Day 84


Pagi ini, saya bangun karena seseorang memanggil namaku.
Saya bangun dari tempat tidur dan mengikuti seseorang yang memanggilku ke tempat kerja Blacksmith-san. Ini terlalu pagi jadi belum banyak yang belum bangun. Ketika saya sampai disana, dihadapanku ada setumpuk barang seperti Mithril, batuh roh dan baja. Disudutnya, yang saya lihat, ada sebuah palu perang (War-Hammer) dengan para Dwarve yang mengelilinginya. Setelah memeriksanya, barang tersebut masih desain awal tapi keefektifan yang dimilikinya tentu diatas rata rata.
Setelah menyelesaikan pemeriksaan, saya memberikannya kembali pada Dwarve.
Saya melakukan itu sebagai tanda terima kasih dan tanda pertemananku pada orang orang Dwarve, tindakan ini menunjukkan bahwa saya memberikan sesuatu kepada mereka yang menurut mereka mereka menemukan sesuatu yang layak untuk saya gunakan kembali pada mereka, bagiku melihat mereka sudah layak sebagai anggota untuk pemukiman ini. Hal tersebut tidak ada tindakan kebaikan  yang lebih baik bagi seorang Dwarve. Meski bagiku, saya mungkin akan menyimpannya jika itu berkualitas tinggi, tapi sesuatu seperti itu, mungkin lebih baik jika berada di ras yang biasanya menggunakan War Hammer, tidak sepertiku. Tentu saja, setelah melihat reaksi mereka, saya memutuskan untuk memikirkan hal tersebut pada diriku.
Setelah memberi rasa terima kasihku atas kerja keras mereka, saya beberapa barang buatan lainnya. Ada pedang yang saya temukan yang menurut saya berkualitas tinggi, Dwarve menamakannya [Wazamono] (Swift Cutting Blade). Maka sesuatu  hal yang seperti ini, kau bisa mengucapkan apresiasi.
Meski begitu, percakapan dengan Dwarve sedikit samar dan susah dipahami, masing masing mereka terlihat menggunakan dialek yang berbeda yang membuat komunokasi terlihat cukup sulit. Meski begitu, bukan berati saya tidak bisa mengerti apa yang mereka bicarakan, saya selalu bagus jika berhubungan dengan bahasa.
Setelah pelatihan biasa pada paginya, saya memutuskan untuk menjelahi hutan, sendirian.
Sebuah hutan dimana tidak ada tipuan dan tidak ada kesempatan bertarung bagiku untuk bertahan hidup, membuat hatiku terasa hampa. Seperti ada lubang di dalamnya yang tidak bisa di isi kembali.
Dihari dimana saya terus selalu waspada, berburu didalam hutan dengan kesenangan, mencari hal baru dan hal menarik yang lainnya, meski baru saja satu bulan sejak itu. Sekarang itu menjadi hari nostalgia dengan bahaya telah berlalu dan saya mengendarai pendamping setiaku Kumajirou.
Dari beberapa tempat yang saya kunjungi sejauh ini, akhirnya saya sampai di Goa Dryad. Saya berbincang singkat menggunakan Klomku karena saya selalu sibuk tapi hari ini, saya pribadi datang padanya.
Seperti biasa, Dryad-chan terlihat sangat cantik. Meski saya sudah diundang olehnya, waktunya sangat singkat dan saya harus menyelesaikannnya. Setelah saya selesai mengumpulkan bahan bahan yang saya butuhkan. Saya menghabiskan waktu sekitar sejam... eue bersama Dryad-chan.
Well, saya katakan itu hanya satu jam, tapi itu berubah menjadi dua jam, kemudian berubah menjadi enam jam.
Akhirnya perutku membaik dan saya mengucapkan selamat tinggal.
Hari ini, saya menemukan salah satu perut manusia yang saya telah mengembung.

Well, pada tingkat ini, sepertinya anak pertamaku akan dilahirkan. Ini sangat menyenangkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar