Kami melewati perjalanan ini melalui jalur gunung, meskipun
jalannya terkadang terlalu sempit atau jalanan tersebut dipenuhi oleh rumput.
Semuanya, ada tiga jalur berbeda yang sudah dibangun selama ini. Yang jalur
satunya, saya memutuskan bahwa kami akan melewati pinggir sungai. Sepertinya
jalur ini banyak di tempuh bagi orang dan merupakan jalur paling aman. Makhluk
yang terkuat di kawasan ini adalah Hind Bear. Seharusnya, ada juga kelas boss
Hind Bear yang mirip seperti Lor of Forest yang pernah saya kalahkan
sebelumnya.
Dan juga, kekuatan dari bos monster yang mendiami tebing ini
rupanya lebih kuat dari pada Lord of Forest. Selain Hind Bear ada juga spesies
burung yang hidup di pegunungan. Sepertinya seekor burung elang besar dengan
bulu coklat dan empat sayap yang bernama “Falaise Eagle”. Rata rata ukuran dari
seekor Falaise Eagle sekitar dua meter dan rentang dari sayapnya mungkin
sekitar dua kali dari ukuran tubuhnya. Ukuran tersebut tentu sudah cukup
mengintimidasi lawan yang dibawahnya. Sepertinya dia bisa mengeluarkan racun
dari cakarnya.
Katakan apapun yang kau mau, tapi itu adalah monster yang
menjijikkan yang dilawan ketika kau melewati perjalanan melalui tebing. Saya
diberitahu bahwa tidak banyak dari burung tersebut ada di pegunungan, jadi
setidaknya itu adalah keberuntungan. Oh ada juga kelas bos subspecies dari
Falaise Eagle yang memimpin mereka bernama Jade Eagle. Dia bisa menghasilkan
tornado kecil dari mulutnya, yang mana bisa membuat pasukan musuh lemah yang
berada ditebing sampai bisa menyebabkan kematian. Tornado itu bisa merubah
bentuk menjadi semburan pisau yang bisa menusuk musuh. Untungnya, salah satu
manusia yang ikut denganku mempunyai pengetahuan luas tentang area ini.
Dia memberitahuku bahwa dia dulu tinggal disini dan dia
mendengar cerita dari masing masing makhluk yang ada dipegunungan ini. Beruang
merah memang sangat kuat tapi dia bergerak secara sendirian. Karena kami ini
berkelompok, bahkan jika hewan tersebut menyerang, beruang itu mudah untuk
dikalahkan. Meski sekarang, paling terbaik jika kami bergerak secara
berkelompok.
Dengan kelompok kami saling berdekatan satu sama lain, kami
cukup aman ketika seekor Falaise Eagle muncul. Mereka terbang sangat cepa dan
kami sangat sulit menyentuhnya dengan menggunakan serangan yang banyak. mereka
akan selalu menyerang pada titik buta untuk memulai serangan tersebut. Berada
di tebing, mereka sangat sulit untuk ditangani, berkat ada senjata dan
kemampuanku, saya memiliki jangkauan yang cukup untuk bisa melawan mereka.
Dengan ditambah kemampuan [Sense Presence], menyerang pada titik butaku akan
membuat mereka mati bagi burung itu dan selanjutnya, saya berjalan sendiri
untuk menarik perhatian sebagian besar mereka.
Itu benar benar mengejutkan bagaimana mudahnya menyerang
mereka ketika saya mengerti naluri perburuan mereka bekerja. Kami mulai
mengambil melepaskan bahan bahan yang bisa diambil dari elang yang saya
tangkap. Seluruhnya, kami menangkap 80-an elang. Ketika sudah merasa aman, kami
menggorengnya dan memakan mereka. Mereka cukup besar, jadi makanan tersebut
sangat memuaskan.
Rasa dari dagingnya cukup enak. Saya ingin memakannya lagi,
tapi mereka tidak muncul lagi
dipegunungan. Saya seharusnya menghindari pembunuhan terlalu banyak bagi hewan
itu atau saya mengambil resiko karena mengurangi jumlah populasi mereka yang
ada di pegunungan.
Ability learned: [Panic Voice]
Ability learned: [Wing Growth]
Ability learned: [High-Speed Flight]
Ability learned: [Wind Reading]
Ability learned: [Paralysis Claw]
Ability learned: [Paralysis Resistance]
Sekitar pukul dua siang, kami sampai di titik jalan dimana
jalur itu terbuka lebar. Ini membuatku merasa lebih aman sekarang karena resiko
bisa terjatuh dari tebing atau pegunungan bisa ambruk tiba tiba. Satu satunya
kekhawatiran pada daerah ini adalah ada setumpuk tulang dari berbagai hewan.
Ada kemungkinan bahwa ada sarang monster kuat yang ada disekitar sini. Akhirnya
kami mendapatkan tanda tanda untuk bertarung, potongan tulang manusia, armor
dan persenjataan bertaburan di sekitar area. Ini pasti sisa sisa dari beberapa
manusia yang datang untuk menaklukkan makhluk buas ada dijalur ini.
Seperti yang saya pikirkan, saya mendengar dengungan dan
suara dari sayap, saya memprediksi akan terjadi sesuatu yang berbahaya.
Seketika, kulitku terkena hembusan angin yang sangat keras, saya merasa seperti
di tusuk ratusan pisau kecil didagingku sekaligus. Di atas langit, saya melihat
lima Falaise Eagle. Selain itu, ada seekor subspecies besar Jade Eagle yang ada
di antara mereka. Grup kami meresa kehadiran yang sangat kuat.
Perasaan ini lebih kuat dibandingkan perasaan saat saya
menghadapi Lord of the Forest. Ketika mata kami saling tatap, ada perasaan
tidak nyaman disekitar leherku. Niat mereka sudah pasti, mereka datang kesini
untuk membunuh kami.
Bulu bulu dari subspecies Jade Eagle mengkilau seperti pisau
yang terkena matahari, sepertinya itu bisa membelah apapun. Paruh dan cakarnya
terlihat sangat kuat seperti berlian. Bergerak lebih cepat dibandingkan dengan
Falaise Eagle yang lain, menyerang disegala arah bukan hanya dia arah belakang,
membuat musuh jauh lebih sulit untuk bertarung daripada mempekirakan Falaise
Eagle yang biasa.
Saya bisa melihat mereka mempunyai kecerdasan yang terlihat
dari kedua matanya yang berwarna kuning itu yang sedang menatapku. Sebuah pembunuh
sang penguasa pegunungan yang memiliki kualitas keanggunan yang tinggi yang
didapatkan dari berbagai pertempuruan untuk bertahan hidup. Dari yang pertama
dilihat, faktanya bahwa warnanya berbeda dari yang lainnya, yang artinya dia
sudah mendapatkan [Divine Protection] dengan kemampuan sistem spesial
sendirinya, sama seperti Lord of the Forest. Bagiku, saya ingin menangkap
makhluk tersebut dan memakannya.
Meninggalkan kelompok supaya bisa bertahan, saya menumbuhkan
sayap seperti serangga menggunakan kemampuan [Elytron Generation], membuat
pergerakan langsung dengan cepat menyerangnya pada musuh yang sedang menatapku
dari langit. Tombakku ditanganku dan mengarahkannya ke pusat jantung musuh.
Satu jam berlalu, saya melanjutkan pertarungan melawan
musuhku di langit. Musuhku sangat kuat dan memiliki banyak keuntungan karena
berada di langit. Dia bergerak secepat kilat. Jika bukan karena kemampuan
terakhirku, [High Speed Flight], mungkin saya tidak bisa bertahan di
pertempuran ini. Selama pertarungan, saya akhirnya mengerti seberapa banyak
pertempuran yang dialami oleh makhluk buas ini sampai sampai bisa menjadi
seperti yang sekarang ini. dia butuh beberapa serangan, termasuk membuat
serangkaian tornado kecil untuk merusak
keseimbanganku. Dengan pengalaman sedikit menggunakan sayap, untuk menyesuaikan
bertarung di udara dengan melawan musuh tampaknya cukup sulit. Saya bahkan
tidak bisa menghitung berapa kali dia mengenaiku dengan paruhnya atau berapa
kali dia menggunakan kuku besarnya itu yang dilapisi racun yang diarahkan di
organ tubuhku.
Pada saat ini, sekujur tubuhku dipenuhi dengan darah dan
banyak cairan tubuh telah terkuras dan menghilang. Bahkan bulu elang tersebut yang
tajam seperti pisau, bahkan saya bisa berhasil menghindarinya akan tidak
memerlukannya saya kabur tanpa ada kerusakan sama sekali. Tidak ada aturan di
pertarungan ini. Meski egitu, ketika saya tidak bisa menghindari serangannya,
saya menggunakan lengan besiku sebagai perisai jika dia menggunakan cakarnya.
Jika lengan tersebut tidak ada, saya bisa menerima serangannya lebih dari seratus
dibandingkan serangan yang saya kirim padanya. Rupanya, ada efek dari air
liurnya yang menghambat kecepatan penyembuhan. Ketika saya digigit, saya harus
menekan pendarahanku dengan pengencangkan otot otot disekitar yang terluka
sampai saya bisa menyingkirkan racun tersebut. Pengawal subspesies iu mudah
disingkirkan ketika menit kesepuluh pertarungan, meski saya harus membayar
mahal untuk memberi perhatian khusus sampai sorenya.
Untungnya, dengan kemampuan[Severe Pain Telorance] dan
[Desensitizing] bahkan luka yang paling menyakitkan tidak terasa sakit. Meski
begitu, kenyataanya luka lukan ini tetap ada dan masih butuh untuk diingat dan
diatasi nanti. Semua kemampuan seni bela diriku yang saya kuasai hampir tidak
berguna di udara dan semua kemampuan magicku sangat sulit di kendalikan karena
tingginya level fokusku untuk menghindari dan membuat diriku tetap ada di
udara.
Namun, bukan berarti hanya saya yang menerima luka luka saja.
Seperti yang saya bilang sebelumnya, kelima Falaise Eagle sudah di jatuhkan pertama
kalinya saat bertarung. Karena subspecies, saya bisa memotong salah satu
kakinya menggunakan tombakku dan menusuknya dengan menggunakan ujung tombakku
kearah tubuhnya. Bulu dari Jade Eagle dipenuhi dengan darah di beberapa bagian.
Saya tentu saja tidak akan kalah dalam hal kemampuanku untuk bertarung tanpa
memandang apa yang akan dilawan.
Meski begitu, karena belum terbiasa berada langit yang menjadi belengguku dan membuat sebagian
besar kemampuanku tidak digunakan. Beberapa dari seranganku tidak berguna jika
saya tetap berada di udara dan lainnya, saya tidak bisa menggunakannya karena
saya tidak bisa bertahan ketika mendekati Jade Eagle lebih dari seperdetik.
Meski begitu, pertarungan ini terus berlanjut sampai satu jam lebih, tidak ada
satupun dari kita menunjukkan kekurangan kecepatan dalam bergerak.
Ketika pertarungan semakin panas, tombakku jatuh dari
tanganku menuju ke tebing. Untungnya, mendarad dan tertancap di jalanan, jadi
sangat mudah diambil. Meski situasi saya sekarang ini, sedang memulihkan diri
ditengah pertarungan ini sangatlah tidak mungkin.
Entah, Jade eagle melihat hilangnya senjataku sebagai
kesempatan atau tidak, ia menarik napas dalam dalam dan sedikit menarik diri,
memberikan jarak lebih jauh diantara kami. Seketika, dadaku terkena paruh Jade
Eagle, berputar seperti badai yang mengamuk.
Jade Eagle membuat hembusan angin raksasa dan menembaknya
lurus kearah tubuhku dengan kecepatan yang tidak mungkin dilihat yang tidak
masuk akal. Kecepatannya pasti dari [Divine Protection]. Disekujur tubuhnya
dipenuhi dengan luka luka dan goresan, jadi kemampuan tersebut adalah upaya
terakhir. Pada saat itu, saya batu darah dan bahkan dengan semua kemampuanku,
rasa sakitku pasti sangat parah. Rasanya tulang belakangku sudah patah dan
banyak dari organ tubuhku mungkin terluka berat juga. Ini sangat buruk. Jeritan
yang dikeluarkan dari sirambut merah, Dhammi-chan dan lainnya. Bahkan
Ogakichi-kun berteriak dengan ekspresi khawatir di wajahnya.
Dengan begini, Jade Eagle yakin atas kemenangannya dan mulai
berjalan untuk memakanku.
Pada saat ini, kemampuan yang saya gunakan akan diputuskan
siapa yang akan menang di pertarungan ini. Karena penjagaan Jade Eagle menurun,
ini mungkin akan menjadi kesempatanku menyelesaikannya dengan satu kali jalan.
Tubuhku beberapa kali kuat dibandingkan dengan Ogre yang biasanya, jadi
serangan tidak cukup untuk membunuhku, meski luka luka yang saya dapatkan
sangatlah parah. Dalam sepersekian detik, saya memikirkan imbalan apa yang saya
bisa dapatkan jika saya membunuh burung ini dan saya memutuskan untuk
melakukannya dengan setiap kekuatan tersisa yang saya miliki.
Kurang dari sepuluh detik, saya mengaktifkan kebanyakan
kemampuan yang belum saya gunakan sejauh ini di pertarungan sebelumnya karena
saya ingin menikmati pertarungan yang seimbang.
Lengan besi kananku meneteskan darah, tapi diam diam saya
menggnakannya untuk menyimpan dan menghasilkan lebih banyak darah dengan
kemampuan yang saya bagikan dengan menggunakan kemampuan [Synthesis] bernama
[fluid Restoration]. Menggunakan darah yang saya hasilkan, saya langsung
memulihkan semua darah yang hilang selama pertarungan berlangsung. Dengan
menggabungkan kemampuan ini [High Speed Playback] dan [high Speed Healing]
sekujur tubuhku langsung sembuh seketika. Menggunakan tangan besiku, saya
memotong kaki lainnya, menghilangkan tingkat bahaya penuh tersebut didalam
diriku.
Selanjutnya, saya menggunakan [Exoskeleton Equip]. Yang mana
merubah diriku menyerupai seekor kumbang. Memperkuat sisiku, saya menambahkan
[Black Ogre Strong Body] disamping [Solid Armored Dragon Scale] untuk
meningkatkan kekuatan pertahananku. Sebagai tanggapan, cangkangnya berubah
menjadi hitam dan seperti plat sisik yang ada tumbuh disekitar exoskeleton.
Dengan ini tubuhku tubuh tidak bisa ditembus apapun dari apapun yang dilakukan
oleh Jade Eagle.
Dalam hitungan detik yang dibutuhkan untuk membentuk armorku,
saya memutar versi tebal dari jaring emas di sekitar sayap elang itu dan
menggunakan kemampuanku untuk mengontrol gravitasi untuk meningkatkan daya
gravitasi yang ada disekitar elang itu.
Saya memberikan perlawanan dan bisa memotong beberapa dari jaringku tapi
setelah memperbaiki benang emasku dengan menambahkan daya tahan terhadap
kerusakan, tidak ada satupun yang bisa dilakukan.
Jade Eagle terjatuh ditanah. Bahkan dengan kecepatannya
menurun, lubang yang ditinggalkannya cukup keci. Sebuah makhluk normal akan
berserakan ditanah setelah menerima serangan tersebut. Tapi sepertinya dia
mengorbankan kedua sayapnya untuk mengurangi kerusakannya. Bahkan dengan itu sangat
luar biasa sekali dia belum bisa mati.
Setelah saya mengambil tombakku, saya mengakhiri penderitaan
Jade Eagle. Saya mengumpulkan permata dari pusat kepalanya dan beberapa botol
yang berisi cairan yang keluar dari tubuhnya. Setelah mengumpulkan permatanya
dan cairannya. Saya mulai berhati hati menyingkirkan semua bagian bagian
tubuhnya, mengulitinya dengan perlahan supaya tidak menyebabkan kerusakan
sekecil apapun. Ketika mencapai jantungnya, saya menyadari batu berwarna giok
seperti tekstur batu besar.
Saya menggunakan kemampuan [Item Appraisal] pada benda
tersebut dan mencari tahu benda apa namanya [Lord Spirit Stone of a Falaise
Eagle].
Saya langsung berpikir untuk membagikan penemuanku dengan
yang lainnya dan menunjukkan penemuan terakhirk pada semua orang, dalam
sekejap, saya menyadari bahwa itu batu yang sama tipenya yang sudah naik
tingkat menjadi kelas “Lord”.
Ketika saya melihatnya lebih dalam, sepertinya ini item kelas
yang berasal dari kategori “Spirit Stone” (batu roh) yang mana memiliki tingkat
kelangkaan [Legendary].
Benda ini rupanya hadiah dari monster yang berlevel bos.
Bahkan diantara monster yang paling kuat, item ini benar benar sangatlah
langka. Monster yang lebih kuat, maka lebih besar batu yang ada didalam mereka.
Karena itu, ditambah dengan beberapa fakta yang menghadapi
boss yang memiliki batu roh bukanlah tugas yang mudah dalam dirinya, banyak
monster terkenal dalam sejarah dunia ini yang mengatakan bahwa membawa batu roh
bertipe [Lord Stone]. Pada masa lalu, tentara dibawa untuk menantang monster
yang sudah tumbuh cukup kuat untuk mendapatkan sebuah Lord Stone. Terkadang,
pernah dikatakan tentara tentara itu dikumpulkan untuk bertarung melawan
monster tersebut langsung di musnahkan.
Ada juga, sesuatu Lord Stone yang langka bisa dijual dan
cukup uang untuk membeli sebuah negara kecil. Meski begitu, hanya orang orang
yang cukup uang yang bisa membeli benda semacam itu yaitu raja dari negara yang
besar atau pedagang yang terkenal yang memegang kendali pedagangan beberapa
negara. Batu batu ini digunakan untuk pembuatan barang magic yang tidak ada
bandingannya dengan potensi perang yang menakjubkan.
Dengan penemuan ini, saya memtuskan apa saya akan memakannya
tapi yang lainnya berpikir lebih baik menahannya dan menjualnya nanti. Uang
yang didapatkan akan menjadi keuntungan besar. Karena yang lainnya bersikeras
pada akhirnya saya menaruh Lord Stone dan bahan bahan lainnya dari Jade Eagle
pada item boxku.
Sementara saya mencabuti bulu bulu hijau giok itu sampai
selesai, exoskeletonku menghilang. Setelah memakan beberapa bulunya, saya
mendapatkan sesuatu yang aneh untuk mengaktifkan exoskeletonku kembali. Pada
saat itu, sisikku terlihat seperti burung dari penampakannya. Ini pasti
pengaruh dari bulu elang tersebut. Saya mencoba terbang untuk mencobanya dan
kali ini membuatku terbang lebih mudah dibandingkan sebelumnya dengan kecepatan
yang langsung meningkat.
Ketika pertarungan berakhir, saya memutuskan untuk ikut serat
memakan Jade Eagle. Saya tidak bisa menunggu dan mulai memakannya dengan
mentah. Setelah menggigitnya, saya berteriak tanpa sadar.
“enak sekali njeng”
Ability learned: [Feather Arrow]
Ability learned: [Predator of the Sky]
Ability learned: [Divine Protection of the Storm God]
Ability learned: [Complete Wind Resistance]
Ability learned: [Adamantine Claw]
Ability learned: [Sonic Flight]
Karena kemampuan sudah terbuka, saya merasa lebih puaa.
Banyak dari kemampuan ini terlihat sangat berguna. Setelah itu, saya mulai
memasak sisa daging dan membagikan pada semua orang.
Melihat tengkorak yang berserakang diarea ini, saya
memutuskan akan memberikan mereka penguburan yang layak dan mengkremasi apa
yang tersisa dari tubuh mereka karena saya tidak akan mendapatkan kemampuan
apapun dari mereka. Meski sebagai bayarannya, saya akan menyimpan semua
peralatan yang ditinggalkan mereka. Ada beberapa item yang terlihat mengandung
ramuan atau bahan kimia dari berbagai jenis. Selain itu, ada banyak emas dan
peralatan, saya menerimanya. meski jika saya mengumpukan dari peralatan merasa
kurang ajar.
{Namu Amida Butsu}
Setelah doa singkat yang sunyi disamping api unggun, kami
memulai perjalanan kami.
Meski kami membuat kemajuan, saya mulai merasa ada perasaan
campur aduk, seperti merasa kekhawatiran. Sekarang, saya akan berjaga jaga dan
beberapa kemampuan aktif dalam siaga tinggi. Saya tidak pernah tau dimana
mungkin kami diserang. Semua yang saya bisa bilang saya bisa merasakan tatapan
menghancurkan yang mengalahkanku.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar