Day 16

Hari ini, para goblin yang segenerasi dengan saya memohon seperti “kumohon ajarkan kami untuk cara membunuh” sambil bersujud. Para goblin yang ada didalam goa berbaris dan bersujud. Itu terlihat aneh untuk dilihat. Kau tau para goblin sering memberiku makan dan sudah bertahan dengan membunuh kelinci bertanduk, seperti yang saya kira. Meskipun punya Night viper sebagai lawannya, karena itu kami harus membunuhnya juga. Para goblin ingin kepada kami atau bisa disebut, untuk mengajarkan mereka cara bertahan dalam melawan Night Viper.
“jadi apa imbalannya jika kami mengajarkan kalian” saya bertanya. Dan ketika itu mereka bilang akan memberikan kami kehormatan bagi mereka. Well itu juga tidak terlalu buruk bagi kami. Jadi sebelum matahari mencapai pertengahan (siang), dari banyak goblin yang bertahan bersama Gobukichi dan Gobumi-chan, melakukan sesi latihan.
Ini adalah anjing memakan daging anjing sendiri. Jadi pada awalnya aku ingin menekan keras tubuh mereka. Siapapun, baik itu laki laki maupun perempuan. Dan karena jika mereka memberontak maka itu akan menjadi masalah nanti, aku membuat sampai kapan mereka bisa bertahan, dan mengulanginya tanpa berhenti.
Saya mencoba untuk menghentikan latihan pada saat terakhir untuk memastikan tidak ada tenaga cadangan yang tersisa, sementera untuk mencegah tubuh dan pikiran mereka untuk tidak rusak dan hasilnya mereka semua, termasuk Gobumi dan Gobukichi , tidak mempunyai tenaga untuk bergerak sama sekali.
Bagi para goblin yang berlatih sampai pingsan, aku ingin memberikan mereka hadiah untuk mereka. Aku ingin memotivasi mereka, tapi mungkin lebih kepada sesuatu yang masuk akal. Gobumi-chan berbaring lelah dan bergetar diantara goblin wanita lainnya dan memperlihatkan dengan bangga pakaian pelindung dan kalungnya, jadi anggap saja aku tidak melihatnya. :v .. sorenya saya pergi berburu sendiri untuk pertama kalinya sejak saja berinkernasi.
Aku tidak tau bagaimana terjadi, tapi sekarang saya bisa bergerak dalam hutan seperti dalam rumahku sendiri, ketika saya menangkap mangsa yang cukup banyak untuk para goblin yang tidak bisa bergerak, sayapun pulang ke goa.
Sorenya itu saya menuju ke goa yang paling dalam, dimana cewek manusia yang di eue. Sejak saya berubah menjadi Hobgoblin, saya terlihat sama persis dengan manusia, jadi saya pikir bisa bercakap dengan mereka.
Well, pada akhirnya saya bisa bercakap dengan mereka, mungkin mereka sudah kehilangan kesadaran. Mata mereka terlihat sudah mati. Dan air liurnya keluar banyak. Ada banyak bau dari sekitar mereka.
Dibandingkan yang terakhir aku lihat mereka, ini lebih buruk lagi. Dan juga pada waktu singkat, yang cewek paling mudah sudah hamil. Itu kejadian yang tidak bisa terelakkan, tapi aku merasa kasihan pada dia. Saya tidak bisa pikir, mungkin cewek ini bisa menikahi keluarga yang baik baik, tapi mereka berakhir disini dan di eue berulang kali.
Saya tidak tahan melihatnya jadi saya menanyakan pada dia “apa kamu ingin mati?”
Jika yang saya “sebelumnya” akan akan menepuk tanganku dan mengucapkan doa pada mereka tapi karena saya sudah naik level ke Hobgoblin, saya bertanya sekarang. Dengan saya sekarang ini, saya bisa membunuh cewek ini jika mereka memintanya kepadaku. Jika saya ketahuan, keselamatanku sudah dijamin, jadi pada akhirnya pun dia tidak bisa menjawabnya dan bergerak sedikit. Mulutnya yang bergerak lemah, jika dia mengingat bagaimana, mungkin dia sudah menangis. Untuk mengertinya sangat sulit. Jadi saya mengambil sesuatu di saku ku, sebuah botol yang kudapatkan dari para Kobold, jadi aku meninggalkannya kepada mereka, kemudian sayapun pergi ke tempat tidur dan tidak menengoknya.

1 komentar: