Day 125



Pagi harinya, sambil tidur di Arena, saya terbangun oleh suara dari manset komunikasiku.
Ternyata Supesei-san dan Burasato-san dengan sebuah pesan:
“kami mendapatkan banyak harta dan informasi.”
Kuakui, saya masih setengah sadar karena kelelahanku dari pertarungan yang kemarin sebelum saya bertanya. “ada apa tiba tiba?”
Tampaknya mereka membunuh beberapa bandit dan mengambil barang barangnya. Meski begitu, sepertinya mereka “menginvestasinya” dengan senjata yang bagus dan Grimoire (Buku mantra yang isinya Magic) tanpa memikirkan konsekuensinya.
Sambil bersumpah bahwa tidak akan memberikan kepercayaan pengelolaan dana pemukiman pada mereka berdua, saya memutuskan untuk membagikan sedikit informasi dengan mereka berdua.
“apa kau ingat denga Goblin yang tidak menerima kepemimpinanku dan meninggalkan kelompok, mereka yang diberikan pisau Mytrhil sebagai hadiah perpisahan. Pada saat itu, saya memperlihatkan ketajaman pisau itu dengan memotong salah satu jariku dan menggunakan darahnya yang tumpah itu sebagai klon kecil. Saat mereka bergerak, saya bisa meluaskan lebih banyak lagi area didalam pikiranku. Selain itu, beberapa hari yang lalu, mereka akhirnya diserang oleh beberapa manusia dan dibantai. Sayangnya mereka tidak bisa menang, meski mereka memiliki perlengkapan dengan pisau Mythril. Mereka terbunuh oleh kelompok bandit yang cukup kuat, semua harta mereka yang dimilikinya diambil.”
Saya memutuskan untuk memberikan informasi tentang kelompok bandit itu kepada mereka berdua.
Sekalipun informasi pada kelompok lain itu sebagai bandit yang cukup bagus, karena mereka telah membunuh beberapa kenalanku, saya tidak merasakan dendam pada bandit tersebut.
Setelah saya menyelesaikan penjelasanku, saya memutuskan untuk kembali tidur.
Ketika saya bangun kembali, Minokichi-kun memintaku untuk berlatih bertarung dengannya lagi. Karena hal itu, saya melanjutkan berlatih bertarung dengannya sampai paginya. Meski dia terlihat berat, sepertinya dia cukup kuat. Dengan kombinasi dari serangan api dan cahaya khusus yang dia lakukan terus menerus membuatku berpikir bahwa Minokichi-kun terlihat lawan yang cukup tangguh. Sebagai tambahan, sepertinya saya lebih banyak diserang olehnya, itu menjadi lebih dan lebih sulit bagi kemampuan [Resistance]ku untuk bertahan melawannya.
Disore harinya, saya pergi ketempat Blacksmith-san dan Dwarve jadi saya bisa mulai memproduksi berbagai item. Saya ingin mencoba membuat pistol dengan menggunakan bubuk mesiu, meski begitu karena berbagai alasan, saya memutuskan untuk mengabaikan ide itu.
Saya akan mencari ide lain.
Mungkin saya bisa menggunakan batu roh dan magic untuk menyelesaikan masalah ini dengan membuat pistol dari Spirit Stone atau Magic Gun. Meski begitu, itu akan menjadi masalah jika ide tentang senjata tersebut jatuh ketangan yang salah.
Mungkin jika saya memasang sebuah sistem pengaman pada item item ini, seperti “tidak bisa digunakan kecuali jika kau adalah anggota dari grup.”
Sambil saya merenungkan hal itu, saya beristirahat ditempat Leprechaun untuk membuat lambang spesial untuk digunakan pada Pemukiman.
Well.. meski saya tidak benar benar memiliki kemampuan seni. Saya mempunyai wanita yang mempunyai kemampuan [Job-Painter] untuk menyelesaikan desainnya.
Petunjuk desain untuk dikerjakan cukup sederhana untuk dibuat yaitu sebuah Ogre hitam dengan tiga tanduk memperlihatkan taringnya.
Karena kami tidak memiliki persediaan yang dibutuhkan, saya memutuskan untuk mengirim satu atau lebih manusia untuk memiliki tingkat kesetiaan yang tinggi untuk mengirimnya ke kota dengan mengendarai Falaise Eagle untuk pergi berbelanja keperluan yang dibutuhkan.
Seekor Falaise Eagle bisa memuat sampai dua Manusia atau sekitar tiga Goblin kecil.
Sebagai catatan, untuk mengendarainya tidak mudah dan membutuhkan pelatihan yang terus menerus untuk bisa mengendarainya.
Terlepas dari hal itu, saya sangat ingin menangkap banyak hewan seperti itu.
Setelah makan sore, Burasato-san menghubungiku lagi untuk memberitahukan kepadaku bahwa pemburuan bandit telah selesai.
Kelompok bandit yang telah benar benar terbantai dan mereka mendapatkan beberapa permata yang cukup berharga.
Sebelum mengakhiri percakapan dengannya, saya memberitahu mereka untuk kembali segera. Say telah memberitahu kepada kelompok yang tersisa, jadi mereka semua harusnya akan kembali ke rumah segera.
Kelompok keempa, yang mempunyai masalah dengan kerja sama akhirnya telah bisa saling kerja sama satu sama lain, kurang lebih begitu, jadi masalahnya telah terselesaikan.
Seperti yang diharapkan, berbagai makanan dengan yang lainnya dan mengatasi keragaman hidup dan situasi kematian bersama membantu untuk memperkuat ikatan antara satu sama lain.



1 komentar: