Day 87


Untuk sementara ini, Asue-cha selalu menambang, sebagian besar waktunya berusaha memperbaiki dua batu roh besar. Baru saja, saya menerima laporan bahwa dia sudah berhasil melepaskannya.
Sekarang, kurang lebih kebanyakan batu roh sudah mulai habis dari dalam goa. Awalnya, ada berbagai dan sejumlah besar batu didalam bebatuan karena dekat dengan dari Velvet Dungeon dan tingginya level magic kepadatan yang ada didalamnya. Setelah kematian Velvet dan kematian dari penjaga Dungeon tersebut, maka tidak terlalu banyak batu roh yang akan ditemukan didalamnya dengan menambangnya lagi.
Biasanya, batu roh adalah sumber daya yang bisa diperpanjang.
Sayangnya, sejak kami telah menaklukan Dungeon tersebut, batu tidak lagi murni dari kepadatan magic. Jadi sekali kami menghabiskan Roh (Spirits) didalam batu, maka energi akan habis didalamnya dan hancur permanen.
Bagaimanapun, beberapa saat, karena usaha dari Asue-chan, kami bisa mendapatkan sejumlah besar dari berbagai batu roh yang didapatkannya, karena hal tersebut, saya pikir kami bisa berhenti sejenak menambang untuk sesaat.
Semua batu ini menunjukkan bahwa keuntungan yang bisa didapatkan dari batu yang berlevel luar biasa ini jika dijual dan menghasilkan persenjataan magic.
Setelah menghilangkan pikiran keserakahan beberapa saat, saya ingin memakan dari beberapa batu kecil bagian dari salah satu batu besar tersebut. Alasannya saya belum pernah memakan tipe batu seperti ini.
Ability learned: 【Photon Ruler】
Ability learned: 【Photon Tolerance】
Ability learned: 【Gravity Law】
Ability learned: 【Darkness Tolerance】
Ahh, jadi nama kedua batu ini adalah “Light Precision Stone” dan “The Seminal Stone of Darkness”. Masing masing terlihat murni, ukuran dan keindahan yangi dimiliki yang tidak sebanding dengan batu yang kami temukan sebelumnya.
Ketika saya memakan bagian dari batu Seminal, tenggorokanku terasa seperti Black Hole (lubang hitam kayak kantong dora dan emon :v). Energi yang dilepaskannya sangat kuat. Pada pertamanya, saya mengeluh karena namanya “Seminal Stone of Darkness” tidak ada mengandung gravitasi. Saya kira itu adalah sebuah kemampuan. Saya akan mencobanya ketika sedang berada pada sesi latihan hari ini.
Setelah berterima kasih atas kerja keras pada Asue-chan, saya memulai tugas seperti biasa yaitu mengawasi renovasi dari pemukiman kami. Melihat semuanya berjalan sesuai dengan rencana, saya membuat keputusan untuk membuat persiapan yang sudah diputuskan. Karena saya telah berjanji untuk membawa si rambut merah pada pemukiman manusia, saya memutuskan akan membawa dia dengan ku ketika saya sudah siap berangkat. Yang pertama yang saya butuhkan adalah mengamankan gerbong kereta kuda, itu sangat penting. Saya bisa menggunakan salah satu dari hewan peliharaanku tapi efek dari penduduk manusia mungkin tidak menginginkannya jadi saya memutuskannya untuk tidak menggunakan mereka.
Ahh benar, yang paling pertama, produksi massal dari black Skeleton untuk sesi pelatihan setiap hari. Jika saya pergi untuk waktu yang lama, maka perlu ada pengganti yang memadai untuk pelatihan ketika Skeleton hancur.
Pertama, mengumpulkan tulang yang diperlukan. Kedua, kemabgnkan penampilan dan bentuk umumnya. Yang ketiga, bentuk penampilan yang biasa dan ketahanan yang dimilikinya. Keempat, membuat armor dan senjata yang akan digunakan.
Setelah menyelesaikan tugas ini beberapa kali, ternyata sudah malam.
Setelah makan malam, saya memanggil si rambut merah, Blacksmith-san, para sister dan Alchemist-san. Saya memberitahunya bahwa dalam beberapa hari selanjutnya saya berencana mengantarkan mereka pada pemukiman manusia.

Mereka berpendapat ada beberapa kekhawatiran yang mungkin bahwa manusia akan mengusir kami karena penampilanku. Mungkin juga ada beberapa yang ingat saya dari medan perang dan menciptakan pemandangan yang menghendaki. Tapi pada saat itu saya menjelaskan panjang lebar tentang pembicaraan kami. Saya masih berencana untuk pergi beberapa hari selanjutnya terlepas apa yang saya nantikan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar