Day 52

Day 52

Sudah beberapa lama rasanya, di sore harinya saya pergi berburu bersama Gobukichi-kun pada area sebelumnya yang mana belum terjelajahi, kami menemukan sebuah kelompok sejumlah dua belas orang laki laki yang bersenjata.
Penglihatan mereka yang sedang menatap sekitar dan cepat—meski mereka terlihat lambat dibandingkan kami—yang sedang menuju ke area dimana saya pikir itu desa para elf yang membuatku menduga bahwa mereka dalah sesuatu yang seperti kelompok pengintai manusia.
Karena penasaran, kami memutuskan untuk mengikuti mereka.
Ogre yang tingginya dua meter setengah seharusnya mudah ditemukan, faktanya biasanya mau bagaimana lagi tapi berdiri tapi di situasi sekarang ini tidak masalah.
Sejak hari keempat setelah kami lahir, kami diberi tahu untuk mendapatkan makanan kami sendiri dengan berburu.
Dari hari tersebut kami mengikuti rencanaku yang mana menganalisa mangsa, kami bersembunyi, membaca nafasnya, kemudia menyerang mereka ke titik buta secara akurat seolah olah kami adalah Assassin (pembunuh bayaran)
Karena itu, Gobukichi-kun dan saya mengasah kemampuan kami untu bersembunyi sampai dibandingkan dengan kemampuan level yang biasanya dimiliki oleh orang lain.
Dengan bentuk badan yang besar sebagai Ogre yang menyatukan diri dengan sekitarnya, itu kemampuan yang tidak dapat dilihat oleh target selama sepuluh menit.
Sebagai tambahan, saya memasukkan kemampuan [Hiding] yang mana meningkatkan kemampuang menyembunyikan bahkan lebi. Saya dengan mudah membantu Gobukichi-kun juga, jadi itu tidak ada masalah apapun.
Setelah mengikuti mereka beberapa waktu, sepertinya mereka telah tiba di tempat tujuannya, dimana para manusia menggunakan formasi berbentuk ‘U’.
Setelah mereka selesai melakukan formasinya, setiap manusia mengambil dua panah ditangannya, menghapuskan keberadaannya dan menyembunyikan diri mereka.
Jika kau tidak tau tentang keberadaan mereka terlebih dahulu, mereka akan sulit dikenali bahkan jika kau dekat dengan mereka.
Kemampuan penyembunyian mereka sangat maju.
Well, itu masih level rendah dibandingkan kami yang tinggal di alam liar.
Mereka sedang berada diposisi, mereka mempunyai kesempatan besar untu membungkam musuh mereka tanpa ditemukan, menggunakan serangan mendadak dengan busur mereka.
Karena setiap mereka memiliki busur dua, mereka bisa menembakkan keduanya dengan sukses untuk memasuki pertarungan jarak dekat.
Seperti itu yang aku lakukan sebelumnya.
Saya ingin tahu apa yang mereka akan lakukan disini, jadi saya dengan diam diam melemparkan jaring yang supertipis yang bahkan hampir tidak terlihat jika melihat secara dekat dan mendengarkan apa percakapan mereka.
Aku mengetahui misi mereka disini untuk menculik putri tercinta dari “Elven Round Table Conference’s Chairman”.
Rupanya para Elf mengadopsi sebuah institusi dimana perwakilan dari beberapa klan yang berkumpul untuk membuat keputusan.
Mereka sedang menyiapkan diri untuk membunuh penjaga putri tersebut, atau begitu yang saya simpulkan dari percakapan tersebut. Dari yang kudengar ada juga elf pengkhianat diantara Elf.
Meski saya tidak ingin melakukan apapun yang spesial dengan informasi ini,
Ini merupakan salah satu bagian informasi yang berguna.
Keberadaan mereka yang ingin mengkhianati kaum mereka sendiri untu menyelamatkan dirinya sendiri bukanlah hal yang lumrah.
Banyak yang telah hancur karena terpengaruh dengan kepentingan pribadi dan saya tidak melakukan sesuatu dengan itu jadi saya tidak terlalu peduli.
Aku akan mengambil sebanyak mungkin keuntungan dari ini jika saya mendapatkan kesempatan.
Setelah dua jam berlalu mengamati mereka bagaimana melakukannya, grup yang bersenjata dengan cewek canti dan elf laki laki datang, Gobukichi yang lelah menunggu, jadi saya membiarkan memburu didekat sini. Jika terjadi sesuatu saya bisa menghubunginya dengan jaringku.
Elf yang sedang duduk didalam tandu yang dibawa oleh beberapa Elf yang tentu saja pelayan Elf yang akan diserang oleh para penculik.
Dari terlihat dia berada diawal remaja atau awal awal 20-an dan berbicara tentang itu dia merupakan seseorang yang paling cantik yang pernah aku lihat.
Dia adalah sesuatu yang akan dipanggil sebagai wanita cantik.
Saya tidak bisa berhenti menatapnya, sementara para manusia telah melakukan perubahan kecil ketika bersembunyi.
Aku kira akan ada sesuatu terjadi, jadi saya memanggi Gobukichi-kun kembali dengan menggunakan jaringku. Pada saat bersamaan dua belas manusia bergerak serentak dan akurat membunuh setiap elf dengan menggunakan busur mereka.
Itu tidak berakhir disitu, mereka melempar busur yang baru saja di tembak dan mengambil busur lain dan menembakkannya lagi, seketika 12 elf mati ditempat.
 Para manusia dengan cepat bergegas ke delapan elf yang tersisa karena masih terlihat kebingunan setelah serangan mendadak itu. Para Elf mencoba mengambil busur mereka untuk membalasnya tapi mereka langsung dibungkam dengan pedang yang digunakan oleh para manusia.
Semuanya terjadi sekitar sepuluh detik saja. Mereka melakukannya dengan kecepatan penuh, aku mengakuinya bahwa mereka cukup terampil.
Hanya putri elf yang tersisa dan para manusia mendekatinya setelah mereka selesai dengan elf yang lainnya.
Meski mereka berjuang, mereka diserang dengan pakaian kecil di mulutnya dan kemudian tiba tiba mulai lemas. Yang terlihat dari jarak ini tampaknya dia kehilangan kesadaran.
Para manusia yang sudah menyelesaikan misi mereka dengan sempurna dan mengangkat putri elf dan kembali ke tempat dimana mereka datang
Mundur tanpa ragu.
Aku menduga mereka tetap menggunakan jalan yang digunaka sebelumnya, jadi saya menunggu di jalan tersebut dan menyergap mereka.
Jarak mereka sudah dekat, aku pikir ini waktu yang pas, jadi saya melompat ke bawah dan menembakkan jaring dari ujung jariku. Saya mengaktifkan [Earth Control] untuk menjaga jaga dan saya memasang dinding yang terbuat dari tanah dengan tiga sisi dari mereka untuk mencegah para manusia kabur.
Setelah kejadian tiba tiba itu, ekspresi para manusia yang sedang panik sangat lucu.
Mereka semua ditangkap dengan sekaligus.
Menggunakan jaring yang lentur terbuat dari kemampuan Argiope [Golden Thread Creation] mereka masih ada ditempat. Ini sangat melelahkan karena jaring berwarna emas ini cukup berat dari yang terlihat dan rentan terhadap api yang mana jaring sebelumnya memiliki point lemah yang tertutup. Itu juga tidak bisa dipotong dengan cepat karena ketahanannya.
 Mereka terlihat seperti cacing yang menggeliat yang mana terlihat lucu sekali.
Sekarang mereka ditangkap, mereka ingin menggunakan racun yang berada di belakang giginya untuk membunuh mereka sendiri agar tidak dipaksa untuk mengaku. Setelah mereka melakukannya, saya menyembuhkan mereka untuk mencegah mereka meninggal. Mereka mungkin akan menggigit bibir mereka, jadi saya menutup mulutnya dengan jaringku karena akan jadi sulit ketika memberikan perawatan medis.
Untuk membuat mereka tidak bisa melepaskan ikatannya saya mengikat sikunya juga. Setelah selesai mengikat mereka Gobukichi-kun sudah datang.
Aku memberikan tugas untuk membawa semua manusia kepada Gobukichi-ku yang datangnya terlambat.
Meskin itu terlihat sangat berat, Gobukichi-ku mengangkat mereka seperti itu bukanlah apa apa.
Termasuk juga peralatannya yang lebih satu ton beratnya’kan? Aku penasaran sambil memiringkan kepalaku tapi dia terlihat sama sekali tidak terpengaruh jadi saya tidak mengatakan apapun
Saya sedang membawa sang Putri Elf yang sedang tidur di tanganku.
Kami akan kembali ke goa dimana kita tinggal setelah kami mengurusi mayat elf.
Kepala para pengawal putri Elf tersebut dilubangi dengan mata busur dan memisahkan dari lehernya dengan menggunakan pedang manusia.
Assassin itu terampil jadi Elf diserang dengan akurat di bagian vital dan tidak ada yang saya bisa lakukan karena ku tidak memiliki kemampuan untuk membangkitkan. Saya mengambil semua peralatan mereka dan jantungnya, kemudian saya mengubur mereka karena itu akan kejam jika seorang monster memakannya dan menghancurkan mayatnya.
Ability [Luck] learned
Ability [Doom] learned
Aku kira akan mengaktifka keberuntungan [luck] sekarang. Saya harus berhati hati untuk tidak mengaktifkan dengan tiba tiba kemampuan nasib buruk [Bad Luck].
Terakhir, saya menepuk dengan kedua tanganku “Namu”. Saya mengirimkan mereka doa.
Hm? Apa yang harus kulakukan dengan manusia yang kutangkap ini?
Setelah menginterogasi mereka saya ingin mereka bertarung bersama kami untuk mendapatkan pengalaman, setelah itu saya menggunakan mereka sebagai bahan untuk percobaan penyiksaan. Karena mereka semua laki laki mereka tidak terlihat ramah. Bahkan jika dibandingkan dengan para elf laki laki mereka lebih buruk.
Well, malam ini akan sibuk.
Itu yang yang kupikirkan, tapi sesuatu terjadi. Kami bertemu dengan beberpa goblin saat perjalanan pulang.
Wajah wajah yang tidak asing. Mereka adalah kelompok dari Goblin yang tua, enam goblin yang mana senior/lebih tua dari kami. Saat ini bahkan goblin yang bawahan yang pernah membawa si Rambut mereh dan gadis lainnya yang mengalahkan goblin bawahanku dulu menggunakan kekuatan sejati mereka. Goblin ini dikenal karena tidak bisa mengikuti kerasnya pelatihanku.
Saya sudah menyebutkan sebelumnya ada goblin yang segenerasiku yang lebih kuat dari salah satu yang tua tapi saya akan menambahkan itu karena goblin bawahanku kebanyakan muda, mereka menunjukkan perkembangan yang cukup kuat melalui pelatihan. Meski faktanya mereka mengalahkan orang orang bawahanku dulu, jadi itu lain cerita. Oh well, itu tidak apa apa untuk sekarang.
Aku ingin bertanya apa yang mereka lakukan di tempat seperti ini, tapi mereka terlihat sedang terburu buru jadi saya mengawasinya dengan diam diam. Bisa jadi ingin menyerahkan diri, tapi salah satu dari mereka mengangkat tangan dan mulai bicara.

Alasannya mengapa mereka tidak mengikutiku.
Mereka sulit untuk menahan diri untuk tidur jika mereka hidup berdampingan dengan gadis gadis itu  dan mereka hampir tidak bisa menahan latihan keras disaat pagi hari. Bahkan, jika mereka bertahan, pasti akan ada muncul didalam pikirannya, tapi saat ada gadis Elf yang menjadi tahanan itu juga bukan pilihan, mereka tidak tahan lagi. Didalam situasi mereka, tidur dengan gadis Elf itu tidak mungkin, bahkan jika mereka mengulurkan tangannya, hanya beberapa dari mereka bisa melakukannya. Elf laki laki cukup bagus jadi mereka sehingga mereka tidak akan melakukan hal yang buruk tapi tentu saja mereka tidak akan mendekati tubuh elf wanita yang berkelas pertama dalam hidupnya. Para goblin tidak merasa tergoda dalam situasi tersebut.
Bahkan jika mereka sekarat. Berada di lingkungan dimana makanan merupakan kepentingan yang pertama yang ada didepan matanya, tapi hanya yang lainnya yang bisa memakannnya dari pada dirinya sendiri, apa yang bisa harapkan.
Jadi mereka berpindah, dengan kata lain mereka ingin meninggalkan kelompok.
Setelah mengatakan semua itu, mereka semua terdiam dan gemetaran, mungkin karena mereka akan dibunuh.
Ah jadi akhirnya sampai disini, saya mengatakan kepada diriku sendiri. Meski itu bukan yang ingin yang aku dengar pada mereka.
Well, pada titik ini, itu tidak terlalu dibutuhkan bagi mereka orang orang yang tidak ingin bekerja sama. Jika mereka ingin pergi, “jadi begitu” mungkin itu yang akan aku katakan.
Jika Gobukichi-kun saya akan menghentikannya ke titik yang menarik. Dia adalah tangan kananku. Seperti itulah.
Aku memaksa mereka untuk mematahi aturan yang ada tapi saya belum mempertimbangkan orang orang yang ingin mengatakan seperti “kami tidak menyukainya, jadi kami pergi”. Karena kelompok ini tidak terlalu besar ku kira itu akan baik baik saja.
Mungkin saya akan membuat suatu kekerasan untuk membuat mereka pergi. Selain itu, tujuanku yang sekarang ini bukan untuk meningkatkan jumlah, tapi meningkatkan kemampuan idividual kita. Dibandingkan dengan meningkatkan jumlah akan menjadi beban, kami baik baik saja sekarang ini. Mungkin lebih baik untuk memutuskan untuk menambah anak anak untuk sekarang ini.
 Itu bukanlah niatku untuk meninggalkan orang yang dibelakang yang tengah frustasi sekarang ini, bahkan jika mereka tidak mempunyai bakat, saya akan mengulurkan tanganku kepada mereka yang ingin bekerja keras.
Meskipu begitu, mencegah gosip menyebar, aku akan merencanakan ini. Tidak. Aku tidak berpikir untuk membunuh mereka, untuk saat ini. Saya tidak akan membunuh mereka.
Senjata yang mereka bawa pada goblin tua yang sedang gemetaran, dia menatapku dengan tegang, itu hanya item senjata kelas [Normal] yang aku kumpulkan dan memberikan kepada mereka. Jika di levelkan senjatanya itu akan menjadi senjata kelas pertama dari bawah.
Dengan seperti itu mereka mempunyai senjata kelas [Normal] dan pakaian pelindung dan beberapa senjata kelas [Rare] yang mana dia melemparkannya kepada saya tanpa ada kata.
Mereka yakin, jika mereka membuat pergerakan mereka akan dibunuh. Itu pilihan yang benar.
Seperti apa yang ku katakan tadi. Sangat bagus melihat goblin yang bersenjata, tapi senjata terbaiknya akan cepat mengecil ketika dipindahkan. Kesempatan untuk bertahan dan berkembang dengan kemampuan dan kualitas senjata yang mereka miliki akan menjadi tidak pasti.
Oh well, saya memutuskan untuk memperlihatkan mereka belas kasihanku kepada mereka dengan kado perpisahan. Jadi saya memberikan mereka enam pisau yang ku ambil dari item boxku.
Pisau itu adalah salah satu peninggalan yang ditinggalkan oleh penjaga elf yang mati sebelumnya. Menggunakan kemampuan penilaianku pisau biru itu terbuat dari besi mitril magic, yang mana terlalu berharga untuk dimiliki oleh goblin.
Pisau tersebut tidak memiliki kemampuan yang spesial, tapi  ketajaman yang dimiliki dibandingkan dengan pedang pendek besi yang digunakan oleh mereka. Apa kau percaya kepadaku jika ku memberitahukan kepada kalian bahwa Mitril bisa memotong pedang besi dengan mudah tanpa ada goresan didalamnya?.
Hanya elf yang memiliki kemampuan untuk membuat pisau mitril. Jadi itu sangat langka bagi para petualang yang berlevel tinggi untuk mendapatkannya.
Dengan menunjukkan ketajaman pisau itu, saya memotong ujung jariku dan secara cepat ada darah yang menetes. Kemudian saya memberikan kepada goblin untuk menyarungkannya. Luka itu tertutup dengan cepat tanpa ada jejak karena dari kemampuan [Rapid Recovery].
Goblin yang tua hanya berdiri disana dengan tatapan yang bodoh yang terlihat dimukannya. Kemudian Gobukichi-kun dan saya tersenyum kecut, meninggalkan mereka tanpa melihat kebelakang dan mengambil barang barang kami.
Mungkin, takdir akan mempertemukan kami lagi.
Bahkan jika pisau mitril tersebut mereka miliki,kemungkinan tinggi mereka akan dibunuh oleh para petualang dan pembunuh bayaran. Dengan perkembangan pasar yang sangat tinggi, harta karun tersebut biasanya mengundang masalah. Aku mendoakan mereka supaya beruntung untuk kedepannya.
Terakhir, saya mengatakan dengan sederhan “ini titik yang penting karena ini tempat merupakan dimana darahku tumpah.
TL note ; seperti suatu pribahasa mengatakan “kehilangan jari jari untuk menyelamatkan lengannya”, begitu mungkin. :v.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar