Day 78


Hind Bear Kumajiro dan pemimpin Black Wolf Kurosaburo, naik tingkat.
Kumajiro tumbuh lebih besar dibandingkan dengan beruang merah, dengan bulu abu abu menjadi lebih gelap dan tanduk tajamnya yang panjangnya 20cm yang sangat keras dari dahinya, bukan lagi Hind Bear tapi lebih kepada Demon Bear (Oniguma)
Kurosaburo menjadi besar seperti kuda perang, dia bisa memberiku tumpangan sekarang. Api yang ikut dengan petir muncul dari mulutnya dari setiap napasnya dan dia mempunyai dua kepala dengan dua pikiran pula, jadi dia bukan lagi Black Wolf, tapi Double Headed Wolf (Orthos).
Untuk mengetahui dari peningkatan spek dari mereka berdua, Ogakichi-kun dan saya. Kami berenam dengan Familiar kami, jumlahnya hanya 13 petarung, yang menyerang tentara manusia.
Alasan kami pergi dengan beberapa orang hanya untuk mementingkan kenaikan level.
Akhir akhir ini, tujuan utama kami adalah meningkatkan level kami. Sangat sulit, karena kami membutuhkan lebih banyak EXP dan kami hanya menerima sedikit EXP jika banyak sekutu disekitar.
Tidak ada masalah jika meningkatkan kekuatan keseluruhan semua orang, tapi pada akhirnya, seseorang hanya bisa bergantung dengan sendirinya, selama saya masih lemah makan saya tidak bisa melindungi.
Itulah mengapa saya ingin menghajar sesuatu disini dan naik level.
Saya meninggalkan markas dengan kelima mantan budak goblin, yang sepertinya mereka akan naik tingkat segera dan Hobuji-kun yang akhir akhir meningkatkan kemampuan Clericnya, selain itu saya juga memutuskan untuk mempercayai Rusty, yang sedang menjadi pelatih si rambut merah dan Female Knight yang mengatakan “saya berjanji pedangku selalu setia padamu dan bukan pada Kingdom, saya ingin berada disampingmu” beberapa kata kata lainnya.
Untuk jaga jaga, saya juga menaruh ketiga klonku dibelakang, jadi sia sia kalau khawatir. Well, semua itu, sasaran dari tentara manusia hanyalah Elf.
Aku tidak berpikir mereka akan merubah jalan mereka untuk menyerang markas ras lain yang berada di tempat lain.
Sekitar jam 11, saya mengendarai Kumajiro dan lainnya mengendarai Hind Bear lainnya kemudian maju kedalam hutan.
Pengguna sihir dari sasaran kami sangatlah rendah tapi unit yang ditempatkan disana kebanyakan terdiri dari mereka yang memiliki kemampuan yang kuat dalam pertarungan jarak dekat seperti [Heavy Warriors] dan [Knight].
Unit itu hanya terdiri dari kurang 600 orang. Tidak ada satupin demi-human, sepenuhnya hanya manusia. Semua tentara yang terlihat tampaknya tentara terkenal didalam pertempuran. Karena unit lain ditempatkan di dekat sana juga, saya hanya bertujuan untuk mengurangi jumlah mereka sebisa mungkin dan melarikan diri.
Kami tiba di tempat setelah berjalan sekitar satu jam.
Sayang sekali kami tidak bisa menggunakan Undead untuk menjadi penyerang kami pada siang hari, tapi sejauh yang bisa saya katakan dari apa yang saya lihat diposisi atas bukit. Hanya ada satu musuh yang harus di perhatikan. Dengan peralatan tombak besi pendek dengan duri kecil merah tua yang menonjol, seorang ksatria tua yang berambut putih dengan mengenakan chain mail yang mengeluarkan warna putih.
Sebagai ksatria tua yang dilengkapi dengan armor yang tidak biasa, saya bisa mengetahuinya dari “daftar musuh yang hebat dari Kingdom dan Empire” dari informasi yang kudapatkan dari Rusty, Female Knight dan lainnya.
Menjadi bawahan Empire, dia diketahui bernama Aizen Ritter, yang terkenal sebagai petualang di tahun tahun awalnya. Tombak besi pendeknya adalah item magic kelas [Ancient] yang dia peroleh sendiri dari Empire [Gods Era Dungeon], tampaknya terlihat seperti tombak yang berkekuatan berulang ulang kali yang menimbulkan “kutukan” yang kuat pada sasarannya dengan hanya sedikit sentuhan dari mata tombaknya, jika saya ingat dengan benar prasasti tersebut dibaca [Barbs of Cursed Time].
White Scale Mail (baju berzirah berwarna putih) yang dia miliki tampaknya item magic yang terbuat dari bahan bahan yang dia dapatkan dari membunuh naga putih yang dilindungi oleh [Barb of Cursed Time].
Saya sangat menginginkan merasakan rasa dari tombak dan armornya dan tentu saja pemiliknya.
Jadi, saya memutuskan untuk harus membunuh musuh paling pertama yang merepotkan adalah Aizen. Dengan melancarkan serangan mendadak dan menyingkirkan serangan terbaik musuh, kesempatan menang kami akan meningkat dan tentu saja lebih aman.
Saya mengambil tombak Vermillion, yang pernah saya pakai dalam pertarungan besar sebelumnya, saya mengambil dari item boxku dan memegangnya di Silver Arm kum yang berubah menjadi Ballista (senjata misil kuno yang mampu melontarkan proyektil yang besar sampai jarak yang jauh).
Saya meningkatkan tingkat sukses pembunuhan dengan menggunakan [Job Assassin] dan karena saya menyerang dengan Ballista, kemampuan dari [Job Archer] dan [Job Hunter] aktif. Ditambahlagi karena saya menggunakan serangan jarak jauh yang efektif dengan [Throw] dan [Needleshot] akan meingkatkan akurasi dan kekuatannya. Saya kemudian menargetkan tubuh Aizen dan menembakkan tombak Vermillion.
Aizen yang sedang berdiri di jantung kamp musuh. Dengan hanya mengukur dengan mataku, jarak antara kami sekitar 200 meter tapi tombak Vermillion terbang menuju kearahnya seperti komet merah dan menusuh tubuhnya, meski dilindungi dengan White Dragon Scale Mail. Dengan menyembunyikan hawa keberadaan kami sebisa mungkin, tampaknya bahkan lebih hebat.
Aizen yang tidak bisa melindungi dirinya dengan melawan serangan yang berkekuatan yang terbag kearahnya dari luar jangkauannya penglihatannya.
Ekspresi terakhirnya terlihat cukup mengesankan, sepertinya dia tidak bisa memahami apa yang sebenarnya yang terjadi.
Ini adalah awal dari legenda serangan mendadak. Siapa yang peduli tentang bertarung adil dan jujur.
Semua itu, didalam alam dimana yang bertahan yang mempunyai hukum, mereka yang tetap menjadi pemenang. Pikiranku ngelantur dari situasi.
Setelah berpikir tentang semua itu, saya kembali mengamati situasi musuh.
Karena tombak Verrmillion menusuh Aizen tidak melambat, dia masih berbaring di tanah, terdapat lubang yang sesuai dengan ukurannya. Tubuh Aizen sekarang berada dalam lubang yang setinggi dadanya dan disekitanya saya melihat beberapa tentara, hanya berdiri disana, tidak bisa memahami apa yang baru saja terjadi.
Meski mereka mengetahui bahwa Aizen telah mati, sepertinya tidak ada seorang pun yang membayangkan kematian akan datang padanya. Mungkin itulah mengapa mereka terlihat seperti masih berhalusinasi.
Mungkin mereka merasakan itu semua hanya sebuah mimpi. Tapi saya tidak khawatir tentang itu, saya hanya menunggu beberapa orang berkumpul disekitar jadi saya bisa menggunakan kekuatan dari tombak Vermillion.
Saat saya mengaktifkannya, tanpa peringatan apapun, tombak Vermillion mendarat.
Dalam sekejap, tombak Vermillion yang tidak terhitung jumlahnya muncul dari titik buta menuju ke kaki mereka, membunuh lebih dari ratusan tentara dan mendapatkan luka serius dari jarak 100 meter dari jangkauan tombak.
Mungkin akan bagus jika bisa membunuh semua musuh dalam sekaligus, tapi saya tidak ingin mengurangi jumlah Exp yang bisa didapatkan semua orang.
Tertawa karena akibat serangan mendadak itu, kami menyerang musuh.
kami mengambil keuntungan dari kebingunan yang disebabkan oleh serangan mendadak untuk menyerang semua kamp musuh. Dalam situasi mereka, sangat sulit pasti bagi mereka berkomunikasi. Yang artinya, serangan mendadak kami berhasil.
Sangat mudah sekali menyerang jika musuh sedang merasa kebingunan.
Kecepatan dari Demon Bear, Othors, Hind Bear dan Triple Horned Horse tidak bisa dibandingkan dengan kuda perang manusia. Dalam sekejap mata, kami sudah sampai di posisi musuh, menyebar dan mengayunkan senjata kami pada tentara yang sedang kebingunan disekitar.
Setelah musuh terbang seperti boneka dari tekel Familiar Ogakichi-kun, dia mengayunkan kapak api yang diberi api pada kelompok [Heavy Warriors].
Mungkin karena kebiasaan yang sudah mendarah daging, meski sedang merasa kebingunan, mereka masih bisa secara cepat menyiapkan formasi bertahan berlapisnya dan melindungi dari perlawanan kapak itu. Meski, tidak bisa melindungi dari api yang diberikan kepada mereka, mereka dibakar oleh kepanasan yang luar biasa. Perisai mereka menjadi lebur dari serangan berat yang luar biasa itu.
Singkat cerita, mereka yang bertahan [Heavy Warriors] dibakar dan dilemparkan dengan suara meledak seperti mendengar suara kecelakaan mobil atau ketika mencoba membengkokkan besi.
Bahkan dengan pertahanan seperti mereka, tidak tahan dengan melawan serangan yang kuat seperti itu.
Seperti biasanya, dia mempunyai kekuatan yang destruktif yang kuat. Ogakichi-kun [Divine Protection] juga meningkat dari jumlah panas yang dia bisa gunakan dan nyala api yang berkobar disekitar menyebabkan kerusakan yang lebih parah dibandingkan sebelumnya, membuat tumpukan tubuh yang hangus terbakar.
Dia adalah seorang Ogre yang memiliki perisai seperti menara yang sulit sekali ditembus dan menghancurkan perisai lawan sambil menyemburkan api disekitar mereka.
Tak diragukan lagi, dimata musuh, dia benar benar sebuah objek dari ketakutan.
Selain itu, Dhammi-chan juga menggunakan [Eye of Bewitchment] mengendalikan musuh. Mereka yang tidak menahannya mereka akan saling membunuh satu sama lain.
Dia bermaksud membuat banyak korban tanpa membuat tangannya kotor.
Tentu saja tidak mungkin bisa mencuci otak semua orang. Dia harus berurusan dengan beberapa musuh yang menggunakan magic item, bela diri atau sesuatu yang lain yang bisa menahannya [Eye of Bewitchment] secara langsung
Bagi mereka, dia menusuk tergetnya dengan menggunakan kekuatan es dengan jaminan dari [Divine Protection]nya, atau memotong bagian tubuh mereka dengan Claymore yang dia dapatkan dariku sebagai hadiah.
Sepertinya dia sangat menikmati darah dari musuh yang terbunuh mengalir seperti seperti mandi, dengan kombinasi cantik dan misteri yang mempesona, itu membuatku sadar betapa menakutnya dia.
Sambil berteriak di perang, Asue-chan War-Pick mengenai tanah.
Tanah langsung terbelah dan menelan musuh yang gagal kabur, satu persatu. Dinding Tanah yang bangkit juga menelan sisa sisa musuh pada rute pelarian mereka.
Karena kebanyak dari serangan dia meninggalkan pembukaan yang penting bagi musuh kami, mereka mengkoordianasikan waktu mereka dan mulai menyerang tapi pedang baja mereka tidak cukuk menyebabkan goresan pada Asue-chan, yang Half Earth Lord dengan kekuatan bertahan yang tidak biasa.
Serangan yang biasa tidak cukup berguna melawan dia.
 Setelah melihat itu, ada beberapa musuh yang mencoba menggunakan bela diri. Meski begitu, hanya sedikit perbedaan sebelum seni bela diri itu diaktifkan menjadi sebuah sasaran. Tidak seperti pergerakan yang besar dia gunakan sekarang, dia membelah tubuh mereka dengan serangan cepat, seperti menghancurkan batu dengan tangan, tendangan dan tekel.
Asue-chan yang sedang cerita, tertawa yang bisa didengar diudara.
Aliran lumpur yang dibuat oleh Supesei-san dengan menggunakan magic menyapu bersih tentara yang sedikit lebih jauh.
Karena serangan itu terlihat seperti membuang manusia pada mesin cuci yang terisi dengan armor besi, tombak dan pedang. Takdir dari tentara ini sangat menyedihkan sekali.
Banyak mayat yang termasuk didalamnya dan muka kami menunjukkan senyum yang masam.
Sekitar 30 pedang yang penuh darah yang dibuat oleh Burasato-san merobek musuh dengan menyikatnya. Pedang tersebut bahkan tumbuh lebih besar dengan menyerap darah.
Perputaran pedang pada kecepatan tinggi dan memotong musuh dengan jarak sampai potongan potongan kecil. Untuk membuatnya lebih buruk lagi, kulit merah Burasato-san ternyata lebih gelap dibandingkan dengan darah yang dimilikinya. Dia seperti terlihat Death God.
Pembantaian massal disatu pihak adalah hasil dari latihan yang terus berlanjut tiap hari yang memberikan monster dengan spek yang lebih tinggi dibandingkan dengan manusia yang biasa.
Sambil saya berpikir tentang itu, saya membelah sejumlah musuh menggunakan Halberd yang ditanamkan didalamnya oleh Blacksmith-san dengan batu elemental sebelumnya
Sekitar 20 menit setelah serangan dimulai, pertempuran sudah berakhir.
Tembakan pertama dari tombak Vermillion memungkinkan kami mengelilingi area disekitar dengan mudah, dan saya menggunakan [Concela] pada semua orang jadi bahkan jika ada yang bertahan tidak ada satupun dari mereka melihat tampilan asli dari kami. Karena kami sudah menyelesaikan tujuan kami. Well, kau tahu sudah lanjutannya.
Saya mengambil apa yang berguna, mengambil tombak Vermillion dari tanah, kemudian memakan daging yang dipenuhi darah pada musuh yang sudah mati.
Karena mereka sangat banyak, saya meraup mereka bersama dengan menggunakan benang dan menggunakan [Improved Digestion], [Vampiric Exploitation] dan [Metamorphosis] untuk melahap mereka sekaligus.
Ability learned: 【Slicing Wind】
Ability learned: 【Storm Wind】
Ability learned: 【Inhibit Regeneration】
Ability learned: 【Recognition Obstruction】
Ability learned: 【Uppercut】
Ability learned: 【Heavy Slash】
Ability learned: 【Soldier's Lineage】
Ability learned: 【Knight's Lineage】
Ability learned: 【Job - Dual Swordsman】
Ability learned: 【Job - Master Axeman】
Ability learned: 【Job - Master Spearman】
Ability learned: 【 Survival Instinct 】
Ability learned: 【Familicide】
Ability learned: 【Enhanced Physical Strength】
Ability learned: 【Hawk Eye】
Ability learned: 【Job - Berserker】
Ability learned: 【Chickenhearted】
Ability learned: 【Job - Grappler】
Ability learned: 【Full Knowledge of Martial Arts】
 Ability learned: 【Flying Slash】
Ability learned: 【Crescent Flash】
Ability learned: 【100 Blossoms 1000 Spears】
Ability learned: 【Rush】
Ability learned: 【Heavy Axe Attack】
Ability learned: 【Trap Creation】
Kemudian saya melanjutkan makanan utama pada hari ini. Aizen.
Itu akan lebih baik jika menyisahkan Armor dan tombaknya tapi saat ini saya memakannya juga.
Ability learned: 【Grand Cross】
Ability learned: 【Job - Master Swordsman】
Ability learned: 【Job - Dragon Slayer】
Ability learned: 【Dragon Scale Formation】
Ability learned: 【Cursed Wound】

Pemburuan kami berjalan sesuai yang diharapkan, kami kembali ke rumah dengan eksrpesi yang senang dimuka kami.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar