Day 70 Sidestory Kobold POV


Sesuai instruksi dari Lord kami, saya dan beberapa rekan yang lain (Kobold lain) memasuki lubang jebakan untuk bersembunyi didalam.
Tombak pendek ditanganku yang satu dan ditangan satunya sebuah belati yang telah di olesi racun di ujungnya, yang dibuat oleh Lord kami. Peran kami, menunggu didepan dari pasukan utama, pada kekuatan musuh dan menjebak mereka setelah hujan panah beracun berhenti dan ketika mereka jatuh kedalam jebakan saya langsung membacoknya langsung.
Meski ini menjadi tugas yang penting, ini tugas tidak terlalu aman.
diatas tanah (pasukan utama) mereka menggunakan senjata dari Lord yang bernama Repeating Crossbow, yang bisa membunuh unit musuh dan dengan sedikit kekhawatiran musuh akan menyerang balik dan mereka akan ditembak mati.
Bahkan jika musuh tidak terjatuh dari atas, kami masih terluka dari bawah. Dan mngatakan itu, masih ada kemungkinan diakhirnya itu tidak akan bekerja.
Sebagai tambahan saya.. tidak, semua Kobold yang berada didalam jebakan sedang menggretakkan giginya. Sebagai ditugaskan di tempat yang tidak aman yang yang diberikan kepada kami, menunjukkan kepercayaan kami kepada Lord kami.
Meski begitu, kami sudah membuat sumpah setia kepada Lord.
Tapi kami terus melanjutkan tugas kami, kesetiaan kami sangat dalam dan saya membuat lebih banyak usaha untuk mendapatkan kepercayaan kepada Lord.
Menyimpannya didalam hati, saya menahan napas dan menunggu musuh. Tidak lama, musuh datang berdasarkan jadwal.
Strategi Lord : memotong jalan kabur, menggulingkan batu dan menembakkan panah beracun, membuat bingung musuh dan mengurangi jumlah mereka, saya mulai mendengar jeritan mereka.
Jumlah orang yang jatuh didalam perangkap bertambah seiring waktu dan saya mendengar terikan dari kegirangan dari rekan rekanku (Kobold yang lain).
Saya berbaring bersembunyi didalam jebakan menunggu musuh jatuh didalamnya, dan waktunya tiba.
Mereka jatuh dalam jebakan, membuat mereka terkejut dan kaki mereka terluka karena jatuh , mereka tidak bisa bereaksi.
Suara patah terdengar dari tulang yang patah dan musuh terlalu bingung karena kesakitan dan perubahan suasana.
Saya menusuk mereka dengan ujung tombak pendekku dari belakang, meski tebal, armor dengan sekujur tubuhnya tidak bisa menembusnya dan  ujung tombak itu tidak patah. Saya mendengar suara tidak menyenangkan, suara percikan api.
Tembakan pertama gagal.
Meski saya merasa kesal, mereka mempunyai armor dari sekujur tubuhnya, tapi musuh bergerak lambat karena kaki mereka terluka dan tidak ada serangan balasan karena mereka terlihat sangat bingun.
Aku langsung mengambil kesempatan menyerang punggung mereka dan saya entah bagaimana bisa menusuknya diantara celah armornya dengan belati beracun.
Daging terpotong dan robek, darah yang keluar. Bau dari darah yang kental.
Dan reaksi menuai kehidupan seseorang, sangat menyenangkan dengan berbagai banyak pengalaman yang bisa didapatkan. Dengan membunuh seseorang yang memiliki kemampuan tinggi, banyak pengalaman yang didapatkan. Meresa bergembira, saya kembali lagi kelubang.
 Karena, ini perintah dari Lord kami. Alasan, saya langsung mengerti dengan cepat. Karena ini bukanlah perintah yang sulit. Sederhananya, karena musuh hanya jatuh dari atas.
Karena mereka mempunyai peralatan yang armor sekujur tubuhnya dan jika saya tinggal di tengah lubang, aku mungkin dihancurkan sampai mati sebelum menyadarinya. Tentu saja, itu sesuatu yang telah diduga oleh Lord kami. Sambil berpikir tentang itu, saya memotong musuh tiga kali dan merobeknya.

Dan kemenangan pertarungan ini, banyak tahanan perang di dapat. Sebagai imbalan dari Lord. Saya diberikan mayat musuh yang saya bunuh. Saya gemetaran merasa senang karena perkataan yang diberikan oleh Lord kami dan meneteskan air mata, saya memasukkan kedalam mulutku dengan daging.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar