Hari ini kami memasang berbagai
jebakan pada rute perjalanan manusia yang bermaksud berinvasi lagi untuk
menyergap mereka.
Tentara manusia berencana untuk
mengambil keuntungan dari banyak jumlah untuk menyerang tentara Elf dari
berbagai arah. Itulah mengapa mereka menunggu dengan rute yang berbeda untuk
mengalahkan mereka satu persatu. Karena satu dari banyak rute sedang di awasi
sekarang ini, tampaknya seperti satu dari unit dari kekuatan utama akan lewat
disini. Sambil berpikir aku akan mendapatkan banyak poin EXP dari pertarungan
ini, saya berjanji pada diriku sendiri untuk membagai lahan perburuan bersama
Asue-chan.
Jalan yang terlihat seperti jejak
permainan tampak rendah dibandingkan yang sekitarnya dan kami membuat medan
dengan sedikit kemiringan.
Kami mempersiapkan perangkap pada
dasar pepohonan, yang tumbuh tebal disetiap sisinya. Kemudian kami menggali
parit untuk bersembunyi didasar pohon tertentu yang sedikit jauh dari jalanan.
Untuk membuat lebih aman, kami memasang perisai yang terbuat dari papan kayu
dan menempatkan rumput rumput disekitar pohon supaya tidak mencolok.
Blacksmith-san bekerja keras membuat Busur yang berulang ulang untuk pasukan
yang menyerang pada jarak jauh, Tirard, yang sedang berada diposisi bawah
pohon.
Kami juga menempatkan Red Surge,
pasukan bersenjata ringan, didalam pohon untuk berjaga jaga. Jadi bahkan jika
mereka melompat dari jebakan dan semakin mendekat dengan melewati dari hujan
panah, itu akan mudah untuk mengulur beberapa saat... atau bunuh saja mereka.
Meski begitu, mereka seharusnya
ditangani oleh para Kobold yang sedang bersembunyi didalam jebakan sebelum itu.
Segera setelah kami hampir
menyelesainya persiapan, pengintai dari skuatku melaporkan bahwa akan
membutuhkan waktu sekitar tiga puluh menit untuk tiba disini dengan kecepatan
berbaris mereka. Jadi semua yang bisa dilakukan adalah bernafas dan menunggu.
Kemudian, mereka tiba di tempat.
Rusty Iron Knight (sekarang saya
hanya menamainya dengan Rusty karena panjang sekali :v) yang memiliki
perlengkapan berarmor penuh dengan warna besi coklat, yang sedang berada diatas
kuda perang. Dia sedang mengamati daerah sekitar sebagai pemimpin yang sedang
memberi perintah pada tentara supaya tidak merusak barisan sambil sedang
memberikan intruksi belakangnya. Tentu, setiap dari mereka rata rata terlihat
kuat. Aku rasa mereka berjumlah sekitar 700-an.
Diantara mereka ada pengguna sihir
[Magician] yang sudah menjadi kebijakan umum dari mereka, terlihat dari
kemampuan mereka menggunakan magic. Ada Summoners, Archana, Sorcerers, dan
banyak lagi, mereka mungkin lebih dari 100-an.
Tambahan didalam kekuatan dari
magicnya, bahkan dengan hanya 700 dari mereka, mereka memiliki potensi
bertarung yang luar biasa, tapi itu tidak menggangguku, itu membuatku seperti
mereka lawan yang lezat.
Mengakordinasi pasukan dari manset,
pertama kami menjatuhkan pohon besar dan memotong jalan kabur mereka. Itu
membuat suara yang nyaring, tapi tidak membunuh siapapun, bagaimanpun, itu
mengalihkan perhatian musuh dan memberikan kesempatan meneriakkan perintahku
selanjutnya.
Dengan jalan kabur tertutup, saatnya
bagi kami untuk menyerang pertama. Kami mendorong beberapa batu besar dari atas
kebawah untuk mengenai musuh. Daerah tersembunyi adalah pijakan musuh,
menyerang di kedua sisi dan menjadi bencana bagi mereka yang tidak menyingkir
pada waktunya. Mereka hancur oleh batu besar atau di injak injak oleh rekan
mereka sendiri yang mencoba melarikan diri.
Ada diantara mereka mengambil senjata
dan lainnya yang menggunakan magic mencoba menghancurkan batu besar. Sayangnya
bagi mereka, saya menaruh mantra pada batu tersebut jadi mereka tidak bisa
menghancurkannya dengan mudah dan mereka kehilangan waktu. Pertahanan mereka
sia sia dan mereka jatuh menjadi mangsa dari para batu besar.
Dari 700 musuh, lebih dari 200-300
hancur sampai mati atau tidak bisa lagi bertarung. Banyak dari mereka sedang
mengalami luka berat. Sulit bagi mereka untuk menyembuhkan diri mereka kembali.
Tentu saja saya tidak memberikan waktu pada musuh untuk istirahat, jadi kami
mulai meluncurkan busur panah yang berulang ulang. Lebih lagi, karena saya
mengolesi racun pada ujung besi panah yang saya buat, bahkan hanya sentuhan sedikit
maka mengakibatkan kematian. Serangan itu langsung merobohkan banyak sejumlah
musuh.
Karena ingin melawan balik, beberapa
dari mereka mencoba menyerbu parit tapi berakhir dengan jaruh dari jebakan yang
tersembunyi. Mereka bertemu denganakhir yang menyedihkan dan mereka akan
dilawan sampai mati oleh kobold yang bersembunyi disana.
Dengan ini tidak cukup membunuh
mereka semua. Kekuatan komando dari Rusty bukanlah sesuatu diremehkan.
Dia mengumpulkan yang selamat dan
menyusun formasi dengan menggunakan tubuh dari rekan mereka yang mati untuk
menjadikan mereka sebagai perisai dari panah yang beracun. Kami mencoba
melumpuhkan mereka dengan batu besar tapi mereka ditembakkan diantara celah
didalam seperti sisik. Karena panah beracun itu ditangkis dengan menggunakan
tubuh orang mati, kami tidak bisa mengurangi jumlah mereka dengan seperti ini.
Kami berada dalam jalan buntu sebentar. Saya
hanya berpikir bagaiman bisa dia melakukannya dengan menggunakan 100 tentara
yang tersisa. dia menarik perhatian, Rusty Iron Knight.
Saya ingin menjadikan dia sebagai pionku. Jadi
saya berhenti menyerang dengan magic, dari sekarang dan mengirimkan prajurit
yang bersenjata berat “Revolution” yang dipimpin langsung oleh Ogakichi-kun,
memulai mereka dari atas pegunungan.
Untuk mencegah penembakan diri kami
sendiri oleh kesalahan, kami berhenti menembakkan panah beracun. Jadi saya
mengamati secara langsung Ogakichi-kun dan bawahannya saat dia mempersiapkan
“Tower Shield”nya dan mereka maju kedepan.
Serangan magic dikirim dari barisan
musuh ke Ogakichi-kun, tapi semua itu langsung ditangkis dengan item magic
‘Tower Shield’ dan langsung menghilang. Musuh kami mengamatinya.
Karena sia sia mengarahkan pada
Ogakichi-kun, mereka mulai menargetkan yang lain. Meski begitu, kebanyakan dari
mereka menggunakan perlindungan dari Tower Shield.
Kedua tentara tentara itu mendekat
satu sama lain, musuh yang putus asa melompat dari pagar sebagai pilihan
terakhir, tapi mereka tidak bisa merusak pertahanan dari unit persenjataan
berat dan mereka malah secara langsung dibantai oleh anggota unit bersenjata
berat.
Meski Rusty mencoba bertarung kembali
melawan Ogakichi-kun, tidak ada pertarungan sungguhan karena kemampuan
Ogakichi-kun meningkat drastis didalam pertarungan melawan Black Skeleton.
Alasan mengapa Ogakichi-kun bersusah payah melawan dia. Dia tidak serius
melawannya karena saya mengatakan kepadanya untuk membawa Rusty hidup hidup.
Setelah tigapuluh menit saat
Ogakichi-kun menikmati pertarungan secara maksimal, Rusty kalah, ditangkap, dan
menjadikannya budak.
Dan jadi daging dibagikan dan dimakan
bersama..*crunch crunch*.
Ability learned: 【Job - Sorcerer】
Ability learned: 【Job - Shielder】
Ability learned: 【Job - Sentinel】
Ability learned: 【Shield Bash】
Ability learned: 【Combat Technique Aptitude】
Ability learned: 【Sword Proficiency】
Ability learned: 【Guard Proficiency】
Ability learned: 【Job - Archer】
Ability learned: 【Job - Hunter】
Ability learned: 【Job - Item Creator】
Ability learned: 【Shield Wall】
Ability learned: 【Greater Tool Appraisal】
Hasil dari militer kami cukup
menonjol.
Setelah kami mengumpulkan alat alat
yang terlihat berguna, kami mengangkut barang rampasan perang, tahanan yang
berguna, dan makanan seperti yang terakhir kali. Kami memberikan obat kepada
gadis yang ditangkap dan menempatkan mereka ke penjara sama dengan laki laki
menjadikan mereka budak untuk bekerja segera.
Setelah itu, saya melaporkannya
kepada Father Elf-san.
Jika mereka tidak menahan diri mereka
sendiri dan meminta setelah gadis ditangkap, saya akan memberikan mereka sebagai
imbalan kepada individu yang telah berjuang dengan baik.
Ketika Father Elf-san bertanya apa
yang akan kulakukan dengan para tahanan, saya memberi tahunya seperti yang
biasa dilakukan. Father Elf-san mengatakan “tidak memaksa mereka dengan
kehendaknya” tapi memberikan mereka obat kepada mereka, apa yang dia
bicarakan?.
Mereka adalah musuh, kami setidaknya
memberikan mereka obat.
Sekarang, saya akan pergi berbicara
dengan Rusty? Saat berpikir tentang melakukan itu, Dhammi-chan dengan muka malu
menarikku dari bawah dengan muka merah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar