Day 66


Hari ini hujan setelah sekian lama, jadi saya memutuskan untuk melihat Sirambut merah, Blacksmith-san, para Sister dan Alchemist-san. Well, mereka biasanya tidur bersama saat malam dan melakukan pekerjaannya saat siang hari. Ini memberiku waktu yang sedikit untuk memanjakan mereka.
Setelah Sirambut merah mendapatkan kemampuan [Noire Soldier], serangannya sangat brutal. Sampai sekarang, dia sekarang ini setara dengan kemampuan tapi rendah dalam hal kekuatan. Dia benar benar mulai mengejar ketertinggalannya.
Akhir akhir ini, dia datang kepadaku mengatakan “berlatih denganku, aku ingin bertarung” yang mana saya menemukan muka yang menggemaskannya. Sangat sulit menjelaskannya.
Kau tau perasaan ketika seekor anak anjing datang untuk bermain yang menunjukkan muka menggemaskan? Seekor anak anjing kecil, yang menggerakkan ekornya sana sini. Sesuatu yang seperti itu.
Sebagian besar, mereka menganggapnya sebagai anjing pelacak, di lain sisi saya melihatnya sebagai anak anjing yang mendatangiku.
Dan itulah bagaimana saya menghabiskan waktu dipagi hari, bermain dengan sirambut merah. Saya akan mendatangi Blacksmith-san selanjutnya.
Akhir akhir ini, Elf Kirue dan Arue “Guard Elves” (elf yang menjaga si pemimpin elf bodoh sebelumnya) sangat antusias membuat perpaduan antara Mitrhil, pekerjaannya biasanya dengan pisau dan pedang pendek.
 Guard Elf merupakan satu dari kebanyakan elf yang saya tangkap yang memiliki keahlian tentang mithril. Memberikannya tugas kepada mereka kepada orang yang tepat
Rupanya mereka berdua anak dari keluarga yang baik yang mempunyai silsilah keluarga yang hebat.
BTW, tidak semua elf memiliki keahlian dalam Mithril. Blacksmith-san bisa melakukannya karena turun temurun dari generasinya, itulah mengapa kebanyak elf tidak terbiasa dengan proses dan tidak bisa memiliki keahlian tersebut. Mereka berdua merupakan elf elit yang bukan hanya menerima latihan tapi juga memiliki keahlian dalam kerajinan yang telah diturunkan secara turun temurun.
Well, ada batas seberapa dua orang bisa membuatnya tapi mau bagaimana lagi.
Saya meminta permintaan untuk membuat busur yang berulang ulang. Blacksmith-san dan Guard Elf mencoba untuk melakukan sesuatu dengan itu. Saya penasaran jika itu berkembang dan berhasil. Aku ingin mereka memberitahuku ketika itu sudah siap.
busur tersebut biasa kehilangan kekuatan itu dalam jangkauan, tapi itu tidak penting, aku ingin melawan arah.
Tampaknya Blacksmith-san melakukan pekerjaannya dengan bagus akhir akhir ini. Sudah banyak senjata prototipe yang sudah dibuat dan di tes saat pelatihan goblin.
Hasilnya sangat menjanjikan. Kami memiliki banyak senjata baru di gudang senjata kami.
Aku ingin kepada mereka untuk membuat massal busur yang berulang. Dengan mengambil kesempatan untuk bisa ada disini, Guard elf mengambil mithril yang diolah dari silver armku sebagai batang logam. Meski komposisi mithril yang diambil dari silver armku hampir seperti palsu, dengan produk pribadiku akan dibuat sesuai yang aku tanyakan dari mereka.
Dengan muka yang merah, Blacksmith-san dengan dada yang terengah engah sambil terlihat sangat bangga. Tanpa menyadarinya, mulutku terbuka.
Setelah itu, kami saling bertukar pendapat.
Aku pergi ke tempat para sister pada malam harinya.
 Akhir akhir ini mereka bekerja keras dengan kemampuan barunya [Chief Cook], yang bertugas menyiapkan makanan untuk para komandan goblin.
Karena mereka terlalu sering makan, jika para sister tidak memulai memasak sebelumnya maka itu tidak akan cukup, untungnya peralatan dari Blacksmith-san, bisa digunakan, meski begitu, tempat dapur menjadi seperti medan perang.
Saya memutuskan untuk bergabung. Saya memulai memotong makanan. Bahkan jika saya masih terlihat seperti ini. Saya masih bisa memasak dengan baik.
Selain itu, saya merasa senang ketika Aoi memasak, meski masih belajar dan berolahraga, antara  lainnya, Aoi sangat buruk saat memasak. Saya mempunyai pengalaman menyedihkan ketika memakan makannya.
Aoi, saya penasaran dengannya apa yang terjadi setelah saya bacok olehnya.
Note: Aoi = the stalker from the very start.
Setelah nasi selesai dipersiapkan saya bekerja sampai malam tiba. Bersama dengan para sister. Kami memulai mencari ide makanan baru untuk dibuat.
Tujuan adalah memproduksi makanan dari kehidupanku sebelumnya. Sekarang ini, hanya keripik kentang yang bisa dibuat dengan makanan yang lain. Rempah rempah yang ada benar benar berbeda dengan kehidupanku yang sebelumnya. Aku pikir mereka akan sulit untuk membuatnya, tapi setelah berkonsultasi dengan para sister, mereka selesai dengan cukup cepat, jadi saya tidak terlalu khawatir.
Permintaan makanan cukup menarik.
Setelah makan, saya mengunjungi Alchemist-san.
Akhir akhir ini, alchemist-san menugaskan dirinya sendiri untuk membuat barang yang terbuat dari item magic asli dengan menggunakan tulang Skeleton, yang mana hasilnya belum saya lihat.
 Saya berencana memeriksa bagaiman perkembangannya, jadi saya menuju langsung kepadanya dan bertanya tentang itu. Dia tidak mengatakan kepadaku. Itu anti klimaks.
 Meski begitu, dia membuatku terkejut.
Dia menunjukkanku pengurangan tulang dari Black Skeleton dia membuatnya menjadi orang desa hitam. Ada 10 dari mereka, yang diduga dengan kemampuannya “seseorang yang menusuknya dengan ini tidak akan pergi untuk beberapa saat”
“luar biasa, saya sangat senang dengan itu, aku akan mendukung mereka” saya katakan. Tampkanya Alchemist-san mendapatkan kemampuan baru, tapi dia tidak mengatakan sesuatu.
Selai itu. Aku pikir cara berbicaranya dengan muka yang tersenyum adalah hal kotor. Biasanya gadis yang keren akan memperlihatkan hal hal nakal.

Sambil menggoda dengan diam diam, sama seperti yang sebelumnya. Para pengganggu mulai masuk satu persatu.. dan tentu saja saya tidak akan mengatakan apa yang terjadi setelah itu. Eue :v

Tidak ada komentar:

Posting Komentar