Day 68 Side Story Female Knight POV


Setelah matahari terbenam, bagian hutan yang diterango oelh cahaya bulan akan menjadi wilayah para monster. Menjelajahi hutan pada malamnya akan menjadi bunuh diri bahkan dengan tentara banya. Dulu, ada kasus dimana para tentara penyerang dimusnahkan. Diserang oleh monster yang bisa bergerak dengan bebas saat malam hari.
Oleh karena itu, kami berhati hati dalam memilih tempat perkemahan kami. Kami memilih tempat yang terbuka yang mana bisa mengatur rotasi pengintaian. Sebagai tambahan. Sebuah penghalang di dirikan disekitar perimeter untuk memastikan kami terlindungi oleh para monster. Magician kami yang  memasang penghalang magic dari petualang yang terpecaya dan teman dari keluargaku. Seorang peserta operasi militer yang memiliki kemampuan yang tidak bisa dipertanyakan lagi. Saya sudah memastikan hanya ada tiga ancaman lokal yang berpotensi menghancurkan penghalang Magic.
-          Tentara elf
-          Dua atau lebih Hind bear (yang merupakan salah satu monster yang terkuat yang ada dihutan ini.
-          Makhluk monster yang terkuat didalam hutan ini, Red Bear (Mountain Lord)
Merasa aman ketika perkemahan dan penghalang sudah pasangkan, saya membuka armorku dan pedang magicku (Moon Sword), dan memakai baju yang nyaman dipakai yang memperlihatkan paha dan bahuku. Saya melakukan ini karena saya diperingatkan oleh seorang pelayan laki laki untuk mengenakan baju yang sederhana. Saya merasa lebih penting untuk bersantai saat hari telah berakhir.
Sementara saya mempertimbangkan mengapa pelayan bersikap begitu tegang. Waisury the Magician (yang memasang penghalang magic) memasuki tendaku.
[Terima kasih atas kerja kerasnya, Lady Therese, yang telah memerintahkan hari ini.]
[Terima kasih, Lord Waisury.]
[bagaimanapun, saya harus memperingatkan bahwa pasokan kami sedang sedikit, mungkin kita harus memperlambat supaya memastikan bahwa kami siap ketika pertarungannya dimulai]
[Mungkin, tapi untuk menyembuhkan penyakit sang putri, perang ini harus berakhir dengan cepat. Konflik yang ditarik keluar akan membangun banyak keluhan. Jadi kesempatan yang terbaik untuk resolusi perdamian adalah meminimalisir korban antara elf dan sekutu kita]
Saya yakin terhadap Lord Waisury saat membuat pernyataan terakhir. Dengan menatap, Lord Waisury tersenyum setuju.
[Lady Therese sangat baik]
[saya tidak terlalu baik, ketika saya dipaksa untuk mengambil alih pertempuran, tapi.. saya menerimanya sebagai bagian dari kehidupan ksatriaku] saya tersenyum.
Tiba tiba perutku bersuara keras. Saya malu. Saya tidak tahu bagaimana bereaksi.
「…………」
Lord Waisury dan saya saling tatap sementara waktu. Ketika saya menyadarinya, mukaku menjadi merah dari kejadian konyol tadi. Dengan bingung. Saya memutuskan untuk mengubah topik dengan cepat.
[B....Berbicara tentang itu, apa kau sudah makan malam L....Lord Waisury, apa kau ingin M...makan bersama?]
[kukuku. ……yes, saya akan merasa senang]
Dengan ketawa kecil, Lord Waisury menerimanya. Saya memberikan perintah kepada pelayan sambil menunggu hal yang memalukan ini sampai makanan tiba. Meski saya adalah komandan dari unit ini, secara teknis adalah sebuah medan perang. Karena ini, makanan ini bukanlah makanan yang biasa kami makan saat ada di istana tapi hanya sebuah sup sayuran dan roti keras, daging sapi dengannya dan hal sederhana lainnya, dengan rasa yang khas. Teh yang di sediakan menjaga kerongkongan tetap lembab ketika saat makan dan memenuhi mulut dengan sup dan roti , sebagai hasil dari kelelahanku, meski itu hanya makanan yang sederhana saya menikmatinya sampai sepenuh hati... yeah itu sangat enak. Didorong oleh nafsu makan, roti yang berada ditanganku dengan lambat menghilang.
Saya menyadari bahwa Lord Waisury sedang mengamati dengan perasaan senang.
[Lord Waisury, apa ada yang lucu?] saya bertanya langsung.
[tidak, tidak,,... hanya saja Lady Therese sangat cantik ketika saat makan dan saya hanya mengagumi tingkah laku anda saat makan.]
 [mengagumi tingkah laku ku? Saya tidak sadar bahwa Lord Waisury tertarika padaku.]
[tidak, bukan seperti itu.]
[well.. bisa dijelaskan?.]
[hmm, bagaimana cara mengatakannya.. saya tidak bermaksud untuk menyingggung komandan!... hmm bagaimana kalau saya meminta maaf? Ini sangat sulit sekali...]
Saya cemberut kepada Lord Waisury yang terlihat bingung sekali dengan omelan palsuku. Saya selesai makan roti kedua. Bahkan saya ingin memakan 6 roti yang disediakan, saya merasa sedikit kasar melihat Lord Waisury yang belum memakan satu gigitan dari makanannya. Jadi saya ingin memberi tahu dia untuk mulai makan dan saya mendengar suara yang keras. “PARIN’’, sebuah suara keras seperti pecahan kaca yang terdengar dari luar.
[Hm? Suara apa it..] saya bertanya pada Lord Waisury. [Tidak mungkin]
Lord Waisury berdiri dengan muka yang heran.
[A...apa yang terjadi Lord Waisury?]
[penghalang magicku sudah dirusak! Aku tidak tahu apa dan siapa yang merusaknya, tapi itu jelas bahwa itu adalah musuh. Kumohon komandan, kenakan peralatan anda cepat.]
Pada waktu yang singkat Lord Waisury selesai dengan kalimatnya, dan musuh mulai menyerang. Saya bisa mendengar suara raungannya dari luar. Tiba tiba daerah sekitar tenda berguncang dengan hebat dari suatu hal. “BATABATABATA”. Untungnya tenda militer kami terbuat dari sesuatu yang kokoh. Pertarungan yang terjadi di luar sana dimulai. Saya menolek perhatian untuk melihat situasi yang terjadi.
[musuh menyerang-----!!! Musuh menyerang----!!]
[semua unit bersiap untuk bertempur! Bergeraklah jika kau tidak ingin mati!!!] [Argh--!!! UWAAAAA----!!!!!] [tanganku, tangaaaaankuuuuu!!!!]
 [sudah dipastikan!, akan terjadi serang bom sihir. Musuh mempunyai penyihir! Tutup!!!] [Medic, Mediiic!!!]
[musuh sudah dipastikan. Musuh mempunyai tentara Undead! Aku ulangi ada banyak tentara Undead!] [Jangan mati, jangan mati sialaaan!!!]
[sangat dingin, dingin sekali, mamaaaa!!!]
[Menyebar! Menyebar!!, mereka dikontrol oleh penyihir!!!]
Mendengar suara dan teriakan dari luar tenda, saya dengan cepat mengenakan perlengkapan armor ku dan pedang magic [Moon Sword]. Terakhir saya memberikan mantra [Diperkuat oleh penempa besi tertinggi] yang mana menjadi perisai cadangan. Persiapanku sudah selesai. Saya mendengar suara kaki dibelakang tendaku. Saya tahu keduanya masuk kedala.
[maaf, Komandan]
[musuh adalah tentara Black Skeleton, dan tambahannya Hobgoblin mage telah terlihat]
Aku dengan tenang mendengarkan laporan mereka, saya memberi perintah kepada dua ajudan tersebut. Behn yang berumur 22 tahun seorang Priest dan Levias yang seorang berpedang dengan armor berwarna merah.
[musnahkan musuh. Datanglah bersama kami. Lord Waisury!] [Tentu saja. Menuju kemenengan]
[Ya, tentu saja]
Sejujurnya saya membenci pertumpahan darah. Bagaimanapun teman temanku bergantung kepadaku untuk mengambil inisiatif. Sebagai perintah untuk menyelamatkan orang orangku, aku harus mengambil nyawa dari musuh. Dengan set serolusi, kami menuju medan perang. Bertujuan untuk menang.
Dia berjalan keluar untuk bertarung. Mata Therese yang dipenuhi oleh tekad, dia dianggap sebagai bangsawan yang cantik, penuh dengan keyakinan bahwa dia akan memimpin orang orangnya menuju kemenangan. Saat ini Therese tidak tau... musuh seperti ini belum pernah dia hadapi sebelumnya.
Diluar tenda terbakar sebuah api merah yang terang pada malamnya, yang mana tidak terlalu bagus, ini sudah sudah cukup cahaya untuk bertarung. Meski begitu kesulitan dalam mengukur jumlah musuh, khususnya dengan skeleton yang berwarna hitam. Mungkin akan ada tambahan penyergapan didalam hutan yang tidak dicapai oleh cahaya.
Semangat bertarungku mulai berkurang menurutku ada kemungkinan hanya satu dari banyak penyergapan. Dengan cepat saya menyingkirkan pikiran negatif itu dan membangkitkan keberanianku. Aku dengan cepat bergabung di keributan tersebut.
 Sesuai dengan laporan itu adalah tentara undead skeleton. Saya menyadari kekuatan dan ketahanan yang dimiliki oleh Black Skeleton bisa tinggi sekali. Sebagai tambahan mempunyai banyak kemampuan yang mana membuat mereka lebih sulit untuk dibunuh. Level kerangka spesies kerang ini bisa diperkirakan dengan menggunakan kemampuan [Soul Tools] yang dimiliki didalam tubuh mereka, musuh kita dengan sekujur tubuhnya ditutupi oleh armor, mengindikasikan bahwa mereka semua berlevel tinggin sebagai monster. Mengapa monster sebanyak ini berlevel tinggi pada satu tempat?
Tapi, meski saya maju kedepan. Saya tidak akan mundur karena kau bisa tidak berhenti di medan tempur. Untungnya bulan malam ini keluar. Kekuatan bulan meningkatkan kekuatan pedangku [Moon Sword]. Itu waktu yang pas untuk menggunakan kemampuan yang maksimal.
Dari depan, sebuah Black Skeleton maju. Mengenakan sarung tangan besi, memegang kapak besar dua tangan berwarna emas. Ini bisa diatasi kerusakannya dengan beratnya, mengkombinasikan dengan kekuatan fisik monster dengan mengayungkannya dengan kecepatan tinggi. Skeleton tanpa otot adalah masalah karena mereka bergerak dengan magic dan mereka terlihat lebih kuat dari yang terlihat.. untungnya, mereka tidak secepat yang aku tidak terlalu bisa mengatasi mereka.
Ce[at, tajam, dengan pergerakan langsung dab berkonsentrasi pada penikaman. Saya maju kedepan. Dengan niat membunuh mereka dengan pedangku.
【Therese E Eckermann menggunakan teknik pertarungan [Sanctuary Rose]】

【pedang magic – kemampuan unik dari Moon Sword sudah diaktifkan】
Lampu merah menerangi oleh pedang magic ku, menyerap magic dari bulan dan mengubahnya menjadi angin puting beliung.
[-----!!]
Black Skeleton dengan kapaknya mengenai angin puting beliung yang diciptakan oleh pedang magicku. Itu menyebabkan luput dari samping dengan ayunannya dan membuat serangan tersebut mengenai tanah. Seranganku sendiri meski akurat dengan titik pedangku yang mengenai tengkorak Skeleton. Meski saya menginginkan menancapkan pedangku ke tengkoraknya, seperti kebanyakan spesies skeleton yang mempunyai ketahanan dalam serangan menusuk. Dulu, skeleton ini sudah dikalahkan. Cahaya merah yang dikelilingi dipedangku menusuk ke skeleton, selanjutnya memberikan pola merah dari bunga mawar yang menyebar di sekujur tubuh kerangka tersebut.

Semua [Temple Knight] mempunyai kemampuan teknik pertempuran bernama [Sanctuary Rose] yang membuat pola berwarna merah dengan atribut [Holy] yang merupakan hal yang fatal bagi kebanyakan spesies undead. Menyebarkan pola merah itu kesekujur tubuh dan asap mulai muncul dari tubuh Black Skeleton sebagai kekalahan dalam hal kekuatan. Atribut [Holy] menghancurkan kekuatan dan tulang menjadi hancur. Menginjak injak dan menendang sisa sisa yang ada, sami melihat skeleton selanjutnya yang akan menyerang, saya berteriak.
[Behn, area luas undead sudah berubah menjadi teknik’kah?] [ tolong tunggu sebentar, komandan]
[Hati hati komandan, belakangmu terbuka] [---, terima kasih, Levias]
[kau bilang begitu, tapi belakangmu juga tidak terlalu terjaga!] [uwaaa, panass! Hampir saja, Waisury-san!]
[whahaha, maaf, tapi kau seharusnya tidak ngeyel ketika berada di medan perang!]
Dari serangan Lord Waisury yang mengeluarkan api, tiga skeleton langsung terbakar bersamaan. Mereka melanjutkan bergerak, Levias menghancurkan mereka dengan pedangnya. Untuknya ketika terbakar mereka menjadi rapuh.
Kami bisa bertarung dengan saling membantu satu sama lain. Tapi secara umum situasinya sangat mengerikan. Disekitar tentara ada yang menahan mereka entah bagaimana. Tapi aku tidak tahu seberapa tapi musuh itu yang kuat dan tanpa henti. Saya memberitahu diriku sendiri kita membutuhkan sesuatu untuk menahan sampai Behn bisa berhasil menjatuhkan area yang luas ini yang dipenuhi dengan Undead. Itu akan melemahkan Skeleton yang berada dalam radius 50m. Ini akan berubah menjadi pertarungan!
Meski begitu, hidup ini tidak sesederhana itu.. hidup ini sangat kejam.
[■■■■■■■■■■■■■■■■■■!!] [------!]
[Wh--!]

[Uoo] [Kya!!]
Didalam medan tempur terjadi kekacauan dengan teriakan dari teman dan lawan, lolongan ini terdengar di seluruh penjuru pertempuran tersebut! Siapa dan apa yang mampu membuat lolongan seperti itu???.
Tanah yang terguncang, inti dari tubuhku gemetaran. Suara lolongan yang mengintimidasikan yang mendekati seekor naga atau monster besar yang bisa melakukan seperti itu. Itu serangan pembuka yang sangat luar biasa. Sambil menutupi telingaku secara reflek, saya mencari arah sumber suara tersebut.
Dan. Disana. Itu.
Sejumlah tato berwarna merah yang ada disekujur tubuhnya, yang mengendarai Hind bear yang mana seharusnya menjadi monster yang terkuat dihutan ini. Black Ogre dengan lengan kiri silver, yang sedang mengawasi medan perang dengan hawa seorang jendral.
 Black Ogre? Dia mengenakan celana kulit dan telanjang dada seperti ogre pada umumnya. Tapi tidak seperti dengan Ogre lainnya yang saya temukan dulu, yang bergantung dengan kekuatan kasar dan hanya memakai senjata sederhana (pentungan), pada Ogre ini ditangannya sedang memegang tombak yang sangat besar. Saya mengetahui bahwa Ogre tersebut sangat terampi dari cara memegang tombaknya itu.
Karena biasanya Ogre pada umumnya memiliki kulit berwarna coklat. Black ogre ini pasti adalah Subspesies bukan ogre yang biasa. Selain itu dengan kulit berwarna hitam pasti mengacu pada [Divine Protection] yang sudah diberikan oleh tuhan yang luar biasa seperti [God of Origin dan End]. Sebagai tambahan blessing dari tuhan lain pasti juga masuk dilihat dari kedalaman warnanya, mungkin [God of Death] dan [God of Netherworld]?.
 Jelas, ini adalah musuh yang tangguh. Bagaimanapun, dengan penampilannya saya akhirnya mengerti dimana tentara Black skeleton berasal. Mereka pasti dibangkitkan oleh Ogre ini. Itu mungkin terlalu awal memutuskannya, namun intuisiku mengatakan bahwa ogre ini adalah penyebabnya.
Well, jadi tujuannya sudah jelas, fokus dengan Ogre tersebut. Jika kita membunuh orang yang membangkitkan, Skeleton akan menghilang juga.
[Semuanya, fokus untuk membunuh Ogre hitam itu!!!, Behn, cepat mengubah undead itu! Kemudia guanakan magic dukunganmu pada semua anggota!!!]
[mengerti komandan]
[Lord Waisury dengan magic yang keluar dari belakang!, Levias bersamaku! Yang lainnya mendukung! Lawan itu harus dibunuh! Serang dia sekaligus!!]
[Mengerti]
Memimpin bawahanku, aku menuju kebarisan depan.
Saya mulai berlari, skeleton yang berdiri dijalan mulai menghilang atau pergerakan mereka melambat. Behn akhirnya bisa menggunakan cast pada tempat yang luas dipenuhi oleh undead!. Saya menghancurkan Skeleton yang melemah atau menerobos mereka untuk menyerang langsung kepada Ogre hitam itu. Pada waktu yang sama saya mendengar suara yang tidak terduga.
[kemampuan pemecahan masalah mereka rata rata tapi peralatan magic mereka memiliki kualitas tinggi]
Ogre hitam itu berbicara dengan bahasa manusia lancar!. Biasanya bahkan Ogre mage hanya bisa berbicara dengan sederhana dengan kalimat yang pendek. Namun, Ogre hitam ini berbicara seperti manusia yang biasanya!.
Meski saya benar benar kaget, saya tidak bisa berhenti sekarang. Tidak, kami tidak boleh berhenti! Kami menyerang! Pendukung magic dari Behn mulai berpengaruh pada saat yang sama. Kecepatan berlariku meningkat drastis. Tubuhku terasa ringan seperti bulu.
Ogre tersebut terlihat terkejut ketika melihat kami tiba tiba, ini adalah kesempatan!
Dengan menyesuaikan tinggiku dengan jantung Black Ogre yang sedang berada diatas Hind Bear, saya melompat, akibatnya saya membuat lubang pada tanah. Ini bukanlah lompatan yang noraml. Pada kecepatan ini, tubuhku terlihat seperti panah yang sedang menembak, tubuhku terbang. Dengan ketinggian yang sama dengannya, saya masuk dalam posisi dan dengan cepat mengarahkannya kedalam jantungnya. Hal yang sama yang aku lakukan ketika melawan Black skeleton yang aku bantai sebelumnya, dengan niat membunuh dengan mengarahkannya pedang itu, cahaya merah terlihat...
【Therese E Eckermann menggunakan teknik pertempuran [Sanctuary Rose]】
Ini adalah salah satu yang terkuat dari pukulanku yang terdapat pada kemampuan yang aku miliki. Karena dia seorang Ogre, [Holy] magic tidak berpengaruh dengannya seperti Skeleton. Sehingga saya memilih teknik pertempuran yang mengarah langsung ke kerusakan batin, menggunakan [Spirit of Light] atribut [Sanctuary Rose].
Jika jantungnya tembus dengan ini, bahkan jika seorang Ogre yang memiliki ketahanan tubuh, itu sudah cukup memberikan luka yang fatal. Ini yang aku ketahui dari ogre yang saya bunuh pada masa lalu. Bahkan jika itu adalah Subspesies, itu pasti tidak berbeda! saya menjadi kilat yang mematikan yang melayang diudara! Musuh tidak bisa merespon dengan kecepatanku. Bahkan jika mereka bisa bereaksi, dengan kemampuan angin puyuhku, saya bisa mengalihkan pukulan apapun.
Saya yakin itu akan berhasil
Tapi hasilnya seranganku tidak bisa mencapainya, tubuhku tiba tiba terlempar keatas langit. Apa yang terjadi? Apa saya kehilangan sikap ketika sedang melakukan proses tersebut.
[Komandan!]
Dampak dari itu, ditangkap oleh bawahanku yang memukulku membawaku ke realita. Sekilas melintas didalam pikiranku apa yang terjadi, sambil melihat sikap sombong yang sedang ditunjukkan oleh Ogre hitam itu, saya mengerti sekarang. Saya diangkat ke atas. Dia menggunakan kepala kapak dari tombak itu seperti sekop, dengan kecepatan yang saya tidak bisa lihat, namun cukup lembut saya tidak merasakan sedikitpun sakit, meluncurkanku keatas langit dari bawah.
Saya merenungnya, ‘Buwaaa’. Keringat dingin keluar. Saya bahkan tidak melihat tombak tersebut bergerak. Jika Black Ogre tersebut serius, aku pasti dibunuhnya dengan sekali pukulan, namun kenapa saya masih hidup?.
Saya menyadari pertanyaan itu langsung.
[Baiklah! Kau, saya akan menangkapmu hidup hidup. Kau terlihat lebih berguna di lain sisi.]
Black Ogre tersebut menghargaiku. Membuatku tetap hidup dia merasakan seperti bahwa saya sia sia jika dibunuh! Dia dengan cepat membuat keputusan itu bahkan setelah saya meluncurkan serangan pertamaku.. mungkin saya kira tidak menimbulkan bahaya sama sekali! Tentu saya adalah alasan tersebut, kemarahanku mulai mereda. Saya mempunyai harga diri sebagai anak seorang bangsawan dan seorang ksatria. Tapi yang paling penting harga diriku sebagai pejuang! Saya tidak menerima diputuskan dengan cepat seperti itu!.
[apa apaan itu! Kau hanyalah seorang Ogre, saya akan membuatmu hancur] [heh! Kau memperlihat keberanianmu. Tampaknya kau perempuan baik baik]
[namaku Therese E Eckermann! Melayani putri sebagai ksatria di kerajaan Sternbild. Aku akan memperlihatkan kekuatan penuhku. Jika kau mengalahkanku, saya akan menjadi bawahanmu!]
[Namaku Ogarou. Sekarang ini sedang memimpin tim pembunuh bayaran. Sedikit saran – serang saya dengan kekuatan penuhmu].
[tentu saja. Sekarang ini kata kata tidak berguna sekarang, kita bicara dengan menggunakan pedang.] [Aaa, mari lakukan!]
Seteleh pengenalan resmi. Sebuah kecepatan petir pada tombak yang diayunkan dikepalaku!
Cepat! Serangan langsung yang sederhana. Kecepatannya yang tidak bisa dibandingkan dengan kapak yang dimiliki oleh Black Skeleton sebelumnya. Sebagai tambahan, air keluar dari ujung kapaknya. Pasti ada bentuk sihir yang dimasukkan dikepala kapak tersebut! Masih, saya mencoba membelokkan tombak tersebut menggunakan pedang anginku tanpak panik, tapi pada saat yang sama saya menyadari bahwa angin puyuh tersebut telah menghilang.
Sebelum mempertimbangkan penyebab yang akan terjadi, saya langsung melompat disisi lain secara refleks. Tanpa angin tersebut, ini bukanlah pukulan yang bisa ditangkis. Tidak ada waktu untuk mempertimbangkan pergerakan pertahanan, saya berguling ditanah dengan cara yang aneh. Armor ku yang dipenuhi dengan tanah. Harga kecil untuk pukulan tersebut.
[kau punya refleks yang bagus. Aku malah lebih mengingikanmu sekarang!] [kau! Kau mempunyai kekuatan yang aneh’kan?] [benarkah? Apa yang membuatmu mengatakan hal tersebut]
[sangat jelas kau tidak normal!!!]
Sementara Ogre hitam tersebut fokus kepadaku. Levias mengambil kesempatan untuk menyerangnya dari belakang dengan menggunakan pedang lengkung magic   “Flamecutter”, dengan mengayunkannya pada titik buta Ogre hitam tersebut. Waktu yang sangat pas untuk menyerangnya dengan serangan mendadak sangat sempurna. Dengan bersembunyi menyerang dengan mengucapkan mantra dengan kemampuannya, dia seharusnya bisa membelah Ogre hitam itu.. atau begitulah yang kupikirkan.
Ogre tersebut menangkis serangan tersembunyinya dengan menggunakan tombaknya. Dia bergerak dan bertahan tanpa tidak melihat Levias sama sekali.
Terkejut, Levias langsung mundur kebelakang, perutnya mengenai ujung dari tombak tersebut. Dengan dampak yang terlihat tampaknya tidak berkurang karena ada lapisan kulit kuat. Sekarang menusuknya dengan lubang kecil dengan darah keluar mengalir. Sangat jelas, ujung dari tombak tersebut sudah diberikan Magic. Levias terlihat melambat dengan serangannya. Lengan silver Ogre tersebut ingin memegangnya.
Pada tingkat ini dia akan tertangkap, secara spontan saya langsung bergerak mengganggu. Magic dari bulan sudah diserap dan saya meluncurkan angin puyuh lainnya. Yang ini menuju langsung ke kepala dari Hind Bear nya. Menatapku. Jika dia hind bear tersebut roboh, kami mungkin mempunyai kesempatan yang lebih bagus.
Perkiraanku salah, sekali lagi. Naif sekali.
Diatas pedangku dengan memulai ingin mengeluarkan angin puyuh, tiba tiba ada bola air. Saya terkena bola tersebut ditengah ayunan, angin puyuh tersebut berputar putar disekitar pedangku yang mana diimbangi dengan pusaran air bola yang melawan arah. Teknik angin topanku berhenti lagi!!.
[apaaaaa?...]
Itu bukan magic. Saya tidak merasakan magic yang sedang di ucapkannya, tapi kenapa bisa ada bola air? Sebelum saya bisa berpikir jawaban tersebut, ogre hitam tersebut bergerak.
[mendapatkan bidikan bagus, tapi...]
Black Ogre itu memegang tubuh Levias dengan Silver Armnya, kemudian melihatku dengan tatapan tajam pada saat itu, ketakutan dari jantungku. Tubuhku membeku, saya tidak bisa bergerak sama sekali!! Saya tidak bisa melawan dari tatapn yang dia perlihatkan karena mengunci mataku.
“aku akan terbunuh” aku pikir. Mata itu seperti mata pemangsa yang menginginkan makanan [Blue Flame Spear] 30 tombak api yang berwarna biru melewatiku dengan kecepatan tinggi. Semua arahnya menuju kepada Ogre itu yang sudah membuatku lumpuh.
Level ketiga magic [Blue Flame Spears] itu pasti dari [High Wizard] kita, Lord Waisury!!.
 Hanya dengan satu tombak api maka itu akan sudah cukup kekuatan untuk membunuh Ogre yang biasa. Bahkan jika itu lebih kuat dibandingkan dari tentara black skeleton biasa. Sekali mengenai api akan terlanjut terbakar sampai kau bukanlah apa apa selain arang. Saat berada didekatnya, tubuhku bisa merasakan gelombang panas. Bahkan jika itu seorang Ogre Subspesies, dia tidak akan bisa selamat dengan mantra yang berlevel tiga!. Tapi mantra tersebut mudah dirusakkan. Saya mendengan suara kecil dari Ogre hitam tersebut mengatakan sesuatu [Sangat lamban sekali]
 Setiap tombak api itu meluncur kearah Ogre dengan satu persatu. Setiap peluncuran ada kobaran api muncul tapi semuanya langsung menghilang. Semua dari 30 (Blue Flame Spears] menghilang yang hanya membutuhkan 3 detik, tidak membakar apapun, yang meninggalkan Ogre yang sedang duduk diatas Hind Bearnya tanpa terluka.
Saya hanya bisa menyimpulkan entah bagaimana Ogre tersebut bisa menghancurkan setiap tombak? Lord Waisury dengan suara marahnya keluar dari belakang.
[Lady Therese! Mundur! Cepat!] “Ha!” aku pikir. Bagaimana semudah itu.
Apa dia menggunakan Silver Arm untuk menghancurkan tombak api itu? Yang melepaskan Levias dari Silver Arm nya ( mundur kebelakang untuk menerima penyembuhan). Hanya satu yang mendekati Ogre tersebut adalah saya. Saya panik dan mundur beberapa langkah.
Meski saya menyiapkan diri untuk siap dikejar. Tiba tiba Ogre hitam itu berhenti dan berbicara sambil menatap langit. [Hmm. Magician itu akan berguna. Baiklah Ogakichi-kun! Tangkap langsung kelompok yang arah itu!!]
 Saya merasa bingun.
[apa yang kau bicarakan??]
[Oh, saya cuman memastikan sasaran sedikit!] [apaaa----?]
Suaraku langsung berhenti ketika ada beberapa tentara mendekat di Ogre hitam itu yang langsung terbelahnya. Darah keluar dari luka mereka organ organ dan tubuh mereka di terbangkan ke segala arah. Selain itu, mayat mayat semua itu semua hangus.
Apa yang terjadi? Disana, ada Ogre kedua muncul dengan kulit berwarna merah tembaga. Dan bahkan dia memiliki tubuh yang lebih besar lagi. Ditangannya mempunyai kapak bermata dua yang cocok dengan fisik dan perisai besar hitam yang menutupi sepertiga besar dari tubuhnya. Pada pandangan pertama, itu terlihat seperti dinding kota. Akhirnya juga berada diatas hind bear, bahkan jika itu bukanlah ogre hitam saya rasa dia sangat berbahaya.
[Ogarou! Saya bunuh dan makan semua?] [ well, kau bisa tapi yang hanya yang orang rata rata saja.]
[paham. Yang kuat ditangkap! Yang lain dimakan?] [ ah itu bagus. Pergi cepat!]
Ogre yang berwarna merah itu mengangguk bersama dengan Hind Bearnya, mereka pergi untuk bertarung ditempat tentaraku. Mereka sangat cepat, 30 meter langsung dilaluinya. Kapak itu diayunkan secara horizontal seperti dia memotong rumput saat dia membelah bagian bagian tubuh para tentara. Meninggalkan mayat yang hangus.
Itu pasti kapak yang bermagic. Pastinya itu adalah item magic yang berperingkat tinggi. Saya tidak mempunyai banyak waktu untuk memikirkan bagaimana ogre tersebut bisa mendapatkan item tersebut dan mengalihkan perhatianku kepada Ogre hitam itu.
Meski Ogre merah itu bukanlah suatu hal yang bisa kau lepaskan dari pandanganmu, tapi Ogre hitam ini lebih berbahaya dibandingkan Ogre merah itu.
 Perlahan saya mengambil jarak, sebuah suara terdengar ditelingaku, itu suara yang unik yang hanya bisa dikirim melalui magic.
 [Lady Therese, tolong mengulur waktu sebentar, dengan menggunakan jurus rahasiaku, aku akan membunuh Ogre Hitam itu]
[Berapa lama waktu yang kau butuhkan?]
[aku tau ini tidak masuk akal, tapi saya membutuhkan waktu sekitar dua menit. Jika memungkinkan, hancurkan itu silver armnya atau lebih bagus kalau mencopotkannya darinya] [ itu akan sulit, tapi aku akan mencobanya]
[lakukan]
Suara Lord Waisury langsung menghilang, mantranya terdengar dari belakang. Pada saat yang sama, saya merasa kekuatan sihir yang meningkat. Ini bisa memanipulasi dengan kecepatan yang luar biasa. Ini keluar sangat luar biasa, setiap komponen melengkapi mantra yang sempurna. Mungkin ini satu tingkat diatas dari sebelumnya. Ini pasti magic pada level empat. Magic dengan level menghancurkan tembok kota.
Merasakannya, Ogre hitam itu turun dari Hind Bear dan berjalan menuju arah kami. Matanya yang fokus pada arah Lord Waisury. Yang tidak mengganggu jalannya pengucapan magic?.
Kami harus membuatnya berhenti!
[Gunakan semua kekuatan kalian untuk melindungi Lord Waisury dari Ogre itu! Levias, serang dari kiri! Kau dari kanan dan kau dari belakang! Saya akan menyerangnya dari belakang. Serang Ogre itu bersama sama. Behn gunakan semua pendukung dan magic penghalangmu (Buff's and De-buff's)!]
[Dimengerti, tubuh magic [Odo] aktif! Saya akan melakukan yang terbaik sampai akhir]
[Dasar bajingan! Aku tentu saja memotongnya] [itu dia semangatnya]
Dengan mensejajarkan waktu, kami melancarkan serangan kami secara bersamaan. Jika mungkin, bisa membunuh Ogre hitam itu atau setidaknya bisa melindungi Lord Waisury untuk mengulur waktu untuknya.
■
Dari permintaan dua menit. Hanya satu menit sudah terlewatkan. Tapi pasukan kami sudah membayar mahal karena itu.
Satu tentara sudah terpotong dari perutnya, itu dibelang dengan air yang tajam yang bervertikal yang di keluarkan dari kepala tombaknya. Dan yang lainnya tubuh mereka tembus dari Silver arm nya dan kepalanya yang copot. Dan yang ketiga di tusuk oleh tanduk Ogre, duduk dengan tidak sadarkan diri bersama temannya yang sudah mati. Satu tentara terbakar seperti arang dari api yang tiba tiba muncul dari ujung tombaknya. Petir yang dihasilkan dari tombak membakar tentara yang menyedihkan di perutnya.
Tujuan kita untuk mengalahkan Ogre hitam ini akan tersisa sebagai mayat. Saya belum termasuk di tentara itu, yang masih hidup tapi menderita luka berat, untuk mengalahkan Ogre hitam ini akan membuat mereka semua mendapatkan luka. Satu satunya yang melawan Ogre hitam itu, adalah diriku sendiri.
Levias dengan pedang magic yang rusak jatuh di tanah. Behn yang terlalu menggunakan banyak sihir pendukung [Odo] jatuh pingsan dari “mana exhaustion”. Tentara lainnya semuanya mengerang dan tidak bisa menahan lukanya.
Namun Ogre hitam itu masih berdiri dengan tanpa luka sama sekali. Tidak ada goresan! Semua serangan kita, menghindar, menangkis dan menyerap dengan kemampuan atau teknik misterius.
[Rencana dari seranganmu terlihat efektif, dari semua arah, melemparkan semuanya kepadaku secara bersamaan. Itu cukup sulit diatasi, kau bisa mengulur waktu, tapi ini akan berakhir disini!]
Black Ogre berkomentar tanpa basa basi.
Suara misterius tidak menertawakannya tapi hanya memujinya. [Sialan kau, kenapa kau sangat kuat njeng].
Meski saya tidak terlalu merasakan luka, hanya beberapa potongan kecil di sekujur tubuhku, yang paling banyak di lengan kananku yang sedang terluka dalam dan pisau kecil yang menusuk didalam pahaku. Ogre hitam itu tampaknya menusukku entah bagaimana bisa mengenaiku. Itu sangat tiba tiba, saya tidak bisa mengelaknya.. karena Behn kelompok penyembuh sudah tidak sadarkan diri. Saya tidak bisa mengharapkan magic penyembuh cepat dari yang lain. Jika ada sisa tenaga yang ku miliki untuk melepaskan pisau ini dan menyembuhkan diriku... tidak , pasti black Ogre itu tidak akan membiarkanku istirahat dan mengembalikan kekuatanku lagi.
Aku tidak meremehkannya dengan mengatakan bahwa pasukanku benar benar dihancurkan. Saya bisa mendengar jeritan pasukan yang sedang terluka saat mereka dibunuh.. meski mereka menjadi yang beruntung karena akan menjadi “Sajian para Monster” akan dimulai. Sisa sia perkemahan sekarang dipenuhi dengan bercak darah dan teriakan dari yang terluka. Bahkan tanpa Black Ogre, tentara lainnya pasti dengan mudah di hancurkan.
[Kenapa kau sangat kuat sekali?]
Mulai tertawa tak bisa menahannya mungkin karena menjaga pikiran yang ada pikiranku. Saya berteriak kepada Black Ogre tersebut.
[Tidak, kau cuman yang lemah. Kau hanya mengandalkan kemampuan yang mencolok, meningkatkan tubuh dengan [Job] dengan teknik pertarungan seperti banci. Kau dan pasukanmu kekurangan dalam hal pelatihan yang serius.]
[pelatihan kami tidak cukup, kau katakan? Kami berlatih tiap hari! Kami membuat tubuh kami berlatih sampai berdarah darah dan keringan dan kau bilang bahwa itu sia sia?!!]
[iya! Itu sangat tidak berguna dan sia sia. Kau sudah membuang banyak waktu!. Tentaramu bertarung dengan mengharapkan kau memiliki kekuatan yang cukup untuk membunuhku, sementara kau bertarung dengan mengulur waktu untuk penyihir itu menyelamatkanmu! Bagaiman bisa seseorang yang dikatakan kuat jika mereka bertarung mengandalkan yang lainnya, kekuatan orang?]
Setelah Ogre itu berbicara, saya berhenti tertawa dan amarahku langsung mereda!.
Dia menghina semua kerja kerasku. Dari semua usaha teman temanku. Dari guru yang sudah mengajariku. Aku merasa kehilangan akal.
Kekuatan dan tenaga yang menghilang perlahan mulai datang, terbakar karena amarah [Tutup mulutmu sialan]
Saya menarik keluar pisau yang ada dipaha ku, mengabaikan kesatikan! Darah yang mengucur keluar, mengabaikan rasa sakitnya, saya berlari. Mengabaikan rasa sakitnya.
 Otot paha saat menyabutnya dan menyebabkan daging keluar. Mengabaikan rasa sakitnya. Tulang patah didalam paha yang menyebabkan kesulitan. Mengabaikan rasa sakit itu, saya berlari. Bahkan jika kakiku hancur. Saya tetap harus berlari.
Ditanganku memegang pedang “Moon Sword” yang berlogam silver yang dipenuhi dengan hawa membunuh. Tubuhku merengang kesakitan.
Cahaya merah mengelilingi pedang denga cahaya putih di seluruh tubuhku.

【Therese E Eckermann menggunakan teknik pertempuran [Sanctuary Rose]】

【Therese E Eckermann menggunakan teknik pertempuran [Wind Raid]】

【Magic sword - Moon Sword – kemampuan unik aktif】
Pukulan terkuatku. Meningkat sangat cepat, ditambah dengan kekuatan fisik dengan tambahan teknik pertarungan [Wind Raid].
Bahkan jika luka ku dipahaku memperlambatku, trik ini memberiku kecepatan seperti angin.
Dari tambahan kecepata tinggiku, tampaknya waktu terlihat lambat. Saya bisa melihat Ogre hitam itu mulai menyiapkan tombaknya. Mata saling bertatap, api yang penuh dengan kebencian.
Membunuh! Itu yang hanya saya pikirkan! Saya terbang, sekitar 10 meter yang hanya sepersekian detik..
Menyerang dengan menggunakan pedang [Moon Sword].
Dengan menatapku langsung, Ogre hitam itu melempar jauh tombaknya. Tubuhku datang saat ketika dampak itu memberhentikan pergerakannku.
Saya mengenainya! Bahkan jika itu hanya luka kecil. Ujung pedangku tertusuk di dadanya. Darah keluar. Sama warnanya dengan kita berwarna merah. Itu... ituu .. ituuu....
Seranganku, pukulan tercepat, akhirnya bisa menembusnya. Bahkan jika itu bukanlah luka yang tidak serius saya merasa lega.
[Dengan ini, saya menarik kembali apa yang saya katakan. Setidaknya kau bisa memberiku luka!]
Dengan memakai banyak energi saya hampir pingsan. Saya hanya bisa melihat muka Ogre itu dan dia tersenyum.
Tentu saja itu menakutkan, baru saja saya melihatnya memakan seseorang beberapa saat yang lalu. Tapi pada waktu yang sama saya bisa melihat kebaikan didalam senyumannya.

『Lady Therese, tolong mundur!』
Diantara ruang antara saya dan Ogre hitam itu, saya mendengan suara Lord Waisury. Tampaknya saya sudah menepati janjiku yang dua menit! Saya telah lupa tentang itu didalam kemarahanku. Tanpa menoleh. Saya bisa merasakan magic penghancur yang luar bisa yang diluncurkan ke arah kami. Lord Waisury menahannya sampai saya bisa mundur. Untuk melindungiku dari kekuatannya.
Jika itu memungkinkan. Saya tahu, bahkan denga [High Mage] seperti Lord Waisury tidak bisa menahannya selamanya, tapi saya tidak mempunyai tenaga lagi untuk bisa mundur. Mungki saya akan mati jika saya terkena serang itu. Tidak, mungkin itu, aku pasti akan mati. Tapi saya merasa baik saja tentang itu. Saya menerimanya secara ikhlas tidak ada penyesalan yang ada, hanya kepuasan.
Sangat aneh, bawahanku semuanya terliha sudah mati dan saya sudah mau mati, namun saya merasa puas.
Black Ogre itu dengan silver armnya mengambil Moon Sword, menatapku tanpa ada kata, saya berbicara [hey, kau lihat itu Monster? Luka itu adalah hadiah terakhirku untukmu]
[Aaa, jadi begitu. Saya senang menerimanya. Kau sangat menarik sekali, saya tidak akan membiarkanmu mati!]
Sebelum saya bisa mencegat tangannya yang ingin memegang pinggangku. Sebelum saya bisa memproses apa yang dia katakan, dia bergerak seperti penari. Meski dia terlihat besar dengan kekuatan yang sangat menakjubkan dia sangat ahli.
Magic yang berkekuatan penuh itu mengenai tapi Ogre itu berbalik badan dan menjadi target punggung sang Ogre tersebut.
Akhirnya saya melihat magic yang dihasilkan oleh Lord Waisury, meski tampak kurang jelas dari badan Ogre itu...
Itu adalah api putih naga dengan tubuh memanjang seperti ular.
Satu tingkat diatas dari perkiraanku. Ini adalah magic berlevel lima [Dragon Of White Flame]. Ini adalah kartu as nya.
Sihir tingkat lima [Dragon of White Flame] hasil dari kombinasi level tinggi api dan magic bumi. Jika saya tidak salah, itu mempunyai karakteristik yang spesial, dengan jangka waktu yang tertentu. Orang yang memintanya dapat mengarahkan mantra itu sesuka hati. Saya melihat ayahku di medan perang sekali dan saya tidak akan pernah melupakan adegan itu ketika ratusan musuh tentara yang di bunuh dalam beberapa detik saja.
Itu adalah kekuatan yang diarahkan kepadaku. Kematianku akan menjadi spektakuler!! Tidak terlalu buruk menurutku. Itu akan menjadi kehormatan bagiku mati dengan menggunakan mantra seperti ini.
[Ada apa dengan ekspresi pasrah itu? Kau pikir kau akan mati?] [ Eh?]
[seperti yang saya bilang kepadamu, saya tidak akan membiarkanmu mati. Maaf tapi itu sudah janjimu. Ketika saya memenangkan pertarungan, kehidupanmu menjadi milikku.]
Setelah itu, ogre tersebut berbalik arah dan menghadapi naga itu. Saya duduk dengan pasrah dari hasil yang tidak terduga.
[Dragon of White Flame] tidak berhenti. Lord Waisury juga, menilai dari itu tidak mungkin dia menyelamatkanku, mulai dari arah itu. Naga itu menyerang dengan kecepatan tinggi. Saya juga berpikir itu keputusan yang benar. Saya merasa ragu terhadapnya dan saya merasa terhina oleh Lord Waisury.
Bahkan Ogre hitam itu tidak bisa selamat dari rahang [Dragon of White Flame]. Taring dari naga itu dengan mulut terbuka, daging dan darah dari Ogre hitam ini akan menghilang dalam sekejap dan saya akan bergabung dengannya pada akhirnya.
Bahkan jika itu subspesies, dia hanyalah seorang Ogre. Melawan sang penghancur tanpa ada bantuan sama sekali, namun Black Ogre ini melebihi apa yang kubayangkan.
Aku tidak terlalu mengerti apa yang terjadi selanjutnya.
Suatu ketika White Flame Dragon mendekati punggung dari Ogre hitam itu. Kemudian saat dia dihancurkan oleh satu serang Ogre hitam itu. Adegan yang tentu tidak masuk akal bagiku yang tidak bisa diucapkan dengan kata kata.
Sesuatu yang terjadi yang ada dipunggung Ogre tersebut yang membuat kontak dengan tubuh Dragon of White Flame]. Yang tiba tiba jatuh dan menghilang.
Hanya tiga orang yang melihat kejadian itu dengan saya. Levias dan Lord Waisury berdiri kaku dengan kehabisan “mana”.
Saya pingsan setelah itu, saya tidak terlalu ingat apa yang terjadi selanjutnya. Saya hanya mengatakan satu hal yang pasti. Ogre hitam itu tanpa ragu bahwa dia yang menang.
■
 Beberapa saat saya bertanya kepada Ogarou teknik apa yang dia gunakan mengalahkan Dragon of White Flame]. Dia mengatakan bahwa dia mengkombinasikan antara serangan bercampur dengan pembatalan magic, air dan magic udara. Dia menamakannya sebagai [Shock Back]. Kombinasi antara beberapa kemampuan penyerangan.
Ketika dia menjelaskan rinciannya, pertama dia membuat selaput air dengan menggunakan [Hydro Hand], meregangkan bagian tubuhnya dengan menggunakan [Aero-Master] dia buat sebuah ruang hampa dengan selaput air sebagai pelindung tubuhnya.
Diatas semua itu, ketahanan berlapis dengan selaput dia gunakan dari kemampuan Silver Armnya [Self Evolution] untuk memperkuat sistem pembatalan magic pada magic kelas tiga [menghancurkan semua dengan kegelapan] yang mana membangkitkan tiga piramid sebagai perisai.
Ketiga perisai itu terlihat seperti yang menjadi pertahanan, tapi pada waktu yang bersamaan mereka memiliki atributnya mantra [Spear of the End].
Jadi dengan ketiga perisai Ogarou dan pembuatan diri sendirinya [Shock Back] menangkisnya dengan kecepatan tinggi. Itu sudah cukup menghancurkan Dragon of White Flame] dari depan.
Benar benar seorang Monster. Faktanya dia monster diantara para Monster. Keanehan alam tidak mengikuti akal logika.
Setelah semua itu, saya mengatakan bahwa saya berjanji, saya menyerahkan tubuhku kepada Ogarou. Sumpahku sebagai ksatria tidak akan merusak janji itu. Setidaknya kesopananku tetap ada.
Saya mengabdikan diriku pada Ogarou sampai hidupku berakhir.
Well, pada malam pertama. Saya sangat marah dan menusuhnya di jantungnya sejak saya tidak mengharapkan malam pertamanya sesakit ini [eue :v]. Saya tau dia pasti baik baik saja dengan luka seperti itu, pisau itu tidak masalah dengannya. Sekarang hidup bersama Ogarou tidak terlalu buruk.

Ogarou yang saya temukan, menghabiskan waktunya denganku, saya terkejut bahwa dia benar benar orang baik. :v 


1 komentar: