Day 70


Hari ini kami memasang berbagai jebakan pada rute perjalanan manusia yang bermaksud berinvasi lagi untuk menyergap mereka.
Tentara manusia berencana untuk mengambil keuntungan dari banyak jumlah untuk menyerang tentara Elf dari berbagai arah. Itulah mengapa mereka menunggu dengan rute yang berbeda untuk mengalahkan mereka satu persatu. Karena satu dari banyak rute sedang di awasi sekarang ini, tampaknya seperti satu dari unit dari kekuatan utama akan lewat disini. Sambil berpikir aku akan mendapatkan banyak poin EXP dari pertarungan ini, saya berjanji pada diriku sendiri untuk membagai lahan perburuan bersama Asue-chan.
Jalan yang terlihat seperti jejak permainan tampak rendah dibandingkan yang sekitarnya dan kami membuat medan dengan sedikit kemiringan.
Kami mempersiapkan perangkap pada dasar pepohonan, yang tumbuh tebal disetiap sisinya. Kemudian kami menggali parit untuk bersembunyi didasar pohon tertentu yang sedikit jauh dari jalanan. Untuk membuat lebih aman, kami memasang perisai yang terbuat dari papan kayu dan menempatkan rumput rumput disekitar pohon supaya tidak mencolok. Blacksmith-san bekerja keras membuat Busur yang berulang ulang untuk pasukan yang menyerang pada jarak jauh, Tirard, yang sedang berada diposisi bawah pohon.
Kami juga menempatkan Red Surge, pasukan bersenjata ringan, didalam pohon untuk berjaga jaga. Jadi bahkan jika mereka melompat dari jebakan dan semakin mendekat dengan melewati dari hujan panah, itu akan mudah untuk mengulur beberapa saat... atau bunuh saja mereka.
Meski begitu, mereka seharusnya ditangani oleh para Kobold yang sedang bersembunyi didalam jebakan sebelum itu.
Segera setelah kami hampir menyelesainya persiapan, pengintai dari skuatku melaporkan bahwa akan membutuhkan waktu sekitar tiga puluh menit untuk tiba disini dengan kecepatan berbaris mereka. Jadi semua yang bisa dilakukan adalah bernafas dan menunggu.
Kemudian, mereka tiba di tempat.
Rusty Iron Knight (sekarang saya hanya menamainya dengan Rusty karena panjang sekali :v) yang memiliki perlengkapan berarmor penuh dengan warna besi coklat, yang sedang berada diatas kuda perang. Dia sedang mengamati daerah sekitar sebagai pemimpin yang sedang memberi perintah pada tentara supaya tidak merusak barisan sambil sedang memberikan intruksi belakangnya. Tentu, setiap dari mereka rata rata terlihat kuat. Aku rasa mereka berjumlah sekitar 700-an.
Diantara mereka ada pengguna sihir [Magician] yang sudah menjadi kebijakan umum dari mereka, terlihat dari kemampuan mereka menggunakan magic. Ada Summoners, Archana, Sorcerers, dan banyak lagi, mereka mungkin lebih dari 100-an.
Tambahan didalam kekuatan dari magicnya, bahkan dengan hanya 700 dari mereka, mereka memiliki potensi bertarung yang luar biasa, tapi itu tidak menggangguku, itu membuatku seperti mereka lawan yang lezat.
Mengakordinasi pasukan dari manset, pertama kami menjatuhkan pohon besar dan memotong jalan kabur mereka. Itu membuat suara yang nyaring, tapi tidak membunuh siapapun, bagaimanpun, itu mengalihkan perhatian musuh dan memberikan kesempatan meneriakkan perintahku selanjutnya.
Dengan jalan kabur tertutup, saatnya bagi kami untuk menyerang pertama. Kami mendorong beberapa batu besar dari atas kebawah untuk mengenai musuh. Daerah tersembunyi adalah pijakan musuh, menyerang di kedua sisi dan menjadi bencana bagi mereka yang tidak menyingkir pada waktunya. Mereka hancur oleh batu besar atau di injak injak oleh rekan mereka sendiri yang mencoba melarikan diri.
Ada diantara mereka mengambil senjata dan lainnya yang menggunakan magic mencoba menghancurkan batu besar. Sayangnya bagi mereka, saya menaruh mantra pada batu tersebut jadi mereka tidak bisa menghancurkannya dengan mudah dan mereka kehilangan waktu. Pertahanan mereka sia sia dan mereka jatuh menjadi mangsa dari para batu besar.
Dari 700 musuh, lebih dari 200-300 hancur sampai mati atau tidak bisa lagi bertarung. Banyak dari mereka sedang mengalami luka berat. Sulit bagi mereka untuk menyembuhkan diri mereka kembali. Tentu saja saya tidak memberikan waktu pada musuh untuk istirahat, jadi kami mulai meluncurkan busur panah yang berulang ulang. Lebih lagi, karena saya mengolesi racun pada ujung besi panah yang saya buat, bahkan hanya sentuhan sedikit maka mengakibatkan kematian. Serangan itu langsung merobohkan banyak sejumlah musuh.
Karena ingin melawan balik, beberapa dari mereka mencoba menyerbu parit tapi berakhir dengan jaruh dari jebakan yang tersembunyi. Mereka bertemu denganakhir yang menyedihkan dan mereka akan dilawan sampai mati oleh kobold yang bersembunyi disana.
Dengan ini tidak cukup membunuh mereka semua. Kekuatan komando dari Rusty bukanlah sesuatu diremehkan.
Dia mengumpulkan yang selamat dan menyusun formasi dengan menggunakan tubuh dari rekan mereka yang mati untuk menjadikan mereka sebagai perisai dari panah yang beracun. Kami mencoba melumpuhkan mereka dengan batu besar tapi mereka ditembakkan diantara celah didalam seperti sisik. Karena panah beracun itu ditangkis dengan menggunakan tubuh orang mati, kami tidak bisa mengurangi jumlah mereka dengan seperti ini.
 Kami berada dalam jalan buntu sebentar. Saya hanya berpikir bagaiman bisa dia melakukannya dengan menggunakan 100 tentara yang tersisa. dia menarik perhatian, Rusty Iron Knight.
 Saya ingin menjadikan dia sebagai pionku. Jadi saya berhenti menyerang dengan magic, dari sekarang dan mengirimkan prajurit yang bersenjata berat “Revolution” yang dipimpin langsung oleh Ogakichi-kun, memulai mereka dari atas pegunungan.
Untuk mencegah penembakan diri kami sendiri oleh kesalahan, kami berhenti menembakkan panah beracun. Jadi saya mengamati secara langsung Ogakichi-kun dan bawahannya saat dia mempersiapkan “Tower Shield”nya dan mereka maju kedepan.
Serangan magic dikirim dari barisan musuh ke Ogakichi-kun, tapi semua itu langsung ditangkis dengan item magic ‘Tower Shield’ dan langsung menghilang. Musuh kami mengamatinya.
Karena sia sia mengarahkan pada Ogakichi-kun, mereka mulai menargetkan yang lain. Meski begitu, kebanyakan dari mereka menggunakan perlindungan dari Tower Shield.
Kedua tentara tentara itu mendekat satu sama lain, musuh yang putus asa melompat dari pagar sebagai pilihan terakhir, tapi mereka tidak bisa merusak pertahanan dari unit persenjataan berat dan mereka malah secara langsung dibantai oleh anggota unit bersenjata berat.
Meski Rusty mencoba bertarung kembali melawan Ogakichi-kun, tidak ada pertarungan sungguhan karena kemampuan Ogakichi-kun meningkat drastis didalam pertarungan melawan Black Skeleton. Alasan mengapa Ogakichi-kun bersusah payah melawan dia. Dia tidak serius melawannya karena saya mengatakan kepadanya untuk membawa Rusty hidup hidup.
Setelah tigapuluh menit saat Ogakichi-kun menikmati pertarungan secara maksimal, Rusty kalah, ditangkap, dan menjadikannya budak.
Dan jadi daging dibagikan dan dimakan bersama..*crunch crunch*.
Ability learned: 【Job - Sorcerer】
Ability learned: 【Job - Shielder】
Ability learned: 【Job - Sentinel】
Ability learned: 【Shield Bash】
Ability learned: 【Combat Technique Aptitude】
Ability learned: 【Sword Proficiency】
Ability learned: 【Guard Proficiency】
Ability learned: 【Job - Archer】
Ability learned: 【Job - Hunter】
Ability learned: 【Job - Item Creator】
Ability learned: 【Shield Wall】
Ability learned: 【Greater Tool Appraisal】
Hasil dari militer kami cukup menonjol.
Setelah kami mengumpulkan alat alat yang terlihat berguna, kami mengangkut barang rampasan perang, tahanan yang berguna, dan makanan seperti yang terakhir kali. Kami memberikan obat kepada gadis yang ditangkap dan menempatkan mereka ke penjara sama dengan laki laki menjadikan mereka budak untuk bekerja segera.
Setelah itu, saya melaporkannya kepada Father Elf-san.
Jika mereka tidak menahan diri mereka sendiri dan meminta setelah gadis ditangkap, saya akan memberikan mereka sebagai imbalan kepada individu yang telah berjuang dengan baik.
Ketika Father Elf-san bertanya apa yang akan kulakukan dengan para tahanan, saya memberi tahunya seperti yang biasa dilakukan. Father Elf-san mengatakan “tidak memaksa mereka dengan kehendaknya” tapi memberikan mereka obat kepada mereka, apa yang dia bicarakan?.
Mereka adalah musuh, kami setidaknya memberikan mereka obat.
Sekarang, saya akan pergi berbicara dengan Rusty? Saat berpikir tentang melakukan itu, Dhammi-chan dengan muka malu menarikku dari bawah dengan muka merah.

Huh? Dia ingin seorang..... anak? Saya langsung gembira mendengarkannya. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar