Pagi ini, saya bangun karena seseorang memanggil namaku.
Saya bangun dari tempat tidur dan mengikuti seseorang yang
memanggilku ke tempat kerja Blacksmith-san. Ini terlalu pagi jadi belum banyak
yang belum bangun. Ketika saya sampai disana, dihadapanku ada setumpuk barang
seperti Mithril, batuh roh dan baja. Disudutnya, yang saya lihat, ada sebuah
palu perang (War-Hammer) dengan para Dwarve yang mengelilinginya. Setelah
memeriksanya, barang tersebut masih desain awal tapi keefektifan yang
dimilikinya tentu diatas rata rata.
Setelah menyelesaikan pemeriksaan, saya memberikannya kembali
pada Dwarve.
Saya melakukan itu sebagai tanda terima kasih dan tanda
pertemananku pada orang orang Dwarve, tindakan ini menunjukkan bahwa saya
memberikan sesuatu kepada mereka yang menurut mereka mereka menemukan sesuatu
yang layak untuk saya gunakan kembali pada mereka, bagiku melihat mereka sudah
layak sebagai anggota untuk pemukiman ini. Hal tersebut tidak ada tindakan
kebaikan yang lebih baik bagi seorang
Dwarve. Meski bagiku, saya mungkin akan menyimpannya jika itu berkualitas
tinggi, tapi sesuatu seperti itu, mungkin lebih baik jika berada di ras yang
biasanya menggunakan War Hammer, tidak sepertiku. Tentu saja, setelah melihat
reaksi mereka, saya memutuskan untuk memikirkan hal tersebut pada diriku.
Setelah memberi rasa terima kasihku atas kerja keras mereka,
saya beberapa barang buatan lainnya. Ada pedang yang saya temukan yang menurut
saya berkualitas tinggi, Dwarve menamakannya [Wazamono] (Swift Cutting Blade).
Maka sesuatu hal yang seperti ini, kau
bisa mengucapkan apresiasi.
Meski begitu, percakapan dengan Dwarve sedikit samar dan
susah dipahami, masing masing mereka terlihat menggunakan dialek yang berbeda
yang membuat komunokasi terlihat cukup sulit. Meski begitu, bukan berati saya
tidak bisa mengerti apa yang mereka bicarakan, saya selalu bagus jika
berhubungan dengan bahasa.
Setelah pelatihan biasa pada paginya, saya memutuskan untuk
menjelahi hutan, sendirian.
Sebuah hutan dimana tidak ada tipuan dan tidak ada kesempatan
bertarung bagiku untuk bertahan hidup, membuat hatiku terasa hampa. Seperti ada
lubang di dalamnya yang tidak bisa di isi kembali.
Dihari dimana saya terus selalu waspada, berburu didalam
hutan dengan kesenangan, mencari hal baru dan hal menarik yang lainnya, meski
baru saja satu bulan sejak itu. Sekarang itu menjadi hari nostalgia dengan
bahaya telah berlalu dan saya mengendarai pendamping setiaku Kumajirou.
Dari beberapa tempat yang saya kunjungi sejauh ini, akhirnya
saya sampai di Goa Dryad. Saya berbincang singkat menggunakan Klomku karena
saya selalu sibuk tapi hari ini, saya pribadi datang padanya.
Seperti biasa, Dryad-chan terlihat sangat cantik. Meski saya
sudah diundang olehnya, waktunya sangat singkat dan saya harus
menyelesaikannnya. Setelah saya selesai mengumpulkan bahan bahan yang saya
butuhkan. Saya menghabiskan waktu sekitar sejam... eue bersama Dryad-chan.
Well, saya katakan itu hanya satu jam, tapi itu berubah
menjadi dua jam, kemudian berubah menjadi enam jam.
Akhirnya perutku membaik dan saya mengucapkan selamat tinggal.
Hari ini, saya menemukan salah satu perut manusia yang saya telah
mengembung.
Well, pada tingkat ini, sepertinya anak pertamaku akan
dilahirkan. Ini sangat menyenangkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar