Day 12

Seperti biasa, kami keluar berburu untuk mendapatkan makanan untuk dimakan.
Hari ini kami berburu Night Viper dan Horned Rabbits, kami pun sukses berburu beberapa Armored Tanuki juga, setelah itu, matahari turun kamipun kembali kedalam goa.
Tidak seperti manusia, Goblin lahir dengan kemampuan “Night Vision” (bisa melihat dalam kegelapan)  jadi kegelapan bukanlah suatu ancaman bagi kami.
Karena alasan itu, saya berpikir jika kita bisa melanjutkan pemburuan sejak kita bisa melihat pada malam hari, meskipun begitu, ada banyak spesies yang lebih kuat dan ganas daripada goblin yang aktif pada malam hari, jadi itu sangatlah berbahaya.
Well, pada dasarnya goblin spesies yang lemah. Temasuk juga
"Red Bear" yang menyerupai beruang coklat dengan bulu merah.
"Triple Horned Horse" yang merupakan monster yang mirip dengan kuda. Seluruh tubuhnya ditutupi sisik coklat muda dan memiliki tiga tanduk yang berjejer di dahinya.
"Demon Spider", yang merupakan laba-laba berukuran kira-kira enam puluh sentimeter. Yang  memiliki garis kuning khas yang diukir pada karapas hitamnya, yang nampaknya lebih kuat dari pada baja.

"Slime Hijau" yang merupakan monster kecil seperti Goblin, tapi tampaknya memiliki kemampuan 【Nullify Physical Attacks】 maksudnya seperti ”membatalkan penyerangan fisik”
 Dan seterusnya....
Saya tak punya dorongan untuk membunuh mereka, karena kemungkinan besar mereka bisa membunuhku.
Saya berdiri sekarang, saya mungkin akan lumpuh dalam waktu singkat jika saya terkena racun tingkat tinggi.
Well, karena kami kembali ke goa dan tidak keluar di malam hari.
Karena itu, kami sampai ke goa, di tempat yang aman. Setelah beberapa saat sewaktu aku tidur saya diserang. Bagaimanapun saya bisa menghindari serangan tersebut pada saat terakhir ketika saya lagi berbaring di tempat tidur, jadi saya tidak menderita luka sama sekali, karena kemampuan “Sense Presence” yang selalu aktif.
Pelakunya dari generasiku sendiri, ada 6 dari mereke yang memiliki kecerdasan, karena mereka meniru kelompokku dan menggunakan dahan pohon sebagai senjatanya.
Disudut tempat tidur yang biasanya ku tempati tidur, alam tidak akan semudah itu jika seseorang jika mereka menyerang keluarganya sendiri dengan menggunakan dahan pohon. Mereka terkejut ketika mereka melihatku bisa menghindari serangannya. Jadi aku tidak ingin kehilangan kesempatan untuk menyerang balik.
Dan hasilnya saya membawa mereka ke meja.
Akhirnya saya membunuh 1 Goblin karena ku membuat kesalahan dalam menggunakan racun yang menetes tapi mau bagaimana lagi nasi sudah menjadi bubur. Karena mereka mnyebabkan situasi ini, mereka tidak bisa berbuat banyak.
Sisa dari penyerang tersebut, saya sukses membuat racun pelemas tubuh untuk memberhentikan gerakan mereka. Seperti saat itu dengan Gobukichi-kun, saya mengeroyoknya dari atas ke bawah dengan menggunakan dahan pohon tetapi saya tidak membunuh mereka, pada akhirnya mereka cuman berguling guling di area tersebut.
Aku mendengar sebuah keadaan dibalik serangan besok, sejak mereka aku meberikan racun yang tidak fata, mereka seharusnya baik2 saja, jadi aku kan mengapa mereka menyerangku pada saat itu.
Sebagai Goblin, penyembuhan sangatlah cepat karena kami hidup di alam liar.
Itu sudah terlambat yang satunya, bagaimanapun, mau bagaimana lagi, itu tidak bisa ditolong.
Namun, karena keributan itu, para goblin langsung bangun dari tidurnya. Wajar karena sekitaran goa mulai bersuara keras.
Aku kira pasti akan ada terjadi sesuatu tetapi Gobu-jii pemimpin goblin tua itu, mengatakan bahwa hal  wajar karena itu merupakan namanya bertahan hiudp. Mereka hanya menatap tubuh itu dengan mata yang sedih. Aku kira saya akan di hukum karena membunuh dengan sesama spesies, saya sangat bersyukur karena aku tidak disalahkan karena kematiannya. Bagaimanapun Gobumi-chan tidak mengerti dengan situasinya dan itu paling menakutkan dari semuanya.
Bagaimanapun saya menenangkan dia dari belakang, saya tidak bisa tertawa pada situasi ini karena aku punya masalah yang paling besar karena menyelamatkan goblin yang menyerangku, pada saat bersamaan saya berpikir seperti “tidak,  struktur tubuh seekor goblin tidak akan lengannya begitu, itu pasti sudah patah” dan lehernya tidak bisa berputar lagi, kau akan mencopot kepalanya nanti”.
BTW, Gobukichi-kun selalu lelap dalam tidurnya selama ini, well tidur akan membuat anak berkembang. Faktanya fisiknya lebih besar daripada goblin biasanya dari generasi kita. Dia lebih 10cm lebih tinggi daripada saya?.
Karena saya mengandalkanya di bagian depan, jadi saya berpikir untuk mengabaikannya saja dan melanjutkan tidurnya selama keributan ini terjadi. Aku tidak akan menyambutnya jika para goblin mengamuk karena dia akan langsung bangun. Jadi saya menuju ke Gobumi-chan dan menenangkannya.
Saya membuat sebuah obat untuk membuatnya tidur di sekitaran tanganku. Kemudia dia langsung pingsan, lalu aku membopongnya ke tempat tidurnya.
Kemudian saya membawa mayat tersbut keluar karena tidak enak apabila meninggalkan mayatnya dengan sesama spesies. Di skitaran tempat tidurku tergenang darahnya, dan mayatnya mulai mengeluarkan bau yang tidak sedap.
Berkat kemampuanku, kekuatan normalku berlipat yang seharunya pada levelku saat ini dan diperkuat dengan salah satu kemampuan “Pump Up” (memompa) yang aku dapatkan dari Seven Colored Bats kemarin. Itu memudahkanku memindahkan mayat tersebut yang sama dengan fisik yang kumiliki.
Si Kakek memberitahuku untuk menempatkan mayatnya ditempat terpencil shingga para monster bisa memakannya dan kemudian memberitahuku agar langsung lari jika saya melakukannya. Dan ketika saya membawa mayat itu di jarak tertentu, saya bersembunyi dan memakannya, aku melakukannya karena saya sangat tertarik. Pendapatku.. Yeah rasanya tidak lezat tapi ada rasa lain juga, aku tidak tahu.. itu pertamakalinya saya berpikir memakan yang tidak lezat. Aku memiringkan kepalaku dan berpikir sebentar. Aku pikir satu lengan sudah cukup, jadi aku pergi seperti yang direncanakan.
Well seperti yang kukatakan.  Hari ini terpaksa keluar. Jadi aku langsung tidur.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar