-kun yang dulunya, postur tubuhnya akan mudah dipatahkan keseimbangannya, meski begitu, Minokichi-kun telah menjadi lebih kuat dibandingkan sebelumnya.
Peningkatan kekuatan dan kemampuan yang dimiliki telah meleset dari apa Aporou harapkan, bahkan jika itu hanya perbedaan kecil.
Oleh karena itu...”...Ap!!” (Aporou)
“BUUUUMOOOOOOOOO----------------------”
Petir emas dan api putih meledak disekujur tubuh Minokichi-kun.
Dari belakang, api putih dan petir emas terbakar dan menguapkan tombak air dan tanah. Potongan potongan meledak di udara dan pada waktu yang sama lengan silvernya menyentuh kepala banteng emas perisai dan mulai bersinar.
Aporou lompat kebelakang untuk mengambil jarak, tapi Minokichi-kun maju lebih cepat dibandingkan dengan Aporou yang mundur kebelakang. Dia tertangkap dan tidak bisa mundur karena sosok figur ilusi yang kepala benteng yang berwarna emas yang seolah olah membuat benteng itu keluar dari perisai itu.
Ilusi dari benteng berwarna emas, dengan tanduk yang tajam, menusuk daging Aporou.
Luka yang sangat serius sehingga bisa menelan isi perutnya, dan karena hal itu Aporou melompat dan sekarang berada di udara, tidak bisa dengan mudah menghindarinya baik dari kiri maupun kanan.
Menghindarinya akan menyulitkan dan tangan Aporou telah menggantungkannya untuk menemui serangan itu yang cukup terbatas dalam pertahannya.
Meski begitu, Aporou memilih untuk mengambilnya, Ilusi itu, dengan lengan silvernya.
Tangannya yang berdarah memegang tombak merah, dia tidak bisa mengeluarkan suatu senjata selama pertarungan ini
Meski orang mungkin berkata bahwa hanya mudah sekali untuk memegangnya, hal tersebut tidak mudah karena kecepatan yang tinggi melebihi kecepatan suara yang dimiliki Minokichi-kun. Jarak anata mereka berdua hanyalah lima meter, total jarak dekatnya.
Itu mungkin cukup normal untuk mengatakan bahwa seseorang akan langsung terbunuh jika terserang oleh serangan itu, bahkan jika dengan menangkapnya. Kekuatan dari benturan tubuh akan mudah tertusuk.
Meski begitu, Aporou berhasil menangkapnya, karena pengalaman yang sebelumnya dengan Minokichi-kun dan sebenarnya tangan Silvernya yang dia gunakan untuk menangkapnya bahkan tidak bergerak 1 milimeter dari tempatnya.
Dengan begini, Aporou berhasil mencegah serangan itu.
Tapi karena sulit menjaga keseimbangan dalam satu titik, Aporou mendorong ujung bawah tombak bagian kanan kearah perisai. Lengan silverl dan tombak merahnya, yang mana berada di dua titik diperisai, mencegah kepala tanduk banteng emas yang mendekati Aporou.
Meski begitu, Aporou masih mengambang ditengah udarah dan Minokichi tidak berhenti begitu saja.
 “OOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOO--------------------------!!!”
Minokichi-kun maju kedepan dengan kecepatan tinggi seperti sebelumnya, mengambil ancang ancang. Dengan api putih yang keluar dari ujung kapak dan petir emas gelombang dari rambut emas, kecepatan yang ditunjukkan sangat luar biasa.
Suara ledakan terdengar, sensasi dan suara ledakan dinding yang rusak, kemampuan Aporou [Sense Area] membuat dinding rusak parah yang ada dibelakangnya.
Sepertinya Minokichi-kun ingin melempar Aporo menuju dinding.
Aporou terlempar menuju dinding dan bukan hanya itu, perisai itu sendiri ikut juga terlempar menuju dinding.
Tubuh Aporou yang hancur oleh ilusi tapi nyaris karena dihentikan menggunakan tangan silvernya.
kerusakan yang ditujukan kepada Aporou tapi meleset ke dinding. Sangat cepat dan kuat otot yang dimiliki Minokichi-kun.
Sepertinya tidak ada kemungkinan bagi Aporou untuk menang dengan hanya bertahan. Kemudian ada senyum kecil yang terlihat dimuka Aporou.
“jadi tidak perlu diberi kemudahan lagi padamu.”
Aporou menggunakan salah satu kemampuan terbaiknya, salah satu kemampuan yang di pikirkan bahwa dia tidak akan menggunakannya, , [Great Power of the Black Demon].
Karena dia menyadari kekuatan yang dimiliki Minokichi-kun dan juga karena instirng bertarungnya sendiri memberitahunya seperti itu, Aporou mengambil ancang ancang.
Udara tiba tiba dipenuhi dengan udara yang menakutkan. Bahkan dengan hanya menggunakan satu kemampuan saja, seseorang seharusnya tidak menghadapinya.
Itu memberikan perasaan bahwa kau tidak perlu untuk bertarung melawannya karena itu terlalu berlebihan bagimu.
Biasanya, Minokichi-kun juga menyadari perubahan drastis pada Aporou. Saat dia menyadari perubahan yang ada diudara, keringat dingin mulai keluar darinya, dan pada saat dia menyadarinya, dia memilih untuk terburu buru menyerang tanpa pikir menuju ke arah Aporou.
Dia tidak bisa dihentikan sekarang, dia tidak akan bisa menang jika dia memiliki perasaan keraguan. Sekarang tubuh Aporou tidak berada lagi di udara lagi dan salah satu tangannya memegang tanduknya, dia berpikir bahwa akan sulit untuk bertahan dengan tubuh yang sekarang ini.
Meski begitu, Aporou menggunakan kemampuan [Gravity Law] yang membuat Minokichi-kun berjalan dengan ujung  kakinya di tanah. Tubuhnya yang  terlihat seperti menjinjit tapi, itu belum cukup bagi Aporou.
“Ini dia” (Aporou).
[Great Power of the Black Demon) adalah kemampuan yang memberikan kekuatan kepada Aporou untuk memberhentikan pergerakan Minokichi-kun. Tubuh Aporou terperosot, bahkan, lengan sivernya  yang sedang berada di Illusion tidak merubah posisinya dari awal.
Hasilnya.
“Serangan Balik!!!?? (Minokichi-kun)
Dengan aliran kekuatan yang berubah tiba tiba, namun hebat, tubuh besar Minokichi-kun dengan mudah terbang kebelakang dengan mudah diudara.
Suara dari perasaan yang penuh keterkejutan benar benar jelas terdengar.
Tubuh minokichi-kun berputar putar dan kearah vertikal lurus. Minokichi-kun yang tidak bisa mengetahui perbedaan atanra surga dan bumi karena dia tidak bisa mengendalikan postur tubuhnya di udara, dan yang paling parahnya membuatnya dia terjatuh ditanah dari atas.
Butuh energi untuk bisa menggerakkan objek seberat yang sangat besar itu, tapi semua energi langsung menghilang saat terjatuh ke tanah. Dengan kata lain, tubuh Minokichi-kun akan berhenti ketika dia jatuh ke tanah.
Kemungkinan untuk menyerang kembali yang sebelumnya kemudian tidak mungkin untuk sekarang dan itu bukanlah suatu hal yang ingin Aporou lewatkan.
“...Shaaaa”
Aporou mulai melepaskan satu persatu kemampuannya.
[Aero Master] membuat 30 gumpalan dari angin, [Gravity Law] yang memungkinkan Aporou untuk menyerang dengan kecepatan tinggi menggunakan gravitasi.
Seketika, semua gumpalan angin mengarah ke arah Minokichi-kun menyebabkan dia terpental ketanah, untuk mencegah Minokichi-kun kembali berdiri. Suara keras yang terdengar seperti palu besar yang menghantam daging keras yang terdengar disepanjang arena.
“Buuumooo!!!”
Sebuah suara kesakitan mulai terdengar.
Salah satu dari karakteristik utama seorang spesies Minotaur adalah tubuh yang luar biasa kerasnya, dimana Minokichi-kun merupakan orang yang paling tangguh.
Sedangkan untuk serangannya, dimaksudkan untuk bisa menembus armor besinya dengan menggunakan satu pukulan.
Setiap kekuatan pukulan itu dampaknya berkurang karena sepanjang tubuh Minokichi-kun dilapisi dengan baju besi otot jadi serangannya itu sendiri tidak menyebabkan cidera yang tidak terlalu parah.
Dengan memberikan pukulan berulang ulang pada Minokichi-kun, karena itu untuk membuktikan bahwa telah cukup untuk tidak membuatnya bergerak pada satu tempat.
Karena Minokichi-kun tidak bisa bergerak, Aporou mendekat dan mulai menyerang dengan tombak merahnya.
Dengan ujung tombaknya, dia memotong udarah dan suara dari benturan terdengar.
Serangan dari tombak merah yang diarahkan pada bahu sebelah kiri Minokichi-kun dan nyaris terkena tapi ditangkis menggunakan perisai besar itu. Percikan api terlihat, tapi serangan Aporou tidak sampai disitu saja.
Sekali lagi tombak di ayunkan dan mengulang kembali kearah target.
Sebuah cahaya merah mulai memancar diujung tombak merah saat kecepatan tombak meningkat lebih dari seratus kali.
[Aporou battle technique [Arts] [100 Blossoms 1000 Spears] was activated]
[With the battle technique [Arts] [100 Blossoms 1000 Spears] spear effectivity is increased]
Kemudian, Aporou mengaktifkan kedua kemampuannya [Job - Master Spearman] dan [Spear King].
Keduanya [Art] berlevel tinggi, yang mana bisa digunakan pada level tinggi [Job] seseorang, dimana tombak sebagai senjata utamanya.
Pada awalnya manusia diberikan kemungkinan untuk bisa melampaui kemampuan fisiknya dan batasan kecepatannya, tapi akibatnya bisa mengurangi stamina penggunanya.
Jika digunakan saat berada didalam situasi ambang kematian, ada kemungkinan besar bahwa penggunanya akan mati karena hasil dari yang dilakukannya.
Karena hal itu, teknik yang digunakan oleh Aporou, [100 Blossoms 1000 Spears] sangatlah kuat, yang mana lebih tinggi kelas [Art]nya dibandingkan dengan yang lainnya.
Tapi karena kenyataanya bahwa tubuh Aporou yang lebih kuat dibandingkan dengan seorang manusia, dengan menggunakan [100 Blossom 1000 Spears] tenaganya hanya sedikit berkurang. Selain itu setelah menggunakan teknik tersebut, dia hanya perlu beberapa detik sebelum dia kembali pulih seperti sebelumnya tanpa ada efek samping sama sekali.
Tombak merah yang berat itu memperkuat kekuatan [Art] Aporou dan menghantamnya ke arah perisai Minokichi-kun. Pada saat benturannya, sebuah suara ledakan dengan kilatan cahaya terlihat.
Pemandangan yang tidak masuk akal terlihat diantara kedua monster yang bertarung terurai didepan semua anggota Parabellum. Semuanya, kecuali anak Aporou, yang benar benar kehilangan kata kata yang terlihat didepan mereka.
Cahaya merah yang terlihat dari serangan tombak merah merah Aporou yang mempunyai kekuatan besar disetiap serangannya yang bisa berakibat fatal bagi yang terkena oleh serangannya. Jika bukan karena daya tahan, dia tidak akan pernah bisa menahan serangan gencar seperti itu.
Pemandangan ini merupakan yang pertama kali bagi Aporou yang memaksanya pada situasi dimana dia memperlihatkan kekuatan tersembunyinya, pertempuran dengan menggunakan [Art] dan kemampuan spesialnya pada semua orang.
Ada sebuah hukum didunia ini yang menyatakan bahwa “hanya satu manusia yang bisa mempunyai satu [Job] dan satu juga [Ability].
[Art] yang membuat manusia bisa bertarung dengan kecocokannya melawan raksasa dan naga, itu berikan pada mereka oleh [Gods] dan [Blessing]nya.
Oleh karena itu, tidak ada spesies lain yang bisa mendapatkan sebuah [Job] atau memiliki akses bertempur [Art]
Tapi sekerang, didepan mataku didepan semua orang yang ada di arena pertempuran, Aporou baru saja menggulingkan hukum yang ada didunia yang mereka kenal.
Pemandangan seperti itu terlihat didepan mereka. Pemandangan yang mengejutkan bagi Rusty Iron Knight dan Female Knight yang kehilangan kata kata karena melihat sesuatu yang tidak terbayangkan
“””Bagaimana mungkin...”””- banyak orang yang mulai bergumam.
Suara itu mulai menghilang ketika mereka mulai memerhatikan dengan penuh apa yang mereka lihat didepan mereka. Sebuah suaran tabrakan yang dilakukan oleh Aporou [Art] dari ] [100 Blossoms of 1000 Spears] yang dihantamkan kearah perisai Minokichi-kun.
“Lihat sekarang Minokichi-kun, saya akan berhenti menahannya sekarang sebentar, jadi persiapkan dirimu” –Aporou.
Dari bobot masing masing serangan itu, Aporou berhasil mulai mendorong pertahanan Minokichi-kun  dengan menggunakan [Art] ] [100 Blossoms of 1000 Spears] dengan kombinasi bonus sinergis dari beberapa kemampuan lainnya.
Hasilnya, perhitungan sederhana dari situasinya sesuai dengan perkiraan jumlahnya dua kali dari banyaknya pukulan.
Sebuah warna merah kehitaman pada tombak dan dampaknya mulai merusak bagian permukaan dari tombak karena, kerasnya hantaman serangan, lengan Minokichi-kun yang sedang memegang perisai harus memegangnya dengan serius.
Jika bukan karena kuatnya badan Minokichi-kun, mungkin akan ada lubang yang tercipta dalam beberapa detik.
Dengan banyaknya kekuatan yang diberikan pada serangan itu, tombak merah memungkinkan bisa rusak. Meski begitu, serangan ini dengan cepat mendekati akhir karena daya tahan Aporou telah mendekati klimaks. Dengan pertarungan [Art] ada batas tetap dalam setiap teknik, dimana setelah itu ada sedikit celah pembukaan.
Bahkan bagi Aporou, yang bisa menggunakan [Art] tidak ada yang lain dan juga manusia yang mempunyai akses hal tersebut, itu tidak merubah kenyataanya.
Dengan berakhirnya dari pertarungan [Art] ada kemungkinan kecil untuk menyerang balik, yang mana kelemahan besar Minokichi-kun tidak akan melihatnya.
bagaimanapun, “....SSSsssssaaaaaaaaah” (Aporou).
Aporou mulai menggunakan kemampuan lainnya [Continuation Thrust].
Serangan yang terus menerus yang dibuat oleh penggunaan kemampuan [Continuation Thrust] dan [100 Blossoms 1000 Spears] yang mana tidak meninggalkan pembukaan sedikitpun atau kesempatan untuk bisa menyerang balik.
Tampilan serangan yang diperlihatkan sesuatu yang tidak mungkin oleh Aporou, yang mana menggunakan beberapa [Abilities] untuk membuat pertempuran [Art] yang asli.
“Buuumoooooooooooo!??........” (Minokichi-kun)
Banyak serangan yang menusuk tidak bisa dirasakan lagi, seperti aliran lumpur. Sambil menahan serang yang tidak bisa lagi dikatakan, karena kebrutalan berlanjut, bahkan Minokichi-kun yang hebat ini hanya bisa mengeluarkan suara erangan kesakitan.
Musuh yang kesakitan saat dibantai, aliran serangan brutal yang menusuk daging menjadi beberapa bagian. Sementara perisai berhasil memblok sebagian besar serangan, beberapa darah yang terkena disekitar perisai yang mana merupakan anggota tubuh yang Minokichi-kun. Luka kaki Minokichi yang dideritanya sangatlah parah.
Sebelumnya, dikaki bawah kaki Aporou ada batu besar yang dihancurkan. Dengan menggunakan [Gravity Law] batu itu hancur, batu batu yang hancur itu naik dengan cepat di udara.
Seketika, lebih dari 100 batu batu yang naik di udara. Batu batu itu bermacam macam besarnya, ada yang kecil dan ada yang sangat besar, yang paling kecil sekitar lima centimeter dan yang paling besar sekitar lima meter. Beberapa batu itu bisa dilihat dengan berbeda ukurannya, tapi kenyataannya, orang orang bisa melihat batu batu itu seperti dengan batu batu yang berkumpul diluar angkasa.
“...................!!?”
Pada saat ini, persiapan Aporou telah selesai dan sebuah raungan terdengar yang mirip ketika Minokichi-kun terhempas ke tanah. Pada saat yang sama, api putih dan petir emas sekali lagi keluar kearah Aporou sepanjang tubuhnya.
Api petir yang membungkus sekujur tubuh Aporou saat dia berada didekat Minokichi-kun tapi tidak ada efek yang serius kali ini. Bahkan dengan ini, serangan lanjutan dari [100 Blossoms 1000 Spears] dan [Continuation Thrust] tidak berhenti walaupun hanya sebentar saja.
Tubuh Minokichi-kun menghilang sejenak dari penglihatan Aporou karena api petir, kurang lebih ada penghalang sedikit dari serangan menusuk yang hebat itu.
Hanya seketika, sebuah celah kecil yang bisa dilihat diantara serangan dan Minokichi-kun menggunakan semua kekuatan yang tersisa, memaksa dirinya mundur. Itu adalah tindakan yang mungkin dilakukan karena serangan Aporou pada saat itu hanyalah serangan ringan.
Tombak merah yang meleset dari targetnya menuju kearah tanah dan langsung di gerakkan.
Bagian anggota tubuh telah tidak terkena oleh target, malah tombak merah itu terkena ke arah tanah.
Minokichi-kun melirik kearah Aporou beberapa saat untuk melihat pengaktifan salah satu dari kemampuan tombak merah.
[Unique ability [Bloody Armor of the Shuyari Tepes] aktif].
Dengan mengaktifkan kemampuan itu, puluhan serangan tombak merah mengarah ke bawah Minokichi-kun untuk mengenai kakinya.
Serangan itu hanya ditujukan sebagai serangan tunggal, jika hanya sementara, itu mengurangi kecepatan luar biasa Minokichi-kun yang mana melebihi kecepatan pembatas suara. Hal tersebut sangatlah sulit untuk mencegah kemampuan yang menyerang dari bawah menuju ke arah titik buta kritis. Tanpa mengetahui kapan akan menyerang, itu tentu saja merupakan sebuah pergerakan pembunuhan.
Meski begitu, dari hanya tatapan sekilas, Minokichi-kun bisa membaca pergerakannya, akhirnya reaksi Minokichi-kun secepat kilat.
Dengan tombak merah yang menuju arahnya, tubuh besar Minokichi-kun melompat mundur sekitar duapuluh meter ke langit. Apa yang mengenai tombak merah hanyalah bayangan Minokichi-kun saja.
Aporou melihat kearah langit, disana ada Minokichi-kun yang mengangkat kapaknya. Tidak sulit membayangkan bagaimana kekuatan dari serangan yang dilakukannya. Bahkan bagi Aporou, jika serangan itu mengenainya akan menjadi sangat berbahaya. Meski begitu, Aporou tidak ingin untuk terkena oleh serangan tersebut.
Dengan gerakan dari tangannya,
“Gooo....”(Aporou)
Batu batu yang beterbangan diudara diterbangkan kearah Minokichi-kun. Serangan itu mirip seperti muatan yang terbang, hanya membutuhkan seseorang untuk merubah tarikan gravitasi untuk mengirim serangan itu dimana yang diinginkan. Masih ada tujuan lain untuk batu batu yang beterbangan itu, tapi itu untuk nanti.
“Buuumoooooo…”
Batu batu yang mendekat kesemua sisi, Minokichi-kun memiringkan perisainya dengan menerjang dengan menggunakan kakinya. Dengan merubah arah batu batu yang mengenai perisai, itu seperti sedang berselancar di sebuah ombak. Batu batu yang bertabrakan dengan perisai mengeluarkan suara benturan, tapi tidak terlalu membuat rusak perisai karena daya gerak dari serangan diarahkan untuk mengurangi dampaknya.
Minokichi-kun yang tampak sangat tegang sampai pada titik dimana Aporou bisa membuatnya tercengang.
“...........ooooooooooooooooooooooooo”
Pola dari Golden Cow sekali lagi bersinar dan ilusi dari kepala Cow muncul.
Sisa sisa batu batu yang diarahkan pada Minokichi-kun semuanya hancur dan pada saat yang sama serangan diarahkan pada Aporou.
Karena dia memiliki kekuatan yang luar biasa, kerikil yang dilemparkan pada Minokichi-kun berubah menjadi hujan batu. Aporou yang membuat jaring dari jaring emasnya yang dikeluarkan dari ujung jarinya bisa mencegah kerikil yang jatuh dengan memutarkan dengan serangan centrifugal dan sekali lagi mengirimkan serangan balasan pada Minokichi-kun yang terjatuh.
Untuk bisa menghindari serangan yang ditujukan pada Minokichi-kun, batu batuan dan jaring mengikuti lintasan yang tidak bisa ditahan oleh perisai. Meski ada perasaan kekecewaan saat kapak yang terbakar itu memotongnya, menahan kerikil kerikil yang dikirim sebagai serangan. Dengan begitu, kerusakan besar itu yang diarahkan pada Minokichi-kun bisa dihindarinya.
“Buuumooooo!!!”
Dengan perasaan frustasi, suara teriakan dipenuhi dengan kemarahan dikeluarkan Minokichi-kun.
Sebuah figur besar yang marah mencapai tanah, dampaknya terasa seperti melepaskan semua perasaan yang terkubur sekaligus saat mengayunkan kapaknya. Energi yang didapatkannya saat jatuh dan berat dari semua peralatannya mencapai melebihi satu ton, dikombinasikan dengan kekuatan otot supranatural yang mana berasal darinya yang merupakan seorang Minotaur, menciptakan ledakan besar saat jatuh. Mungkin ada alasan lainnya, tapi pada akhirnya kerusakan besar dibuat oleh Minokichi-kun.
Saat Minokichi-kun mendarat, tanah bergetar seperti Meteor yang jatuh. Perisai yang digunakan seperti papan selancar terkubur dalam tanah dan debu yang tidak normal meluas.
Aporou yang kehilangan keseimbangan karena getaran tanah, tapi cepat memperbaiki keseimbangannya.
Sudah pasti bahwa banyak makhluk hidup yang akan terbunuh jika mereka mendapatkan serangan seperti itu, meski begitu, masalahnya bukan perisai berat yang membuat tanah bergetar, tapi serangan yang dari kapak itu sendiri tenggelam setengah ditanah.
Api petir putih emas dari ujung kepala kapak menunjukkan kekuatan kehancuran penuh saat meledak di bawah tanah, membuat tanah retak dan membuat beberapa ular besar keluar.
Itu mungkin masih baik baik saja jika hanya begitu.
Meski begitu, kemarahannya, Minokichi-kun mengayunan kapaknya kebawah dengan api terbakar.
Bahkan tanah yang dihancurkan dengan mudah Minokichi-kun terlihat tidak puas dan api yang membara itu diluncurkan keatas langit untuk membuat kerusakan.
Saat retakan tanah mulai bercahaya putih keemasan, tanah itu meledak. Sebuah api yang berdiri meledak menuju ke langit, saling bertemu dan meledak menjadikan tontonan menjadi luar biasa.
Jaraknya mendekat disepanjang arena, membuat Aporou tidak mempunyai ruang untuk kabur.
Bebatuan yang tersisa terbang di langit dihancurkan oleh nyala api dan menghilang saat terbakar.
Bahkan dengan tubuhnya yang diselimuti dengan nyala api yang membara, Aporou memanipulasi arus udara sedemikian rupa sehingga api tersebut tidak menimbulkan masalah bagi anggota yang berada didekatnya.
Api  Minokichi-kun tertiup ditengah arena.
Meski begitu, serangan Minokichi-kun tidak hanya berfokus pada Aporou, kemarahannya sangat kuat sehingga bisa melukai sebagian besar kerumunan orang orang.
-Jika saya tidak melakukan apapun, sekitar 70% yang melihat akan gagal keluar pada waktu tertentu, jika saya tidak beruntung, itu akan menjadikan beberapa korban kematian parah..
Itu adalah skala besar, serangan yang berlevel tinggi dengan kekuatan serangan yang tidak masuk ajal. Setelah beberapa detik, api yang meluncur kelangit akhirnya menghilang.
Batuk* *Batuk* “Ohhh, Minokichi-kun, apa anda sudah mendinginkan kepalamu?”
Bahkan setelah semua itu, Aporou belum mendekati kematian. Petir emas tidak memiliki efek bagi Aporou, meski begitu, tidak disangka bisa terluka oleh api putih.
Meski begitu, karena  kemampuan [Hyper Speed Regeneration] membuatnya sembuh dengan segera, jadi dia tidak berada dalam bahaya.
“meski sedikit sakit, saya masih bisa menahannya untuk sekarang.” (Aporou)
Aporou, yang baru saja menahan serangan Minokichi-kun, yang sedang berada dibatas kesabarannya.
Itu adalah pertarungan antara Aporou dan Minokichi-kun, diserang sama sekali bukanlah masalah. Itu adalah hal yang biasa, jadi orang pada umumnya tidak akan marah. Marah, meski begitu, kemarahan tidak datang dari situ.
 Alasan kemarahan Aporou karena Minokichi-kun, tanpa berpikir sama sekali, menggunakan serangan dengan skala besar yang mana bisa melibatkan anggota anggota lain.
Minokichi-kun, yang merupakan seorang Komandan dan di posisinya yaitu memimpin bawahannya, menarik keluar, tanpa berpikir, bahwa serangan yang dia lakukan bisa membunuh bawahannya.
“Grrrrrr….. Aaaaaaaaaaaaaaaa……” (Aporou)
Dari kejauhan, Minokichi-kun bergumam mengatakan “Apa yang.... telah saya lakukan...” pada saat bersamaan, Aporou yang berada di ambang batas kesabarannya, memicu kemampuan [Black Ogre's Evil Eye] dan [Black Demon's Dignity]. Hasilnya, pergerakan Minokichi-kun sedikit lamban.
Lebih dari setengah kapak besar Minokichi-kun berada di bawah tana, dengan perisai besarnya yang benar benar terkubur dikakinya.
Meski, biasanya dia dengan mudah bisa menariknya, tapi karena Aporou, pergerakan Minokichi-kun menjadi lambat.
Sambil menyimpan tombaknya didalam item boxnya, Aporou berlari mendekati Minokichi-kun dengan kecepatan penuh. Bahkan etelah tubuhunya melompat dengan menggunakan kemampuan [Great Power of the Black Demon], itu malah mempercepatnya. Dikombinasikan dengan [Black Demon's Charge] kecepatannya benar benar melampaui Minokichi-kun. Aporou tiba pada posisi Minokichi-kun melewati kecepatan suara, jaraknya langsung tertutup.
[Giant's Iron Hammer] yang dipegang ditangan Aporou and [Destructive Fists of Flesh Crushing Rage] disiapkan untuk bertarung
Selain itu, dua atau lebih kemampuan yang digunaka untuk memperkuat kepalan tangan Aporou, tangan tangan itu lenyap dipandangan Minokichi-kun. Kecepatan yang tidak masuk akal bagi mata.
Dia tidak mempunyai waktu yang cukup untuk mengambil perisainya dan saat dia memutuskannya, Minokichi-kun dengan paksa menarik kapaknya dari tanah dengan kedua tangannya untuk memperkuat pertahannya. Pada saat itu serangan Aporou meledak.
Kepalan tangan meewati sisi kanan Minokichi-kun, melewati pertahanannya. Kekuatan yang tidak masuk akal yang menuju ke arah Minokichi-kun menghancurkan dan mematahkan tulang rusuknya dengan mudah.
Lengan kiri Aporou yang mengenai dada Minokichi-kun. Itu hanyalah karena pertahanan Minokichi-kun sehingga dia bisa bertahan, jika dia adalah manusia biasa, tulang rusuknya akan patah dan akan menusuk paru paru dan organ dalam lainnya karena saking kuatnya serangan yang diarahkan padanya.
Bahu kanannya ditahan dengan kapaknya saat dia terkena, meski sebagian besar ditahan oleh kapaknya, tulang lengannya tetap patah sehingga membuat ada tulang keluar dari kulitnya dari serangan tersebut.
Disisi kiri kepalanya yang mana menjadi tidak memiliki pertahanan ketika serangan terjadi, otaknya jadi terguncang dan membuat retakan yang melintang disekitar tengkoraknya dari serangan yang dilakukan oleh Aporou.
Yang terakhir, pukulan langsung kearah bagian atas rahangnyam membuat salah satu taringnya hancur berserakan. Tubuh besar Minokichi-kun berputar putar.
Tubuh besar Minokichi-kun terbang di udara beberapa detik, setelah itu mendarat diluar arena dan jatuh ditanah dengan suara keras mencempung.
Tempat dimana di mendarat berubah warna. Ditempat dimana dia mendarat, beberapa tulang keluar dari kulit tubuh Minokichi-kun dan banyak darah yang keluar.
Karena cidera serius, semua orang mengetahuinya, bahwa dia tidak akan bisa lagi melanjutkan pertarungan karena menderita luka yang serius yang dialaminya.
Meski begitu, Minokichi-kun berdiri seolah tidak ada yang terjadi. Semua anggota yang telah melihat pemandangan ini dari luar arena, khususnya anggota manusia, tercengang dengan apa yang dia lihat. Api yang membara mulai keluar dari luka Minokichi-kun dan luka yang serius itu disembuhkan hanya beberapa detik.
Taring yang hancur itu menjadi sebuah taring baru tumbuh ditempat taring yang hancur. Tulang yang keluar dari kulitnya berderak ketika tulang tulang itu masuk kembali ke tubuh Minokichi-kun dan tulang rusuknya yang seharusnya patah menusuk organ dalamnya berderik kembali ketempat semulanya.
Dengan ras Minotaur yang memiliki kekuatan daya tahan yang luar biasa, kekuatan penyembuhan Minokichi-kun tidak masuk akal sama sekali. Itu membuktikan bahwa kekuatan regenerasi penyembuhan  Minokichi-kun mirip tapi tidak sama dengan kekuatan penyembuhan Aporou.
Minokichi-kun yang telah sembuh, tidak pernah melepaskan kapaknya ketika dia diserang. Dia memasuki kembali Arena dan setelah itu memperbaiki keseimbangannya, dia berlari maju kedepan.
Minokichi-kun mengambil perisainya di jalan. Dari penglihatan Aporou, sepertinya jika seorang figur besar mulai mendorong perisainya didepannya. Masih ada jalan lain sebelum bisa saling berbenturan, tapi senyuman Minokichi-kun dengan mudah dilihat dari bayangan dibelakang perisainya. Itu hal yang biasa, melihatnya dibelakang perisai, Aporou melihat Minokichi-kun dan membalasnya dengan senyuman juga.
Tombak merah dikeluarkan kembali, kapak di ayunkan kebawah, tombak merah menahannya, benturan, sebuah kilatan cahaya dan gelombang kejut tercipta. Setelah pertarungan yang saling menghancurkan satu sama lain, tanah tanah hancur berantakan, kerikil ditembakkan seperti panah, hawa menjerit karena ketegangan yang terjadi.
Tapi kedua monster itu hanya saling bertarung. Kapak dan tombaknya saling berbenturan, percikan api tercipta dan suara raungan dari pertarungan terdengar di sepanjang hutan. Setelah itu Minokichi-kun kembali, kami melanjutkan latihan bertarung  sepanjang hari.
Saat pertarungan dengan Minokichi-kun mencapai akhir, bintang bintang dan bulan telah mencapai puncaknya langit. Saya benar benar kelelahan, karena kelelahan itu, kami berdua Minokichi-kun dan saya sendiri menghabiskan malam di tempat External Training Field.
Ahh langit yang diterangi bintang sangatlah indah sekali. Saya sedikit bernostalgia dengan pertarungan yang ada diluar angkasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar