Day 93


Kami melewati perjalanan ini melalui jalur gunung, meskipun jalannya terkadang terlalu sempit atau jalanan tersebut dipenuhi oleh rumput. Semuanya, ada tiga jalur berbeda yang sudah dibangun selama ini. Yang jalur satunya, saya memutuskan bahwa kami akan melewati pinggir sungai. Sepertinya jalur ini banyak di tempuh bagi orang dan merupakan jalur paling aman. Makhluk yang terkuat di kawasan ini adalah Hind Bear. Seharusnya, ada juga kelas boss Hind Bear yang mirip seperti Lor of Forest yang pernah saya kalahkan sebelumnya.
Dan juga, kekuatan dari bos monster yang mendiami tebing ini rupanya lebih kuat dari pada Lord of Forest. Selain Hind Bear ada juga spesies burung yang hidup di pegunungan. Sepertinya seekor burung elang besar dengan bulu coklat dan empat sayap yang bernama “Falaise Eagle”. Rata rata ukuran dari seekor Falaise Eagle sekitar dua meter dan rentang dari sayapnya mungkin sekitar dua kali dari ukuran tubuhnya. Ukuran tersebut tentu sudah cukup mengintimidasi lawan yang dibawahnya. Sepertinya dia bisa mengeluarkan racun dari cakarnya.
Katakan apapun yang kau mau, tapi itu adalah monster yang menjijikkan yang dilawan ketika kau melewati perjalanan melalui tebing. Saya diberitahu bahwa tidak banyak dari burung tersebut ada di pegunungan, jadi setidaknya itu adalah keberuntungan. Oh ada juga kelas bos subspecies dari Falaise Eagle yang memimpin mereka bernama Jade Eagle. Dia bisa menghasilkan tornado kecil dari mulutnya, yang mana bisa membuat pasukan musuh lemah yang berada ditebing sampai bisa menyebabkan kematian. Tornado itu bisa merubah bentuk menjadi semburan pisau yang bisa menusuk musuh. Untungnya, salah satu manusia yang ikut denganku mempunyai pengetahuan luas tentang area ini.
Dia memberitahuku bahwa dia dulu tinggal disini dan dia mendengar cerita dari masing masing makhluk yang ada dipegunungan ini. Beruang merah memang sangat kuat tapi dia bergerak secara sendirian. Karena kami ini berkelompok, bahkan jika hewan tersebut menyerang, beruang itu mudah untuk dikalahkan. Meski sekarang, paling terbaik jika kami bergerak secara berkelompok.
Dengan kelompok kami saling berdekatan satu sama lain, kami cukup aman ketika seekor Falaise Eagle muncul. Mereka terbang sangat cepa dan kami sangat sulit menyentuhnya dengan menggunakan serangan yang banyak. mereka akan selalu menyerang pada titik buta untuk memulai serangan tersebut. Berada di tebing, mereka sangat sulit untuk ditangani, berkat ada senjata dan kemampuanku, saya memiliki jangkauan yang cukup untuk bisa melawan mereka. Dengan ditambah kemampuan [Sense Presence], menyerang pada titik butaku akan membuat mereka mati bagi burung itu dan selanjutnya, saya berjalan sendiri untuk menarik perhatian sebagian besar mereka.
Itu benar benar mengejutkan bagaimana mudahnya menyerang mereka ketika saya mengerti naluri perburuan mereka bekerja. Kami mulai mengambil melepaskan bahan bahan yang bisa diambil dari elang yang saya tangkap. Seluruhnya, kami menangkap 80-an elang. Ketika sudah merasa aman, kami menggorengnya dan memakan mereka. Mereka cukup besar, jadi makanan tersebut sangat memuaskan.
Rasa dari dagingnya cukup enak. Saya ingin memakannya lagi, tapi  mereka tidak muncul lagi dipegunungan. Saya seharusnya menghindari pembunuhan terlalu banyak bagi hewan itu atau saya mengambil resiko karena mengurangi jumlah populasi mereka yang ada di pegunungan.
Ability learned: [Panic Voice]
Ability learned: [Wing Growth]
Ability learned: [High-Speed Flight]
Ability learned: [Wind Reading]
Ability learned: [Paralysis Claw]
Ability learned: [Paralysis Resistance]
Sekitar pukul dua siang, kami sampai di titik jalan dimana jalur itu terbuka lebar. Ini membuatku merasa lebih aman sekarang karena resiko bisa terjatuh dari tebing atau pegunungan bisa ambruk tiba tiba. Satu satunya kekhawatiran pada daerah ini adalah ada setumpuk tulang dari berbagai hewan. Ada kemungkinan bahwa ada sarang monster kuat yang ada disekitar sini. Akhirnya kami mendapatkan tanda tanda untuk bertarung, potongan tulang manusia, armor dan persenjataan bertaburan di sekitar area. Ini pasti sisa sisa dari beberapa manusia yang datang untuk menaklukkan makhluk buas ada dijalur ini.
Seperti yang saya pikirkan, saya mendengar dengungan dan suara dari sayap, saya memprediksi akan terjadi sesuatu yang berbahaya. Seketika, kulitku terkena hembusan angin yang sangat keras, saya merasa seperti di tusuk ratusan pisau kecil didagingku sekaligus. Di atas langit, saya melihat lima Falaise Eagle. Selain itu, ada seekor subspecies besar Jade Eagle yang ada di antara mereka. Grup kami meresa kehadiran yang sangat kuat.
Perasaan ini lebih kuat dibandingkan perasaan saat saya menghadapi Lord of the Forest. Ketika mata kami saling tatap, ada perasaan tidak nyaman disekitar leherku. Niat mereka sudah pasti, mereka datang kesini untuk membunuh kami.
Bulu bulu dari subspecies Jade Eagle mengkilau seperti pisau yang terkena matahari, sepertinya itu bisa membelah apapun. Paruh dan cakarnya terlihat sangat kuat seperti berlian. Bergerak lebih cepat dibandingkan dengan Falaise Eagle yang lain, menyerang disegala arah bukan hanya dia arah belakang, membuat musuh jauh lebih sulit untuk bertarung daripada mempekirakan Falaise Eagle yang biasa.
Saya bisa melihat mereka mempunyai kecerdasan yang terlihat dari kedua matanya yang berwarna kuning itu yang sedang menatapku. Sebuah pembunuh sang penguasa pegunungan yang memiliki kualitas keanggunan yang tinggi yang didapatkan dari berbagai pertempuruan untuk bertahan hidup. Dari yang pertama dilihat, faktanya bahwa warnanya berbeda dari yang lainnya, yang artinya dia sudah mendapatkan [Divine Protection] dengan kemampuan sistem spesial sendirinya, sama seperti Lord of the Forest. Bagiku, saya ingin menangkap makhluk tersebut dan memakannya.
Meninggalkan kelompok supaya bisa bertahan, saya menumbuhkan sayap seperti serangga menggunakan kemampuan [Elytron Generation], membuat pergerakan langsung dengan cepat menyerangnya pada musuh yang sedang menatapku dari langit. Tombakku ditanganku dan mengarahkannya ke pusat jantung musuh.
Satu jam berlalu, saya melanjutkan pertarungan melawan musuhku di langit. Musuhku sangat kuat dan memiliki banyak keuntungan karena berada di langit. Dia bergerak secepat kilat. Jika bukan karena kemampuan terakhirku, [High Speed Flight], mungkin saya tidak bisa bertahan di pertempuran ini. Selama pertarungan, saya akhirnya mengerti seberapa banyak pertempuran yang dialami oleh makhluk buas ini sampai sampai bisa menjadi seperti yang sekarang ini. dia butuh beberapa serangan, termasuk membuat serangkaian tornado kecil  untuk merusak keseimbanganku. Dengan pengalaman sedikit menggunakan sayap, untuk menyesuaikan bertarung di udara dengan melawan musuh tampaknya cukup sulit. Saya bahkan tidak bisa menghitung berapa kali dia mengenaiku dengan paruhnya atau berapa kali dia menggunakan kuku besarnya itu yang dilapisi racun yang diarahkan di organ tubuhku.
Pada saat ini, sekujur tubuhku dipenuhi dengan darah dan banyak cairan tubuh telah terkuras dan menghilang. Bahkan bulu elang tersebut yang tajam seperti pisau, bahkan saya bisa berhasil menghindarinya akan tidak memerlukannya saya kabur tanpa ada kerusakan sama sekali. Tidak ada aturan di pertarungan ini. Meski egitu, ketika saya tidak bisa menghindari serangannya, saya menggunakan lengan besiku sebagai perisai jika dia menggunakan cakarnya. Jika lengan tersebut tidak ada, saya bisa menerima serangannya lebih dari seratus dibandingkan serangan yang saya kirim padanya. Rupanya, ada efek dari air liurnya yang menghambat kecepatan penyembuhan. Ketika saya digigit, saya harus menekan pendarahanku dengan pengencangkan otot otot disekitar yang terluka sampai saya bisa menyingkirkan racun tersebut. Pengawal subspesies iu mudah disingkirkan ketika menit kesepuluh pertarungan, meski saya harus membayar mahal untuk memberi perhatian khusus sampai sorenya.
Untungnya, dengan kemampuan[Severe Pain Telorance] dan [Desensitizing] bahkan luka yang paling menyakitkan tidak terasa sakit. Meski begitu, kenyataanya luka lukan ini tetap ada dan masih butuh untuk diingat dan diatasi nanti. Semua kemampuan seni bela diriku yang saya kuasai hampir tidak berguna di udara dan semua kemampuan magicku sangat sulit di kendalikan karena tingginya level fokusku untuk menghindari dan membuat diriku tetap ada di udara.
Namun, bukan berarti hanya saya yang menerima luka luka saja. Seperti yang saya bilang sebelumnya, kelima Falaise Eagle sudah di jatuhkan pertama kalinya saat bertarung. Karena subspecies, saya bisa memotong salah satu kakinya menggunakan tombakku dan menusuknya dengan menggunakan ujung tombakku kearah tubuhnya. Bulu dari Jade Eagle dipenuhi dengan darah di beberapa bagian. Saya tentu saja tidak akan kalah dalam hal kemampuanku untuk bertarung tanpa memandang apa yang akan dilawan.
Meski begitu, karena belum terbiasa berada langit  yang menjadi belengguku dan membuat sebagian besar kemampuanku tidak digunakan. Beberapa dari seranganku tidak berguna jika saya tetap berada di udara dan lainnya, saya tidak bisa menggunakannya karena saya tidak bisa bertahan ketika mendekati Jade Eagle lebih dari seperdetik. Meski begitu, pertarungan ini terus berlanjut sampai satu jam lebih, tidak ada satupun dari kita menunjukkan kekurangan kecepatan dalam bergerak.
Ketika pertarungan semakin panas, tombakku jatuh dari tanganku menuju ke tebing. Untungnya, mendarad dan tertancap di jalanan, jadi sangat mudah diambil. Meski situasi saya sekarang ini, sedang memulihkan diri ditengah pertarungan ini sangatlah tidak mungkin.
Entah, Jade eagle melihat hilangnya senjataku sebagai kesempatan atau tidak, ia menarik napas dalam dalam dan sedikit menarik diri, memberikan jarak lebih jauh diantara kami. Seketika, dadaku terkena paruh Jade Eagle, berputar seperti badai yang mengamuk.
Jade Eagle membuat hembusan angin raksasa dan menembaknya lurus kearah tubuhku dengan kecepatan yang tidak mungkin dilihat yang tidak masuk akal. Kecepatannya pasti dari [Divine Protection]. Disekujur tubuhnya dipenuhi dengan luka luka dan goresan, jadi kemampuan tersebut adalah upaya terakhir. Pada saat itu, saya batu darah dan bahkan dengan semua kemampuanku, rasa sakitku pasti sangat parah. Rasanya tulang belakangku sudah patah dan banyak dari organ tubuhku mungkin terluka berat juga. Ini sangat buruk. Jeritan yang dikeluarkan dari sirambut merah, Dhammi-chan dan lainnya. Bahkan Ogakichi-kun berteriak dengan ekspresi khawatir di wajahnya.
Dengan begini, Jade Eagle yakin atas kemenangannya dan mulai berjalan untuk memakanku.
Pada saat ini, kemampuan yang saya gunakan akan diputuskan siapa yang akan menang di pertarungan ini. Karena penjagaan Jade Eagle menurun, ini mungkin akan menjadi kesempatanku menyelesaikannya dengan satu kali jalan. Tubuhku beberapa kali kuat dibandingkan dengan Ogre yang biasanya, jadi serangan tidak cukup untuk membunuhku, meski luka luka yang saya dapatkan sangatlah parah. Dalam sepersekian detik, saya memikirkan imbalan apa yang saya bisa dapatkan jika saya membunuh burung ini dan saya memutuskan untuk melakukannya dengan setiap kekuatan tersisa yang saya miliki.
Kurang dari sepuluh detik, saya mengaktifkan kebanyakan kemampuan yang belum saya gunakan sejauh ini di pertarungan sebelumnya karena saya ingin menikmati pertarungan yang seimbang.
Lengan besi kananku meneteskan darah, tapi diam diam saya menggnakannya untuk menyimpan dan menghasilkan lebih banyak darah dengan kemampuan yang saya bagikan dengan menggunakan kemampuan [Synthesis] bernama [fluid Restoration]. Menggunakan darah yang saya hasilkan, saya langsung memulihkan semua darah yang hilang selama pertarungan berlangsung. Dengan menggabungkan kemampuan ini [High Speed Playback] dan [high Speed Healing] sekujur tubuhku langsung sembuh seketika. Menggunakan tangan besiku, saya memotong kaki lainnya, menghilangkan tingkat bahaya penuh tersebut didalam diriku.
Selanjutnya, saya menggunakan [Exoskeleton Equip]. Yang mana merubah diriku menyerupai seekor kumbang. Memperkuat sisiku, saya menambahkan [Black Ogre Strong Body] disamping [Solid Armored Dragon Scale] untuk meningkatkan kekuatan pertahananku. Sebagai tanggapan, cangkangnya berubah menjadi hitam dan seperti plat sisik yang ada tumbuh disekitar exoskeleton. Dengan ini tubuhku tubuh tidak bisa ditembus apapun dari apapun yang dilakukan oleh Jade Eagle.
Dalam hitungan detik yang dibutuhkan untuk membentuk armorku, saya memutar versi tebal dari jaring emas di sekitar sayap elang itu dan menggunakan kemampuanku untuk mengontrol gravitasi untuk meningkatkan daya gravitasi yang ada disekitar  elang itu. Saya memberikan perlawanan dan bisa memotong beberapa dari jaringku tapi setelah memperbaiki benang emasku dengan menambahkan daya tahan terhadap kerusakan, tidak ada satupun yang bisa dilakukan.
Jade Eagle terjatuh ditanah. Bahkan dengan kecepatannya menurun, lubang yang ditinggalkannya cukup keci. Sebuah makhluk normal akan berserakan ditanah setelah menerima serangan tersebut. Tapi sepertinya dia mengorbankan kedua sayapnya untuk mengurangi kerusakannya. Bahkan dengan itu sangat luar biasa sekali dia belum bisa mati.
Setelah saya mengambil tombakku, saya mengakhiri penderitaan Jade Eagle. Saya mengumpulkan permata dari pusat kepalanya dan beberapa botol yang berisi cairan yang keluar dari tubuhnya. Setelah mengumpulkan permatanya dan cairannya. Saya mulai berhati hati menyingkirkan semua bagian bagian tubuhnya, mengulitinya dengan perlahan supaya tidak menyebabkan kerusakan sekecil apapun. Ketika mencapai jantungnya, saya menyadari batu berwarna giok seperti tekstur batu besar.
Saya menggunakan kemampuan [Item Appraisal] pada benda tersebut dan mencari tahu benda apa namanya [Lord Spirit Stone of a Falaise Eagle].
Saya langsung berpikir untuk membagikan penemuanku dengan yang lainnya dan menunjukkan penemuan terakhirk pada semua orang, dalam sekejap, saya menyadari bahwa itu batu yang sama tipenya yang sudah naik tingkat menjadi kelas “Lord”.
Ketika saya melihatnya lebih dalam, sepertinya ini item kelas yang berasal dari kategori “Spirit Stone” (batu roh) yang mana memiliki tingkat kelangkaan [Legendary].
Benda ini rupanya hadiah dari monster yang berlevel bos. Bahkan diantara monster yang paling kuat, item ini benar benar sangatlah langka. Monster yang lebih kuat, maka lebih besar batu yang ada didalam mereka.
Karena itu, ditambah dengan beberapa fakta yang menghadapi boss yang memiliki batu roh bukanlah tugas yang mudah dalam dirinya, banyak monster terkenal dalam sejarah dunia ini yang mengatakan bahwa membawa batu roh bertipe [Lord Stone]. Pada masa lalu, tentara dibawa untuk menantang monster yang sudah tumbuh cukup kuat untuk mendapatkan sebuah Lord Stone. Terkadang, pernah dikatakan tentara tentara itu dikumpulkan untuk bertarung melawan monster tersebut langsung di musnahkan.
Ada juga, sesuatu Lord Stone yang langka bisa dijual dan cukup uang untuk membeli sebuah negara kecil. Meski begitu, hanya orang orang yang cukup uang yang bisa membeli benda semacam itu yaitu raja dari negara yang besar atau pedagang yang terkenal yang memegang kendali pedagangan beberapa negara. Batu batu ini digunakan untuk pembuatan barang magic yang tidak ada bandingannya dengan potensi perang yang menakjubkan.
Dengan penemuan ini, saya memtuskan apa saya akan memakannya tapi yang lainnya berpikir lebih baik menahannya dan menjualnya nanti. Uang yang didapatkan akan menjadi keuntungan besar. Karena yang lainnya bersikeras pada akhirnya saya menaruh Lord Stone dan bahan bahan lainnya dari Jade Eagle pada item boxku.
Sementara saya mencabuti bulu bulu hijau giok itu sampai selesai, exoskeletonku menghilang. Setelah memakan beberapa bulunya, saya mendapatkan sesuatu yang aneh untuk mengaktifkan exoskeletonku kembali. Pada saat itu, sisikku terlihat seperti burung dari penampakannya. Ini pasti pengaruh dari bulu elang tersebut. Saya mencoba terbang untuk mencobanya dan kali ini membuatku terbang lebih mudah dibandingkan sebelumnya dengan kecepatan yang langsung meningkat.
Ketika pertarungan berakhir, saya memutuskan untuk ikut serat memakan Jade Eagle. Saya tidak bisa menunggu dan mulai memakannya dengan mentah. Setelah menggigitnya, saya berteriak tanpa sadar.
“enak sekali njeng”
Ability learned: [Feather Arrow]
Ability learned: [Predator of the Sky]
Ability learned: [Divine Protection of the Storm God]
Ability learned: [Complete Wind Resistance]
Ability learned: [Adamantine Claw]
Ability learned: [Sonic Flight]
Karena kemampuan sudah terbuka, saya merasa lebih puaa. Banyak dari kemampuan ini terlihat sangat berguna. Setelah itu, saya mulai memasak sisa daging dan membagikan pada semua orang.
Melihat tengkorak yang berserakang diarea ini, saya memutuskan akan memberikan mereka penguburan yang layak dan mengkremasi apa yang tersisa dari tubuh mereka karena saya tidak akan mendapatkan kemampuan apapun dari mereka. Meski sebagai bayarannya, saya akan menyimpan semua peralatan yang ditinggalkan mereka. Ada beberapa item yang terlihat mengandung ramuan atau bahan kimia dari berbagai jenis. Selain itu, ada banyak emas dan peralatan, saya menerimanya. meski jika saya mengumpukan dari peralatan merasa kurang ajar.
{Namu Amida Butsu}
Setelah doa singkat yang sunyi disamping api unggun, kami memulai perjalanan kami.

Meski kami membuat kemajuan, saya mulai merasa ada perasaan campur aduk, seperti merasa kekhawatiran. Sekarang, saya akan berjaga jaga dan beberapa kemampuan aktif dalam siaga tinggi. Saya tidak pernah tau dimana mungkin kami diserang. Semua yang saya bisa bilang saya bisa merasakan tatapan menghancurkan yang mengalahkanku. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar